Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 53
- print Cetak

Spanduk kegiatan peluncuran program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.”
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara yang digelar bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).
Program wakaf tersebut menjadi gerakan bersama untuk memperluas penyebaran Al-Qur’an sekaligus menghadirkan harmoni budaya melalui desain mushaf yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan seni iluminasi bernuansa Tionghoa. Mushaf ini diharapkan menjadi simbol bahwa Islam dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis di tengah keragaman budaya Indonesia.
Ketua Panitia kegiatan, Mas’ud Halimin, menjelaskan bahwa peluncuran wakaf ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pesan universal Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Melalui launching Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa ini, kami ingin menghadirkan gerakan wakaf yang bukan hanya memperluas penyebaran mushaf Al-Qur’an ke berbagai daerah, tetapi juga menjadi simbol harmoni budaya. Keindahan iluminasi bernuansa Tionghoa dalam mushaf ini menunjukkan bahwa nilai Islam dapat berpadu dengan budaya secara damai dan saling memperkaya,” ujar Mas’ud Halimin.
Ia menambahkan bahwa gerakan wakaf tersebut juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an hingga ke pelosok negeri.
“Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, dan setiap kebaikan yang lahir dari mushaf tersebut akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Karena itu kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini—satu mushaf dari kita dapat menjadi cahaya ilmu bagi banyak orang,” katanya.
Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa momentum Nuzulul Qur’an merupakan saat penting untuk kembali menghidupkan nilai-nilai universal Al-Qur’an.
“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai yang diajarkannya seperti kasih sayang, keadilan, persaudaraan, dan harmoni sosial merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang damai dan berkemajuan,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia yang memiliki keragaman budaya justru memiliki potensi besar untuk menampilkan wajah Islam yang inklusif dan harmonis.
“Keragaman budaya Nusantara adalah kekayaan yang harus dirawat. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an bertemu dengan kearifan budaya lokal, maka lahirlah peradaban yang saling menghargai dan memperkuat persaudaraan,” lanjutnya.
Selain peluncuran program wakaf, rangkaian acara Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal juga akan diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif, seperti dialog kebudayaan, pertunjukan seni, hingga penampilan lukisan pasir yang mengisahkan sejarah Islam Tionghoa di Indonesia. Acara ini juga akan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang untuk memperkuat pesan harmoni peradaban.
Melalui kegiatan tersebut, Masjid Istiqlal berharap momentum ini dapat meneguhkan kembali pesan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan penuh persaudaraan. Gerakan wakaf Al-Qur’an ini diharapkan mampu menyebarkan cahaya ilmu secara berkelanjutan hingga ke generasi mendatang.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar