Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan
- account_circle Asep Alfarizi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 113
- print Cetak

Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pesantren Khatamun Nabiyyin bersama Khatam Institute menggelar Stadium Generale bertajuk “Peran Filsafat dalam Kehidupan Kontemporer: Antara Kemajuan Teknologi dan Krisis Kemanusiaan” pada Rabu, 13 Mei 2026, di Auditorium Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Muh. Agus Salim selaku moderator.
Dalam pemaparannya, Prof. Amsal Bakhtiar menyoroti tantangan besar yang dihadapi manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan kematangan moral dan kebijaksanaan manusia.
“Krisis kemanusiaan hari ini bukan karena manusia kekurangan teknologi, melainkan karena manusia kekurangan kebijaksanaan untuk mengendalikannya. Di sinilah filsafat menemukan kembali panggilannya,” ujar Prof. Amsal.
Ia menjelaskan, perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun di sisi lain, perubahan itu juga memunculkan persoalan baru terkait etika, martabat manusia, hingga arah peradaban modern.
Menurutnya, filsafat memiliki peran penting sebagai alat refleksi agar manusia tidak kehilangan orientasi di tengah dominasi teknologi.
- Penulis: Asep Alfarizi

Saat ini belum ada komentar