Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

  • account_circle Andi Dzulfahmi Hamzah
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pada pagi 5 September 2024 di pelataran Masjid Istiqlal, dunia menyaksikan sebuah momen yang akan lama dikenang. Imam Besar Masjid Istiqlal membungkukkan tubuh lalu mengecup lembut kening Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda. Sang Paus membalas dengan mencium tangan sang Imam beberapa kali. Media internasional mengabadikan peristiwa itu sebagai simbol persaudaraan ruhaniah yang melampaui sekat agama, ras, dan warna kulit; menempatkan cinta serta kemanusiaan sebagai jalan melawan kekerasan dan penindasan dunia.

Romo Franz Magnis-Suseno bahkan berpidato dalam sebuah acara ““Foto monumental Imam besar istiqlal dan Paus fransiskus, saya kirim ke grup Wahtsapp kerabat saya di jerman, ke seluruh kerabat dan kolega saya, dan dengan bangga saya mengatakan bahwa inilah wujud toleransi, moderasi, dan wajah persaudaraan sesungguhnya yang ada di Indonesia. Dunia perlu tau, dan dunia harus belajar dari Indonesia”.

Di balik momen itu berdiri Anregurutta’ Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang hampir dua tahun berselang kini memimpin Kementerian Agama RI. Pada zaman ketika moralitas publik tergerus oleh arus media sosial, berita bohong, fitnah, simplifikasi, dan misinterpretasi, saya kira kita perlu menelisik kiprah beliau lebih dahulu sebelum tergesa-gesa menjadi bagian dari kebisingan itu. Nasaruddin Umar adalah teks panjang yang perlu dibaca perlahan, bukan dipindai sepintas.

Akar yang Tertanam Dalam: Geneologi Keilmuan Timur dan Barat

Bila pohon ilmu mempunyai akar, maka Nasaruddin Umar adalah akar yang tumbuh dalam tradisi pesantren dengan disiplin ilmu agama klasik yang ketat. Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, salah satu pesantren tertua di kawasan timur Indonesia, pada masanya menjadi pintu peradaban ilmu agama. Dari sana lahir ulama dan masyaikh yang bukan hanya mahsyur di tanah air, tetapi juga disegani di Timur Tengah. Para santri dibekali fondasi ilmu yang utuh, berbeda dengan kecenderungan hari ini yang lebih gemar menelan potongan ceramah digital tanpa kesungguhan memeriksa dan memverifikasi kebenarannya. Hampir satu dasawarsa, sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga Pendidikan Guru Agama 1976, ia menghafal Al-Qur’an, mengaji kitab kuning di malam-malam sunyi, dan tumbuh dalam tradisi yang oleh para gurutta disebut “adek mappadek” yaitu adab sebelum ilmu.

Akar yang kuat itu kemudian menjulur ke dunia akademik global. Ia menjadi visiting student di Universitas McGill, Kanada 1993–1994, Universitas Leiden, Belanda 1994–1995, dan Universitas Sorbonne, Paris 1995. Ia juga menjadi scholar di Sophia University Tokyo 2001, SOAS University of London 2001–2002, hingga Georgetown University Washington DC 2003–2004. Ia menyempurnakan riset doktoralnya di Al-Azhar Mesir, mendatangi sumber ilmu untuk verifikasi langsung. Dalam budaya informasi instan hari ini, ia dapat dipahami sebagai cosmopolitan ulama menurut Geertz, yang memadukan turats klasik dengan epistemologi modern, serta bagian dari arus Civil Islam yang inklusif menurut Hefner.

  • Penulis: Andi Dzulfahmi Hamzah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Dalam sejarah Islam, banyak perempuan tampil sebagai figur yang memberi kontribusi penting dalam membentuk kehidupan spiritual umat. Khadijah dikenal karena keteguhan dan dukungannya pada masa awal dakwah, baik secara moral maupun material. Aisyah menjadi rujukan utama dalam periwayatan hadis dan persoalan-persoalan hukum, menunjukkan kedalaman pengetahuan dan ketajaman intelektualnya. Fatimah dihormati karena kesederhanaan, keteguhan sikap, dan […]

  • Ansor Pohuwato Perkuat Kapasitas BAGANA Hadapi Risiko Bencana photo_camera 4

    Ansor Pohuwato Perkuat Kapasitas BAGANA Hadapi Risiko Bencana

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 431
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dan penyegaran pengetahuan bagi Banser Tanggap Bencana (BAGANA), Minggu (5/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Taluditi, sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan kader menghadapi potensi bencana alam. Banser Siaga Bencana (BAGANA) merupakan satuan khusus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di […]

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

  • Pertemuan 3 Jam Prabowo dan Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Bahas Isu Global dan Persahabatan

    Pertemuan 3 Jam Prabowo dan Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Bahas Isu Global dan Persahabatan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka pada Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Lebaran, tetapi juga […]

  • IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Seluruh data dan proyeksi terkait IPO, termasuk yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Investor disarankan melakukan analisis mandiri dan/atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. nulondalo.com – Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia […]

  • Wagub Gorontalo: Aspirasi Mahasiswa Pasti Kami Perjuangkan

    Wagub Gorontalo: Aspirasi Mahasiswa Pasti Kami Perjuangkan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie turun langsung menemui massa demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Merah Maron, Senin (1/9/2025), di Bundaran Hulondalo Indah, Kota Gorontalo. Suasana aksi menjadi lebih kondusif saat Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo duduk bersama di atas aspal untuk berdialog langsung dengan […]

expand_less