Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

  • account_circle Andi Dzulfahmi Hamzah
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pada pagi 5 September 2024 di pelataran Masjid Istiqlal, dunia menyaksikan sebuah momen yang akan lama dikenang. Imam Besar Masjid Istiqlal membungkukkan tubuh lalu mengecup lembut kening Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda. Sang Paus membalas dengan mencium tangan sang Imam beberapa kali. Media internasional mengabadikan peristiwa itu sebagai simbol persaudaraan ruhaniah yang melampaui sekat agama, ras, dan warna kulit; menempatkan cinta serta kemanusiaan sebagai jalan melawan kekerasan dan penindasan dunia.

Romo Franz Magnis-Suseno bahkan berpidato dalam sebuah acara ““Foto monumental Imam besar istiqlal dan Paus fransiskus, saya kirim ke grup Wahtsapp kerabat saya di jerman, ke seluruh kerabat dan kolega saya, dan dengan bangga saya mengatakan bahwa inilah wujud toleransi, moderasi, dan wajah persaudaraan sesungguhnya yang ada di Indonesia. Dunia perlu tau, dan dunia harus belajar dari Indonesia”.

Di balik momen itu berdiri Anregurutta’ Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang hampir dua tahun berselang kini memimpin Kementerian Agama RI. Pada zaman ketika moralitas publik tergerus oleh arus media sosial, berita bohong, fitnah, simplifikasi, dan misinterpretasi, saya kira kita perlu menelisik kiprah beliau lebih dahulu sebelum tergesa-gesa menjadi bagian dari kebisingan itu. Nasaruddin Umar adalah teks panjang yang perlu dibaca perlahan, bukan dipindai sepintas.

Akar yang Tertanam Dalam: Geneologi Keilmuan Timur dan Barat

Bila pohon ilmu mempunyai akar, maka Nasaruddin Umar adalah akar yang tumbuh dalam tradisi pesantren dengan disiplin ilmu agama klasik yang ketat. Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, salah satu pesantren tertua di kawasan timur Indonesia, pada masanya menjadi pintu peradaban ilmu agama. Dari sana lahir ulama dan masyaikh yang bukan hanya mahsyur di tanah air, tetapi juga disegani di Timur Tengah. Para santri dibekali fondasi ilmu yang utuh, berbeda dengan kecenderungan hari ini yang lebih gemar menelan potongan ceramah digital tanpa kesungguhan memeriksa dan memverifikasi kebenarannya. Hampir satu dasawarsa, sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga Pendidikan Guru Agama 1976, ia menghafal Al-Qur’an, mengaji kitab kuning di malam-malam sunyi, dan tumbuh dalam tradisi yang oleh para gurutta disebut “adek mappadek” yaitu adab sebelum ilmu.

Akar yang kuat itu kemudian menjulur ke dunia akademik global. Ia menjadi visiting student di Universitas McGill, Kanada 1993–1994, Universitas Leiden, Belanda 1994–1995, dan Universitas Sorbonne, Paris 1995. Ia juga menjadi scholar di Sophia University Tokyo 2001, SOAS University of London 2001–2002, hingga Georgetown University Washington DC 2003–2004. Ia menyempurnakan riset doktoralnya di Al-Azhar Mesir, mendatangi sumber ilmu untuk verifikasi langsung. Dalam budaya informasi instan hari ini, ia dapat dipahami sebagai cosmopolitan ulama menurut Geertz, yang memadukan turats klasik dengan epistemologi modern, serta bagian dari arus Civil Islam yang inklusif menurut Hefner.

  • Penulis: Andi Dzulfahmi Hamzah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOPRA Institut Desak KPK dan Kejagung Atas Dugaan Korupsi Bank Sumut KCP Krakatau

    KOPRA Institut Desak KPK dan Kejagung Atas Dugaan Korupsi Bank Sumut KCP Krakatau

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    JAKARTA – KOPRA Institut (Komite Perjuangan Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung pada Kamis (26/2/2026) Aksi tersebut menuntut agar kedua lembaga penegak hukum mengambil alih pemeriksaan dugaan korupsi senilai Rp2,2 miliar yang diduga melibatkan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Koordinator aksi, Ardi, menyampaikan bahwa kedatangan […]

  • Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Ada pola yang terus berulang dalam setiap fase zaman. Biasanya, generasi terdahulu menjustifikasi generasi setelahnya. Setiap peralihan era selalu akrab dengan kalimat semacam ini: “Generasi sekarang tidak seperti dulu, mereka sekarang….” Titik-titik itu hampir selalu diisi dengan narasi yang menegaskan keunggulan masa lalu sekaligus meragukan masa kini. Dulu, saya akrab dengan ceramah Zainuddin MZ yang menyebut generasi […]

  • Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) menjadi sorotan setelah pertemuan pimpinan ormas Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Jika sebelumnya MUI menyuarakan keraguan, kini organisasi tersebut menunjukkan sikap yang lebih terbuka dengan sejumlah catatan. Wakil Ketua Umum MUI […]

  • Spirit Qurban: Manifestasi Iman dan Solidaritas Kemanusiaan

    Spirit Qurban: Manifestasi Iman dan Solidaritas Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Ibadah qurban merupakan  simbol spiritual paling mendalam pada tradisi Islam. Qurban tidak sekadar ritual penyembelihan hewan pada momentum Idul Adha, melainkan representasi perjalanan batin manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat relasi kemanusiaan. Dalam tindakan qurban terkandung pesan pengorbanan, keikhlasan, ketundukan, dan solidaritas sosial yang melampaui makna formal ibadah. Di tengah kehidupan modern […]

  • Map Is Not Territory

    Map Is Not Territory

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Oleh : Pepy Albayqunie (Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah) Dalam kegiatan orientasi atau pelatihan Moderasi Beragama, ada satu latihan sederhana yang sering memantik diskusi selanjutnya. Peserta diminta menggambar denah perjalanan dari rumah menuju lokasi pelatihan. Tidak perlu akurat, tidak […]

  • Pendamping Desa Tuntut Pencopotan Mendes PDT Yandri Susanto

    Pendamping Desa Tuntut Pencopotan Mendes PDT Yandri Susanto

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Ratusan Pendamping Desa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025. Dalam aksi tersebut mereka menolak Kebijakan Menteri Desa Yandri Susanto yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 1.040 pendamping desa eks caleg di Pemilu 2024. Koordinator Aksi Robby Maulana menyebut demonstrasi ini […]

expand_less