Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

  • account_circle Andi Dzulfahmi Hamzah
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melalui Asta Protas Kementerian Agama, ekoteologi mulai diarusutamakan sebagai bagian dari kebijakan kelembagaan, sehingga kesadaran ekologis ditempatkan sebagai bagian dari spiritualitas publik. Meskipun saat ini sebagian masyarakat masih apatis, perubahan paradigma semacam ini kerap bekerja secara jangka panjang. Tidak tertutup kemungkinan, dalam 10–20 tahun ke depan, kesadaran ekologis justru menjadi arus utama dalam praktik keberagamaan.

Isu yang paling hangat adalah kehadiran LPDU (Lembaga Pemberdayaan Dana Umat). Ketika beliau menyampaikan bahwa potensi dana umat yang merupakan akumulasi Zakat, Infak, Sedekah, dan DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya) mencapai sekitar 1.200 triliun, sebagian kecil publik langsung berspekulasi, berasumsi, bahkan menghardik dan mencemooh. Seolah-olah Menteri Agama hendak memajaki atau merampas kekayaan masyarakat. Narasi itu kemudian berkembang liar, bahkan dipelintir dengan mengaitkannya pada program MBG (Makan Bergizi Gratis) atau isu penambalan defisit keuangan negara, seakan-akan tanpa memahami bahwa instrumen ekonomi Islam bekerja pada koridor dan tujuan yang sangat jelas. Dan bagi seorang Menteri agama sangat jelas nawa citanya adalah “Mengentaskan Kemiskinan Struktural” yang tidak pernah bisa kita selesaikan.

Pernyataan tersebut justru semestinya dibaca sebagai pemantik kesadaran beragama, bahwa Islam memiliki sistem ekonomi yang sangat potensial dan terstruktur. Tujuannya bukan sekadar membicarakan angka, tetapi menumbuhkan kebanggaan bahwa ekonomi keumatan memiliki fondasi yang kuat dalam struktur demografi mayoritas muslim. Bagi saya, “who cares about the magnitude”, siapa yang terlalu sibuk memperdebatkan besaran angka. Yang lebih penting adalah kesadaran bahwa arah ekonomi berbasis umat memiliki prospek yang positif. Jauh sebelum angka itu disebutkan, Nasaruddin Umar dalam berbagai forum telah menegaskan bahwa yang utama adalah pembenahan tata kelola kelembagaan: transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan independensi, sebagai prasyarat mutlak sebelum berbicara pada optimalisasi potensi.

Dengan potensi sebesar itu, rasanya tidak ada yang keliru jika pemerintah turut serta dalam mengorkestrasi, memfasilitasi, dan mengelola dana berbasis keumatan. Gagasan ini berangkat dari kegelisahan beliau terhadap sejumlah persoalan di OPZ, termasuk kasus ACT yang mencederai wajah filantropi Islam. Hal tersebut menunjukkan masih lemahnya mekanisme pencegahan dan pengawasan yang sistematis, tidak seperti sinergi antara OJK dan BI yang bekerja secara terstruktur dalam mencegah sekaligus menangani penyalahgunaan di sektor keuangan formal.

Di negara demokratis, atensi dan suara mayoritas memang kerap diasumsikan sebagai representasi kebenaran. Namun ketika informasi keliru menyebar di masyarakat, tidak adil jika publik semata yang dijadikan kambing hitam. Pada titik ini, problem tidak hanya berada pada ruang publik, tetapi juga pada kualitas ekosistem komunikasi kebijakan itu sendiri.

  • Penulis: Andi Dzulfahmi Hamzah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rahmat Hidayat
    • visibility 1.336
    • 0Komentar

    Namun, hingga hampir berakhirnya masa kepengurusan saat ini, banyak pihak menilai bahwa PKC PMII Sulawesi Selatan belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan organisasi. Alih-alih menghadirkan kemajuan, yang terlihat justru stagnasi gerakan yang menyebabkan menurunnya gairah kaderisasi dan minimnya inovasi organisasi. Hubungan koordinatif antara PKC dengan cabang-cabang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga banyak […]

  • Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hanifa Aulia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Di atas kertas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu tampak menjanjikan. Angkanya besar, programnya luas, dan tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di lapangan, banyak warga justru merasa dampaknya “jauh” dari kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang sering muncul sederhana tapi mengganggu: kalau anggaran negara terus meningkat, kenapa hidup masih terasa sulit? Isu ini kembali hangat […]

  • Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari di Jakarta. Informasi wafatnya Rachmat Gobel dibenarkan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Menurutnya, almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 03.20 WIB. “Turut berduka cita. Innalillahi wa inna ilaihi […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • Ringankan Beban Lansia, BUMDes Dulohupa Berbagi di Bulan Puasa photo_camera 2

    Ringankan Beban Lansia, BUMDes Dulohupa Berbagi di Bulan Puasa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 350
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dulohupa Desa Buti, Kecamatan Mananggu, menyalurkan paket sembako kepada sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Desa Buti. Program sosial ini menyasar para lansia yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah puasa. Direktur BUMDes Dulohupa, Akram Talibana, menjelaskan bahwa paket yang dibagikan berisi […]

  • Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo. Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A. Komponen ini meliputi atraksi […]

expand_less