Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

  • account_circle Andi Dzulfahmi Hamzah
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yang perlu dikritisi secara serius adalah lemahnya kapasitas komunikasi digital kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama. Inkonsistensi penyampaian, klarifikasi yang berulang, hingga misinterpretasi publik menunjukkan adanya kegagalan manajerial yang tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, harus ada pihak yang secara tegas bertanggung jawab atas hal tersebut di dalam tubuh kementerian. Tanpa itu, distorsi akan terus berulang, dan setiap gagasan strategis akan terus tenggelam dalam salah tafsir yang sebenarnya bisa dicegah.

Penutup: Membaca dengan Jernih, Bukan dengan Kebisingan

Pada akhirnya, di tengah moralitas yang tergerus oleh zaman, kita mungkin tidak terlalu kekurangan tokoh. Kekurangan kita adalah pembaca yang sabar, yang bersedia menahan diri sebelum informasi ditelaah dengan baik, yang membaca pidato dua jam alih-alih sepuluh detik, yang mau memahami konteks alih-alih menelan judul dan potongan video mentah-mentah.

Membaca Nasaruddin Umar adalah membaca pertanyaan tentang diri kita sendiri: apakah kita masih mampu membaca dengan jernih, atau kita hanya membaca kebisingan? Apakah kita masih mengizinkan tokoh-tokoh tumbuh di republik ini, atau kita memilih merobohkan setiap pohon beringin yang akarnya tidak kita pahami?
Sang Menteri akan terus berjalan. Sejarah pula yang akan menulis bab-bab selanjutnya. Tugas kita lebih sederhana, namun lebih sulit: Belajar membaca.

Penulis : Direktur Program NUO

  • Penulis: Andi Dzulfahmi Hamzah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Kapolres Maros dan Kajari Maros Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum di Kabupaten Maros

    Silaturahmi Kapolres Maros dan Kajari Maros Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum di Kabupaten Maros

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Komitmen memperkuat sinergitas antar Aparat Penegak Hukum (APH) terus dibangun di Kabupaten Maros. Melalui silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui […]

  • Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh kepala daerah, kementerian, serta lembaga negara untuk serius menangani persoalan lingkungan. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. […]

  • Pacaran Anak di Bawah Umur dan Bawa Kabur Kini Bisa Dipenjara, Ini Aturan KUHP Baru

    Pacaran Anak di Bawah Umur dan Bawa Kabur Kini Bisa Dipenjara, Ini Aturan KUHP Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 670
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Praktik pacaran anak di bawah umur yang berujung pada tindakan membawa pergi tanpa restu orang tua kini berisiko pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru menegaskan bahwa persetujuan anak tidak menghapus pelanggaran hukum atas hak pengasuhan orang tua yang sah. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP berlaku penuh […]

  • Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran Play Button

    Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional? Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan […]

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, pilihan semacam ini lebih selaras dengan realitas sosial. Keragaman latar belakang budaya, kepentingan daerah, dan orientasi ideologis wajar tercermin dalam keragaman pilihan politik. Jika sistem terlalu keras menyaring partai melalui ambang batas nasional, aspirasi minoritas berisiko kehilangan saluran formalnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlebar jarak antara rakyat dan […]

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 157
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

expand_less