Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

  • account_circle Andi Dzulfahmi Hamzah
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 139
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Niat Tulus, Visi, dan Kita yang Sering Kali Keliru dalam Memahami

Gagasan Nasaruddin Umar selalu tampak asing pada pandangan pertama, tetapi seringkali dunia berpihak dan membenarkannya. Sekurang-kurangnya, ada 4 visi besar yang terus menerus digaungkan oleh beliau semenjak menjadi Menteri Agama: 1) Moderasi dan Kerukunan Ummat Beragama, 2) Kurikulum Berbasis Cinta, 3) Ekotelogi, 4) Pemberdayaan Ekonomi Ummat. Namun sebelum menitih lebih jauh, saya ingin mengambil contoh terdahulu, bagaimana gagasan beliau memperjuangkan keadilan gender di Indonesia tidak semulus dan semudah membalikkan telapak tangan.

Tiga dekade silam, ketika menulis disertasi tentang perspektif gender dalam Al-Qur’an, gagasan Nasaruddin Umar dicemooh sebagai bid’ah modernis. Ia dituding menyimpang, tetapi tetap menulis, berdialog, dan menjaga kerendahan hati. Hari ini, ketika perempuan Indonesia dapat memimpin lembaga, menjadi rektor, mengendarai motor sendiri, bahkan diakui sebagai ulama, sesungguhnya kita sedang menikmati buah dari pohon yang ditanam orang-orang seperti Nasaruddin Umar puluhan tahun lalu. Wadud (1999) menyebut pendekatan ini sebagai gender-sensitive hermeneutics: tafsir yang membaca teks suci dengan kepekaan sosial-historis. Sementara Mernissi (1991) mengingatkan bagaimana tafsir patriarkal kerap ditampilkan seolah-olah sebagai suara Tuhan. Nasaruddin Umar termasuk salah satu pelopor pendekatan ini di Asia Tenggara. Ironisnya, banyak hal yang dulu dicemooh kini justru perlahan menjadi konsensus yang diterima diam-diam.

Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat, dan bersamanya problematika global ikut bergeser secara signifikan. Salah satu isu paling krusial adalah perubahan iklim. Laporan IPCC Sixth Assessment Report (2021–2023) mencatat kenaikan suhu global telah mencapai sekitar 1,1°C dibanding era pra-industri, dengan risiko tinggi melampaui 1,5°C dalam waktu dekat jika emisi tidak ditekan. Di sisi lain, Nicholas Stern (Stern Review, 2006) menegaskan bahwa dampak perubahan iklim dapat menurunkan PDB global hingga 5–20% per tahun, sementara biaya mitigasi hanya sekitar 1% PDB, sehingga ketidakbertindakan merupakan risiko ekonomi yang sangat besar.

Namun dalam perspektif Nasaruddin Umar, persoalan ini tidak cukup dibaca melalui kebijakan dan ekonomi semata. Ada dimensi yang lebih fundamental, yaitu cara manusia memaknai alam. Melalui gagasan ekoteologi, alam dipahami bukan sekadar objek eksploitasi, tetapi memiliki dimensi kesakralan yang wajib dijaga. Dalam kerangka ini, agama tidak berhenti pada ritual, tetapi menjadi kekuatan transformatif yang mengubah cara hidup manusia, termasuk relasinya dengan alam.

  • Penulis: Andi Dzulfahmi Hamzah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

    Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik izin pengelolaan tambang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan kembali memanas. Kali ini datang dari pernyataan terbuka Zanuba Arifah Chafso Wahid atau Yeni Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Di hadapan ribuan jamaah Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Yeni mengungkap adanya peran seorang menteri yang disebut paling ngotot mendorong pemberian konsesi […]

  • Hangatnya Lebaran di Rujab Gubernur Gorontalo, Gusnar Terima Kunjungan Kepala Daerah

    Hangatnya Lebaran di Rujab Gubernur Gorontalo, Gusnar Terima Kunjungan Kepala Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Disusul Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu pada pukul 11.30 Wita, dan ditutup dengan kedatangan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga bersama jajaran pada pukul 13.40 Wita. Selain para kepala daerah, sejumlah anggota DPRD, pimpinan lembaga, serta tokoh masyarakat turut hadir meramaikan suasana. Momen silaturahmi berlangsung khidmat namun tetap diwarnai kehangatan khas Lebaran. Sehari sebelumnya, Sabtu (21/3/2026), suasana […]

  • Pasar Masuk Angin

    Pasar Masuk Angin

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle  Dr. Muhammad Aras Prabowo
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Di negeri yang katanya ramah, religius, dan gemar musyawarah ini, ekonomi ternyata juga punya perasaan. Ia bisa senang, bisa sedih, dan rupanya juga bisa kaget sampai masuk angin. Buktinya, ketika keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), pasar langsung demam. Rupiah menggigil, IHSG meriang, dan investor asing mendadak […]

  • RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

    RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Setelah melalui proses pembangunan sejak 2021, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Camba di Kabupaten Maros akhirnya resmi beroperasi penuh mulai 29 Desember 2025. Kehadiran fasilitas kesehatan ini menjadi salah satu realisasi janji politik Bupati Maros, Chaidir Syam, sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi. Peresmian operasional RSUD Camba disambut […]

  • Mahasiswa PKUMI Jakarta Kunjungi KBRI Kairo, Perkuat Peran sebagai Duta Bangsa

    Mahasiswa PKUMI Jakarta Kunjungi KBRI Kairo, Perkuat Peran sebagai Duta Bangsa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kairo, Moh. Nur Salim, menekankan pentingnya menjaga kesungguhan dan disiplin dalam menempuh studi. Ia mengingatkan bahwa proses belajar harus dijalani dengan komitmen kuat agar memberikan manfaat maksimal, baik bagi diri sendiri maupun bagi Indonesia. Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, menyoroti pentingnya menempuh jalur pendidikan secara […]

  • Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Tegaskan Babak Baru Kedaulatan Energi

    Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Tegaskan Babak Baru Kedaulatan Energi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, Rabu (28/1/2026), di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan energi nasional yang lebih terarah, berdaulat, dan berkelanjutan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, menegaskan […]

expand_less