Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Pasar Ambuwa, Pesan Menjaga Alam dan Masa Depan Gorontalo

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 305
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Suasana Pasar Ambuwa di Desa Huntu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Pasar yang dikelola para seniman setempat itu tidak hanya menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas, tetapi juga dikenal sebagai tempat menikmati beragam kuliner lokal khas Gorontalo.

Pasar Ambuwa sengaja dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Selain menjadi titik temu berbagai komunitas, pasar ini dinilai merepresentasikan hubungan erat antara lingkungan hidup, pangan lokal, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Di tempat tersebut, peserta berdiskusi tentang masa depan hutan, energi, dan lingkungan hidup di Gorontalo sambil menikmati aneka kuliner yang dijajakan warga di lapak-lapak yang tersedia.

Di bawah lampu gantung yang menerangi sudut-sudut pasar, belasan tikar anyaman mulai dipenuhi pengunjung. Sebagian datang bersama keluarga, sementara lainnya hadir bersama komunitas masing-masing.

Di sejumlah lapak, pedagang masih sibuk melayani pembeli yang menggunakan koin dari batok tempurung sebagai alat transaksi. Koin tersebut diperoleh pengunjung melalui penukaran uang tunai yang difasilitasi panitia penyelenggara.

Pengunjung menikmati suasana malam sambil menunggu rangkaian acara dimulai. Ketika layar putih mulai menampilkan film dokumenter Atas Nama Transisi Energi, Hutan Gorontalo Dikorbankan, suasana pasar perlahan menjadi hening. Mata para pengunjung tertuju ke layar. Sesekali terdengar bisik-bisik kecil ketika tayangan memperlihatkan kondisi hutan dan aktivitas industri biomassa di Gorontalo.

Usai pemutaran film, suasana kembali hidup. Seorang seniman teater membawakan pertunjukan bertema lingkungan di area panggung utama. Tak lama kemudian, lantunan puisi menggema dari pengeras suara. Arnold Ahmad, sang deklamator malam itu, tampil penuh penghayatan. Suaranya yang lantang memenuhi setiap sudut pasar, membuat penonton larut dalam setiap bait yang dibacakannya.

Kegiatan tersebut digagas oleh Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) bersama Hartdisk, Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Gorontalo, serta Koalisi #SaveGorontalo dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laporan Langit

    Laporan Langit

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan audit tahunan yang paling jujur: audit hati. Bedanya dengan audit laporan keuangan, auditor Ramadhan tidak bisa diajak negosiasi, tidak bisa diundang buka puasa bersama, dan tidak mengenal istilah “koreksi minor”. Ia langsung tembus ke niat. Dalam bahasa akuntansi, Ramadhan mengajarkan kita satu sistem pencatatan paling canggih: double entry dunia–akhirat. Dalam akuntansi modern, […]

  • Kolonialisme Digital

    Kolonialisme Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Sonny Madjid
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Setelah perang nilai tukar mata uang, bio farma-bio teknologi, narasi sistem global kini sudah masuk pada perang berbasis teknologi (cybernwar, big data, AI, dll). Pertanyaan besarnya adalah siapa yang menguasai teknologi, maka dia mengendalikan, apa kepentingannya, siapa yang diuntungkan? Kita semua tahu, penguasaan algoritma yang menyangkut infrastruktur data global, platform digital dikuasai segelintir korporasi dan […]

  • Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kalau Anda bertanya kepada seorang muslim, apakah ia punya niatan naik haji, maka dari  jutaaan mereka nyaris punya jawaban yang sama, “ingin berhaji melengkapi rukun Islam kelima. Saya pun adalah satu dari sekian banyak umat Islam yang selalu mengharu-birukan doa untuk mendapat undangan Sang Khaliq ke Rumah-Nya yang suci itu. Naik haji ke Baitullah (Makkah […]

  • Kasus HIV/AIDS di Maros Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

    Kasus HIV/AIDS di Maros Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 277
    • 0Komentar

    nulondalon.com, Maros– Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Maros menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Maros mencatat sebanyak 165 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjalani terapi antiretroviral (ARV) sejak 2021 hingga November 2025. Peningkatan ini terlihat dari laporan tahunan. Pada 2021 terdapat 23 kasus, naik menjadi 32 kasus pada 2022. Tren terus berlanjut […]

  • Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, menyampaikan pesan khusus Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), kepada jajaran pengurus dan kader PKB Gorontalo saat memimpin Rapat Formatur Pembentukan dan Penetapan Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Provinsi Gorontalo Masa Bhakti 2026–2031 di Grand […]

  • Misteri Emas Molalahu dan Keserakahan yang Terus Berulang

    Misteri Emas Molalahu dan Keserakahan yang Terus Berulang

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Sebagai salah seorang warganegara yang terlahir di tanah Molalahu, saya terkejut membaca postingan yang dibagikan warganet di media sosial, menyayat hati. Tentang aktivitas liar, mencabik-cabik bumi tanah leluhur. Kabar itu seketika menjadi viral. Berbagai komentar penolakan berseliweran di jagad maya, seturut viralnya 100 ribu rupiah ongkos naik bentor pada acara Penas Tani dan Nelayan Ke […]

expand_less