Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

  • account_circle Sutanti Idris
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 153
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, ada satu jenis pekerjaan yang justru sering luput dari pengakuan: pekerjaan domestik ibu rumah tangga. Aktivitas memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mendampingi pendidikan keluarga, menjaga kesehatan emosional anggota rumah tangga, hingga memastikan seluruh ritme keluarga berjalan stabil, sering dianggap sebagai “kewajiban biasa” seorang perempuan. Padahal, jika dihitung secara ekonomi, pekerjaan tersebut memiliki nilai yang sangat besar.

Ironisnya, pekerjaan yang paling menentukan kualitas generasi masa depan justru menjadi pekerjaan yang paling minim apresiasi finansial. Inilah yang disebut sebagai invisible labor — kerja yang nyata, melelahkan, produktif, tetapi tidak terlihat dalam statistik ekonomi formal.

Dalam perspektif ekonomi modern, ukuran produktivitas masih terlalu berpusat pada pekerjaan yang menghasilkan pendapatan langsung. Akibatnya, ibu rumah tangga sering dianggap “tidak bekerja” hanya karena tidak menerima gaji bulanan. Padahal jika seluruh pekerjaan domestik itu dialihkan kepada tenaga profesional, keluarga harus membayar biaya besar untuk pengasuh anak, guru privat, koki, cleaning service, konselor keluarga, hingga manajer rumah tangga.

Artinya, seorang ibu sejatinya menjalankan banyak profesi sekaligus dalam satu waktu.

Sayangnya, masyarakat masih sering menilai nilai seseorang dari seberapa besar penghasilannya, bukan dari seberapa besar kontribusinya terhadap keberlangsungan kehidupan. Perspektif inilah yang perlu diluruskan. Sebab ekonomi sejatinya bukan hanya tentang uang yang berputar di pasar, tetapi juga tentang bagaimana manusia mempertahankan kualitas hidupnya.

Ibu rumah tangga adalah fondasi ekonomi yang paling dasar. Ketika seorang ibu menjaga stabilitas rumah tangga dengan baik, maka produktivitas anggota keluarga lainnya ikut meningkat. Anak tumbuh lebih sehat secara emosional, suami dapat bekerja lebih fokus, dan lingkungan keluarga menjadi lebih stabil. Dampaknya bahkan bisa dirasakan hingga skala sosial dan nasional.

Negara dengan kualitas keluarga yang baik umumnya memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih kuat. Maka sesungguhnya, pekerjaan domestik bukan aktivitas kecil. Ia adalah investasi sosial jangka panjang.

Sebagai perempuan, saya memandang bahwa nilai seorang perempuan tidak selalu harus diukur dari seberapa tinggi jabatan publik yang dimiliki. Menjadi ibu rumah tangga yang cerdas, terdidik, dan mampu membangun kualitas generasi juga merupakan bentuk kepemimpinan yang luar biasa. Perempuan modern tidak seharusnya dipaksa memilih antara keluarga atau intelektualitas. Keduanya bisa berjalan beriringan.

Pendidikan tinggi justru membuat perempuan lebih sadar bahwa pekerjaan domestik memiliki nilai strategis dalam pembangunan manusia. Karena itu, ibu rumah tangga tidak boleh lagi diposisikan sebagai kelompok “tidak produktif”. Mereka adalah penggerak ekonomi yang bekerja tanpa jam istirahat dan sering kali tanpa penghargaan yang layak.

Lebih jauh lagi, fenomena invisible labor juga menunjukkan adanya ketimpangan emosional dalam rumah tangga. Banyak ibu yang kelelahan secara mental karena seluruh pekerjaan domestik dianggap otomatis menjadi tanggung jawabnya. Padahal membangun keluarga adalah kerja kolektif, bukan beban satu pihak saja. Kesadaran ini penting agar tercipta relasi keluarga yang lebih sehat, setara, dan saling menghargai.

Di era digital saat ini, perempuan semakin memiliki ruang untuk menyuarakan realitas tersebut. Banyak ibu rumah tangga yang kini tetap berkembang secara intelektual, aktif menulis, berbicara di forum publik, membangun komunitas, bahkan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu. Ini membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar untuk bertumbuh di berbagai ruang sekaligus.

Sudah waktunya masyarakat berhenti meremehkan pekerjaan domestik hanya karena tidak tercatat dalam slip gaji. Sebab tidak semua pekerjaan bernilai besar selalu dibayar dengan uang. Ada pekerjaan yang nilainya justru terlihat dari lahirnya anak-anak yang sehat, keluarga yang kuat, dan generasi yang berkualitas.

Dan di balik banyak keluarga hebat, sering kali ada seorang ibu yang bekerja dalam diam, tanpa panggung, tanpa sorotan, tetapi memegang peranan ekonomi yang sangat besar bagi kehidupan.

Invisible labor bukan tentang pekerjaan kecil yang tidak penting. Invisible labor adalah bentuk kontribusi besar yang terlalu lama dibuat tidak terlihat.

  • Penulis: Sutanti Idris

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 369
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi Play Button

    Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 533
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salat jenazah yang selama ini dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rincian hukum yang kerap luput dari perhatian jamaah. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Muin Mooduto, Ketua MUI Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, dalam pengajian menjelang Salat Jumat yang digelar di salah satu masjid di Kota Gorontalo pada 2021. Dalam […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke permukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/03/2026) sore. Berbeda dari kunjungan resmi pada umumnya, Presiden datang tanpa didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu secara tiba-tiba langsung menyedot perhatian warga, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran […]

  • Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo. Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A. Komponen ini meliputi atraksi […]

  • Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros –  Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Pallantikang, Maryam, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan permasalahan pendataan penerima bantuan dan isu pemungutan biaya administrasi bantuan sosial. Klarifikasi ini disampaikan secara terbuka sebagai upaya meredam polemik yang dinilai telah mengganggu ketertiban dan ketenangan masyarakat. Maryam menegaskan bahwa proses pendataan penerima manfaat […]

  • Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Kita semua pasti sangat mengenal Ali bin Abi Thalib—sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad. Namanya besar, riwayatnya panjang, dan perannya monumental dalam sejarah Islam. Tapi tahukah Anda? Ada seorang sepupu lainnya yang disebut mirip dengan Nabi, baik dari rupa maupun akhlak, dan sangat dicintai beliau. Ia bukan hanya seorang pejuang, tapi juga diplomat ulung. Namanya Ja’far […]

expand_less