Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

  • account_circle Sutanti Idris
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 101
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, ada satu jenis pekerjaan yang justru sering luput dari pengakuan: pekerjaan domestik ibu rumah tangga. Aktivitas memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mendampingi pendidikan keluarga, menjaga kesehatan emosional anggota rumah tangga, hingga memastikan seluruh ritme keluarga berjalan stabil, sering dianggap sebagai “kewajiban biasa” seorang perempuan. Padahal, jika dihitung secara ekonomi, pekerjaan tersebut memiliki nilai yang sangat besar.

Ironisnya, pekerjaan yang paling menentukan kualitas generasi masa depan justru menjadi pekerjaan yang paling minim apresiasi finansial. Inilah yang disebut sebagai invisible labor — kerja yang nyata, melelahkan, produktif, tetapi tidak terlihat dalam statistik ekonomi formal.

Dalam perspektif ekonomi modern, ukuran produktivitas masih terlalu berpusat pada pekerjaan yang menghasilkan pendapatan langsung. Akibatnya, ibu rumah tangga sering dianggap “tidak bekerja” hanya karena tidak menerima gaji bulanan. Padahal jika seluruh pekerjaan domestik itu dialihkan kepada tenaga profesional, keluarga harus membayar biaya besar untuk pengasuh anak, guru privat, koki, cleaning service, konselor keluarga, hingga manajer rumah tangga.

Artinya, seorang ibu sejatinya menjalankan banyak profesi sekaligus dalam satu waktu.

Sayangnya, masyarakat masih sering menilai nilai seseorang dari seberapa besar penghasilannya, bukan dari seberapa besar kontribusinya terhadap keberlangsungan kehidupan. Perspektif inilah yang perlu diluruskan. Sebab ekonomi sejatinya bukan hanya tentang uang yang berputar di pasar, tetapi juga tentang bagaimana manusia mempertahankan kualitas hidupnya.

Ibu rumah tangga adalah fondasi ekonomi yang paling dasar. Ketika seorang ibu menjaga stabilitas rumah tangga dengan baik, maka produktivitas anggota keluarga lainnya ikut meningkat. Anak tumbuh lebih sehat secara emosional, suami dapat bekerja lebih fokus, dan lingkungan keluarga menjadi lebih stabil. Dampaknya bahkan bisa dirasakan hingga skala sosial dan nasional.

Negara dengan kualitas keluarga yang baik umumnya memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih kuat. Maka sesungguhnya, pekerjaan domestik bukan aktivitas kecil. Ia adalah investasi sosial jangka panjang.

Sebagai perempuan, saya memandang bahwa nilai seorang perempuan tidak selalu harus diukur dari seberapa tinggi jabatan publik yang dimiliki. Menjadi ibu rumah tangga yang cerdas, terdidik, dan mampu membangun kualitas generasi juga merupakan bentuk kepemimpinan yang luar biasa. Perempuan modern tidak seharusnya dipaksa memilih antara keluarga atau intelektualitas. Keduanya bisa berjalan beriringan.

Pendidikan tinggi justru membuat perempuan lebih sadar bahwa pekerjaan domestik memiliki nilai strategis dalam pembangunan manusia. Karena itu, ibu rumah tangga tidak boleh lagi diposisikan sebagai kelompok “tidak produktif”. Mereka adalah penggerak ekonomi yang bekerja tanpa jam istirahat dan sering kali tanpa penghargaan yang layak.

Lebih jauh lagi, fenomena invisible labor juga menunjukkan adanya ketimpangan emosional dalam rumah tangga. Banyak ibu yang kelelahan secara mental karena seluruh pekerjaan domestik dianggap otomatis menjadi tanggung jawabnya. Padahal membangun keluarga adalah kerja kolektif, bukan beban satu pihak saja. Kesadaran ini penting agar tercipta relasi keluarga yang lebih sehat, setara, dan saling menghargai.

Di era digital saat ini, perempuan semakin memiliki ruang untuk menyuarakan realitas tersebut. Banyak ibu rumah tangga yang kini tetap berkembang secara intelektual, aktif menulis, berbicara di forum publik, membangun komunitas, bahkan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu. Ini membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar untuk bertumbuh di berbagai ruang sekaligus.

Sudah waktunya masyarakat berhenti meremehkan pekerjaan domestik hanya karena tidak tercatat dalam slip gaji. Sebab tidak semua pekerjaan bernilai besar selalu dibayar dengan uang. Ada pekerjaan yang nilainya justru terlihat dari lahirnya anak-anak yang sehat, keluarga yang kuat, dan generasi yang berkualitas.

Dan di balik banyak keluarga hebat, sering kali ada seorang ibu yang bekerja dalam diam, tanpa panggung, tanpa sorotan, tetapi memegang peranan ekonomi yang sangat besar bagi kehidupan.

Invisible labor bukan tentang pekerjaan kecil yang tidak penting. Invisible labor adalah bentuk kontribusi besar yang terlalu lama dibuat tidak terlihat.

  • Penulis: Sutanti Idris

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar […]

  • Piutang Langit

    Piutang Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena menarik dalam dunia akuntansi rumah tangga. Tiba-tiba grafik sedekah naik, kurva infak menanjak, dan neraca keikhlasan ikut-ikutan surplus. Di sisi lain, daftar belanja takjil dan THR juga ikut meledak. Inilah bulan ketika manusia rajin “mengirim proposal” ke langit. Sebagai akademisi akuntansi, saya sering bercanda kepada mahasiswa: “Kalau di dunia ada piutang […]

  • BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, lebih dari 75 persen wilayah terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai lebih dari tiga meter. Luapan air yang disertai lumpur dan material sampah menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga. […]

  • Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan

    Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pesantren Khatamun Nabiyyin bersama Khatam Institute menggelar Stadium Generale bertajuk “Peran Filsafat dalam Kehidupan Kontemporer: Antara Kemajuan Teknologi dan Krisis Kemanusiaan” pada Rabu, 13 Mei 2026, di Auditorium Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Muh. Agus Salim selaku moderator. Dalam pemaparannya, […]

  • PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muh. Gifari Bachmid
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Penulis adalah Praktisi Perbankan/ Pengurus Lakpesdam NU Kota Gorontalo Sebelum dihebohkan oleh pemblokiran rekening berstatus dormant oleh PPATK, praktik tersebut ternyata lazim diterapkan didunia perbankan. Rekening yang tidak aktif atau tidak memiliki transaksi dalam kurun waktu 3 sampai 12 bulan maka status rekeningnya akan berubah menjadi status dormant. Jika rekening nasabah berstatus dormant, maka rekening […]

  • PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan pengguna jasa terhadap kewajiban retribusi, Unit Pelaksana Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma menyelenggarakan Pembinaan Wajib Retribusi Jasa Kepelabuhanan dan Optimalisasi Pelayanan Kesyahbandaraan, Kamis (3/7/2025). Plt. Kepala PP Gentuma Sitti Sabariah Machmud menegaskan pentingnya pemahaman bersama tentang retribusi dalam sambutannya. Sabariah menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan […]

expand_less