Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Masjid di Tengah Gemerlap Kota: Disertasi Fahdiana Yuniasih Membaca Ulang Peran Ruang Ibadah di Jantung Jakarta

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 104
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com — Di antara gedung-gedung tinggi, pusat bisnis, dan derasnya arus kapital perkotaan, ruang ibadah kerap dipandang sebagai bagian kecil dari pembangunan kota modern. Namun sebuah penelitian doktoral di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia menghadirkan sudut pandang berbeda: masjid bukan sekadar ruang yang bertahan di tengah tekanan modernitas, melainkan aktor yang ikut membentuk wajah kota.

Gagasan tersebut menjadi inti disertasi berjudul “Tipomorfologi Masjid Perkotaan di Segitiga Emas Jakarta: Negosiasi Sakral dan Sekuler” yang dipresentasikan secara terbuka oleh promovenda Dr. Fahdiana Yuniasih dalam sidang promosi doktor di Universitas Indonesia.

Penelitian ini berangkat dari pertanyaan sederhana namun penting: bagaimana masjid mampu bertahan, berubah, dan menyesuaikan diri di kawasan pusat bisnis Jakarta yang identik dengan logika ekonomi, investasi, dan perkembangan kota vertikal?

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Sidang sekaligus Penguji. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Ir. Evawani Ellisa, M.Eng., Ph.D. sebagai Promotor dan Suraya Abdulwahab Afiff, M.A., Ph.D. sebagai Ko-Promotor.

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Ir. Achmad Hery Fuad, M.Eng., Joko Adianto, S.T., M.Ars., Ph.D., serta Ir. Azrar Hadi Ramli, Ph.D.

Masjid Bukan Sisa dari Pembangunan Kota

Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode grounded theory dan multiple case study, Fahdiana meneliti hubungan antara urbanisme Islam, pembangunan kapitalistik, serta praktik keberagamaan masyarakat perkotaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid di kawasan perkotaan berkembang dalam tiga bentuk utama, yakni masjid tradisional, masjid modern, dan masjid hibrida.

Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa modernisasi kota selalu menggeser keberadaan ruang religius.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa masjid di kawasan pusat bisnis bukan residu pembangunan kota, tetapi institusi spasial yang terus beradaptasi, bernegosiasi, dan bahkan ikut menentukan bagaimana kota dibentuk dan dimaknai,” ujar Dr. Fahdiana Yuniasih dalam pemaparannya.

Menurutnya, hubungan antara ruang sakral dan ruang sekuler tidak selalu berjalan dalam konflik. Keduanya justru dapat berinteraksi dan melahirkan bentuk baru kehidupan keagamaan di ruang urban.

“Yang terjadi bukan pertarungan antara agama dan modernitas, melainkan proses negosiasi. Masjid dapat hadir di tengah infrastruktur ekonomi tanpa kehilangan fungsi spiritualnya, dan justru menciptakan bentuk keberagamaan urban yang baru,” jelasnya.

Hak atas Kota Tidak Hanya Tentang Ekonomi

Lebih dari sekadar kajian arsitektur, disertasi ini membawa pesan tentang bagaimana kota seharusnya dirancang.

Fahdiana menawarkan pandangan bahwa perencanaan kota tidak cukup hanya mempertimbangkan efisiensi ruang, nilai investasi, dan produktivitas ekonomi. Dimensi sosial dan spiritual masyarakat juga perlu menjadi bagian dari pembangunan kota.

Konsep hak atas kota (right to the city) menjadi salah satu gagasan penting yang muncul dari penelitian tersebut, bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki hak untuk hadir, menggunakan, dan memberi makna terhadap ruang perkotaan.

Dalam konteks ini, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang ikut membangun identitas dan pengalaman warga kota.

Dukungan Keluarga di Balik Perjalanan Akademik

Di balik pencapaian akademik tersebut, perjalanan panjang doktoral Fahdiana juga tidak terlepas dari dukungan keluarga.

Suaminya, Jamaluddin Djunaid, menyebut perjalanan tersebut bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi proses panjang menjaga keseimbangan antara ilmu, keluarga, dan pengabdian.

“Perjalanan doktoral ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi proses panjang menjaga konsistensi antara idealisme, keluarga, dan pengabdian ilmu. Saya melihat penelitian ini lahir dari ketekunan membaca realitas kota dengan perspektif yang manusiawi,” ujarnya.

Ia berharap gagasan yang lahir dari penelitian tersebut dapat melampaui ruang akademik.

“Kami berharap gagasan ini tidak berhenti sebagai disertasi, tetapi berkembang menjadi kontribusi bagi perencanaan kota Indonesia yang lebih inklusif terhadap dimensi sosial dan spiritual,” tambahnya.

Disertasi Fahdiana Yuniasih pada akhirnya memperluas cara melihat arsitektur. Kota tidak hanya dibangun oleh gedung tinggi, jalan, dan pusat ekonomi, tetapi juga oleh nilai, keyakinan, serta ruang-ruang yang memberi manusia tempat untuk memaknai kehidupannya.

Masjid di tengah kota bukan sekadar bangunan yang bertahan. Ia adalah bagian dari cerita tentang bagaimana manusia terus bernegosiasi dengan perubahan zaman.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pernyataan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, terkait potensi dan pengelolaan dana umat kembali memantik diskursus publik mengenai peran keuangan sosial Islam dalam pembangunan nasional. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa pengelolaan dana umat tidak boleh berhenti pada zakat semata. “Zakat adalah fondasi. Namun, ekosistem dana […]

  • LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat

    LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Provinsi Gorontalo, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D, menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah memiliki nilai strategis yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan masyarakat (Selasa, 28/10/2025). Menurut dr. Sri Manovita, ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari kesehatan karena keduanya saling menguatkan. “Kesehatan adalah modal dasar produktivitas, […]

  • Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    NUlONDALO.COM – MANANGGU – Pelaksanaan kegiatan Meludan Jaton di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Jawa Tondano (Jaton), yang ditandai dengan terkumpulnya sekitar 80-an ambeng sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga tradisi leluhur. Korda KKIJ Kabupaten Boalemo, Suleman Asmu, mengatakan pelaksanaan kegiatan tahun […]

  • Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Di negeri ini, fraud dan kriminalisasi sering kali seperti dua santri yang duduk satu bangku: kelihatannya berbeda kitab, tapi ujian akhirnya sama-sama bikin deg-degan. Fraud yang awalnya dosa akuntansi, lama-lama naik kelas menjadi dosa pidana. Sementara kriminalisasi, yang mestinya urusan hukum, kadang terasa seperti urusan selera politik. Maka jangan heran, jabatan publik kini sering dipersepsikan […]

  • Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    PT Pegadaian terus menghadirkan inovasi layanan keuangan yang memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas. Melalui program Promo Cicilan Emas Pegadaian, masyarakat kini dapat menikmati kemudahan bertransaksi cicil emas dengan lebih hemat, aman, dan praktis melalui aplikasi digital Pegadaian. Promo dengan kode SERUMULIA15 memberikan keuntungan berupa potongan uang muka sebesar Rp 15 ribu per gram dengan maksimal […]

  • Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, pembelajaran online tidak lagi relevan diperdebatkan pada level “perlu atau tidak”. Ia telah menjelma menjadi bagian dari infrastruktur pendidikan itu sendiri. Persoalannya kini bergeser: bukan lagi soal menerima atau menolak, melainkan bagaimana menempatkannya secara tepat agar tidak kehilangan ruh pendidikan. Di titik ini, kita berhadapan dengan dilema klasik—antara […]

expand_less