Breaking News
dark_mode
Trending Tags

LBH Papua Desak Kapolri Usut Dugaan Penyiksaan dan Penangkapan Sewenang-wenang oleh Oknum Polisi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Jayapura – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua mendesak Kapolri segera memerintahkan Kapolda Papua untuk menangkap dan memproses hukum oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah hukum Polda Papua.

Desakan tersebut disampaikan LBH Papua dalam siaran pers yang diterbitkan bertepatan dengan momentum Hari Bhayangkara, Rabu (1/7/2026). Menurut LBH Papua, profesionalisme Polri tidak hanya diukur dari keberhasilan mengungkap perkara atau melaksanakan operasi keamanan, tetapi juga dari penghormatan terhadap HAM, prinsip negara hukum, dan penegakan hukum yang adil.

Direktur LBH Papua, Festus Ngoranmele, mengatakan seluruh tindakan aparat penegak hukum harus tunduk pada konstitusi, menghormati hak asasi manusia, serta menjamin prinsip due process of law dan fair trial.

Berdasarkan pendampingan hukum yang dilakukan sepanjang 2025 hingga 2026, LBH Papua mencatat sedikitnya tiga perkara yang dinilai menunjukkan dugaan pelanggaran serius.

Ketiga perkara tersebut meliputi dugaan penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, dan pengabaian hak atas pelayanan kesehatan terhadap Ronald Philip Pangkatana; dugaan penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, serta pelanggaran prinsip peradilan yang adil terhadap Albertus Madai dan Thomas Doo; serta dugaan keterlambatan penanganan laporan penyalahgunaan senjata api terhadap Ebenius Tabuni.

LBH Papua menyebut perkara-perkara tersebut memperlihatkan pola dugaan penyiksaan, intimidasi saat pemeriksaan, pengabaian hak atas pelayanan kesehatan bagi tahanan, lambannya penanganan laporan masyarakat, hingga dugaan pelanggaran terhadap prinsip due process of law dan fair trial.

Temuan tersebut merupakan hasil pendampingan hukum LBH Papua dan sebagian telah dilaporkan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Menurut LBH Papua, momentum Hari Bhayangkara harus menjadi evaluasi terhadap praktik penyalahgunaan kewenangan yang masih terjadi.

Organisasi itu menilai tidak boleh ada pembiaran terhadap anggota kepolisian yang diduga melakukan penyiksaan, intimidasi, maupun penangkapan sewenang-wenang.

Penegakan disiplin, kode etik profesi, dan proses pidana terhadap oknum yang terbukti bersalah dinilai menjadi bagian penting dalam membangun institusi kepolisian yang profesional dan dipercaya masyarakat.

Dalam pernyataannya, LBH Papua juga mengajukan enam tuntutan kepada kepolisian. Di antaranya memastikan seluruh anggota Polri menjalankan tugas sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan, mengusut secara independen seluruh dugaan pelanggaran HAM oleh anggota kepolisian di Papua, menjamin proses penyidikan sesuai prinsip due process of law, memberikan perlindungan kepada korban dan saksi, mempercepat penanganan laporan masyarakat, serta memperkuat pendidikan dan pengawasan internal mengenai HAM di lingkungan Polri.

LBH Papua berharap Hari Bhayangkara menjadi momentum memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian sehingga kepercayaan publik terhadap institusi Polri dapat terus meningkat.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 514
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui penguatan tradisi keagamaan Lailatul Ijtima’ sebagai fondasi gerakan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Gorontalo pada Ahad, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri para ulama, kiai, tokoh […]

  • Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Gerakan Nurani Bangsa yang digerakkan sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan menyampaikan seruan moral kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi sosial politik yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, Gerakan Nurani Bangsa meminta Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menjadikan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat sebagai […]

  • Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS-PANGKEP — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat. Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa […]

  • Lebaran Dua Versi

    Lebaran Dua Versi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, para santri menyempatkan diri berkumpul di rumah Kyai Saleh setelah Salat Ied. Segala jenis makanan khas Sulawesi Selatan terhidang rapi, menggoda selera. Ada barongko, kue cucur, pisang goreng, dan aneka lontong yang harum. Suasana hangat dan riuh rendah percakapan memenuhi ruang tamu, tapi tetap penuh tertib. Satu per satu, para santri sungkem, […]

  • Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

    Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kematian Ali Khamenei memicu dinamika baru dalam politik Iran. Di tengah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya, nama Hassan Rouhani kembali mencuat dan mulai diperbincangkan di kalangan elite politik maupun pengamat internasional. Rouhani dikenal sebagai salah satu tokoh moderat dalam struktur Republik Islam Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran […]

  • Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Nulondalo.com|Maros, Sulsel — Pemerintah Kabupaten Maros resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 4.639 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Penyerahan tersebut dirangkaikan dalam Apel Akbar yang berlangsung khidmat di Lapangan Palantikang, Maros, Selasa sore, 30 Desember 2025. Apel akbar ini dihadiri lengkap unsur Forkopimda Plus, jajaran staf ahli, […]

expand_less