Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 256
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya.

Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu berbeda pendapat mengenai waktu terjadinya Isra’ Mi’raj. Ada yang menyebut bulan Rabiul Awal, Ramadan, tahun kesepuluh kenabian, bahkan setahun sebelum hijrah. Karena itu, menurutnya, perdebatan soal tanggal tidak boleh mengaburkan substansi peristiwa tersebut.

“Yang paling penting bukan kapan Isra’ Mi’raj terjadi, tetapi apa pesan keimanan yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Quraish Shihab menegaskan bahwa peristiwa Isra’ tidak dapat dipungkiri karena ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 1:

Subhānalladzī asrā bi ‘abdihī laylan…
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…”

Ayat ini, menurutnya, adalah fondasi akidah. Siapa pun yang menolak terjadinya Isra’, berarti menolak teks Al-Qur’an itu sendiri. Perbedaan pendapat di kalangan ulama bukan pada ada atau tidaknya Isra’ Mi’raj, melainkan pada rincian waktu dan teknis kejadiannya.

Jangan Ukur Kekuasaan Allah dengan Logika Manusia

Salah satu kekeliruan terbesar dalam memahami Isra’ Mi’raj, kata Quraish Shihab, adalah mengukurnya dengan kemampuan manusia biasa. Padahal Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pergi dengan kekuatannya sendiri, melainkan “diperjalankan” oleh Allah.

Ia mengibaratkan seperti seekor lalat yang ikut pesawat terbang dari Jakarta ke Makassar lalu kembali lagi. Lalat itu bukan terbang karena kemampuannya, melainkan karena “diterbangkan”.

“Demikian pula Nabi Muhammad. Beliau tidak berkata ‘saya pergi’, tetapi Allah yang memperjalankan,” ujarnya.

Quraish Shihab juga mengaitkan Isra’ Mi’raj dengan konsep relativitas waktu. Ia menjelaskan bahwa bagi Allah SWT tidak ada masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagaimana yang dipahami manusia.

Ia mencontohkan Surah An-Nahl ayat 1 yang menyatakan bahwa ketetapan Allah telah datang, meskipun menurut manusia peristiwa itu belum terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa waktu, dalam pandangan Ilahi, tidak dibatasi sebagaimana waktu manusia.

“Bagi Allah, sesuatu bisa dikatakan sudah terjadi meski menurut kita belum,” jelasnya.

Dalam pengajiannya, Quraish Shihab juga mengingatkan bahwa manusia tidak hanya hidup dalam satu dimensi. Selain jasad, manusia memiliki ruh dengan potensi yang jauh melampaui indra fisik.

Ia menyinggung pengalaman mimpi, intuisi, hingga kisah Sayyidina Umar bin Khattab yang memanggil panglimanya dari Madinah saat berkhutbah Jumat—sebuah peristiwa yang melampaui kemampuan pancaindra.

“Jangan mengira apa yang kita lihat dan dengar itulah seluruh kenyataan,” katanya.

Isra’ Mi’raj, menurutnya, sangat berkaitan dengan dimensi ruhani ini, sehingga tidak bisa dipahami semata-mata dengan pendekatan fisika dan logika material.

Subhānallāh, Kunci Sikap Seorang Mukmin

Menariknya, Al-Qur’an membuka kisah Isra’ Mi’raj dengan kata Subhānallāh. Quraish Shihab menjelaskan, kata ini diajarkan untuk diucapkan ketika manusia berhadapan dengan sesuatu yang mengagumkan dan sulit dijangkau akal.

“Subhānallāh mengajarkan kita untuk mengakui keterbatasan diri dan mengagungkan Allah,” tuturnya.

Isra’ Mi’raj, menurut Quraish Shihab, bukan sekadar kisah luar biasa tentang perjalanan Nabi, melainkan pelajaran mendalam tentang iman, kerendahan hati, dan keterbatasan akal manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT.

Di tengah masyarakat yang semakin rasional dan materialistik, Isra’ Mi’raj menjadi pengingat bahwa tidak semua kebenaran harus tunduk pada logika manusia. Sebab, iman justru tumbuh ketika manusia sadar bahwa ada wilayah yang hanya bisa didekati dengan ketundukan dan tasbih: Subhānallāh.

 

DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Dalam kamus kehidupan sehari-hari, kata sabar sering diperlakukan seperti obat mujarab untuk segala luka sosial. Ia terdengar menenangkan, penuh kebijaksanaan, bahkan dianggap sebagai jawaban paling aman atas berbagai persoalan hidup. Namun di balik itu, ada kekeliruan yang diam-diam terus dipelihara: kita terlalu sering mencampuradukkan antara kesabaran dan kepasrahan. Padahal keduanya lahir dari ruang batin yang […]

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

  • Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 136
    • 0Komentar

    oleh : Suci Priyanti Kartika Chanda Sari., S.H.,M.H. Bagi sebuah provinsi kepulauan seperti Gorontalo, transportasi udara bukanlah kemewahan, melainkan urat nadi esensial yang menyambungkan denyut ekonomi, sosial, dan bahkan spiritual warganya dengan seluruh nusantara. Jalur udara adalah jembatan bagi para perantau untuk kembali ke pelukan keluarga, koridor bagi pelajar untuk menimba ilmu, kanal bagi pelaku […]

  • Kesederhanaan dan Akhlak yang berumur panjang: Membaca Kharisma Imam Lapeo

    Kesederhanaan dan Akhlak yang berumur panjang: Membaca Kharisma Imam Lapeo

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Dalam kajian sosiologi klasik, Max Weber memperkenalkan konsep otoritas kharismatik sebagai salah satu sumber legitimasi sosial. Menurut Weber, kharisma muncul ketika seorang individu dipercaya memiliki kualitas luar biasa—kesucian, keberanian, atau kemampuan spiritual—yang membuatnya dipandang berbeda dari orang kebanyakan. Legitimasi figur tersebut tidak bersumber dari hukum formal ataupun tradisi, melainkan dari keyakinan para pengikut bahwa ia […]

  • Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, […]

  • Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    nulondalo.com  –  Aktivis asal Kabupaten Pohuwato, Muhajir Laindi, mendesak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk mengambil langkah lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan pertambangan rakyat di daerah tersebut. Ia meminta pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tetapi juga aktif mengadvokasi revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025 yang dinilai belum […]

expand_less