Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pamsimas Taipa Roboh, Pertanggungjawaban Dipertanyakan: Kadis PU dan Wabup Maros Bungkam

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.Com, MAROS – Pembersihan puing-puing bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Taipa, Desa Majanang, Kabupaten Maros, bukanlah akhir dari persoalan.

Justru setelah bangunan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut roboh, pertanyaan yang lebih besar kini mengemuka: siapa yang harus bertanggung jawab atas kegagalan konstruksi tersebut?

Pembersihan puing-puing bangunan dinilai tidak boleh menjadi akhir dari persoalan. Pemerintah perlu membuka secara terang penyebab robohnya bangunan, kualitas pekerjaan, proses pengawasan hingga pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Pasalnya, bangunan Pamsimas tersebut merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, sebelum sempat memberikan manfaat kepada warga, bangunan tersebut justru roboh.

Sekretaris Jenderal Lembaga Pemerhati Hukum dan Lingkungan Hidup (LPHLH), Hamzah, S.E., menegaskan bahwa tanggung jawab dalam proyek pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mencakup kualitas pekerjaan, pengawasan hingga pemanfaatannya oleh masyarakat.

“Yang dibersihkan memang puing bangunannya, tetapi pertanggungjawaban hukumnya tidak boleh ikut dibersihkan. Publik berhak mengetahui mengapa bangunan itu roboh sebelum sempat memberikan setetes air pun kepada masyarakat,” tegas Hamzah.

Menurut LPHLH, terdapat sejumlah pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban sesuai kewenangan masing-masing apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran.

Di antaranya penyedia jasa atau kontraktor pelaksana, apabila pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis maupun kontrak.

Kemudian konsultan pengawas, apabila ditemukan kelemahan dalam menjalankan fungsi pengawasan selama proses pekerjaan berlangsung.

Selanjutnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan instansi pelaksana, apabila terdapat kekurangan dalam pengendalian, penerimaan hasil pekerjaan maupun pengawasan administrasi sesuai ketentuan.

Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP/Inspektorat) juga dinilai memiliki peran penting untuk memastikan evaluasi terhadap proyek tersebut dilakukan secara independen, menyeluruh dan transparan.

Sementara Aparat Penegak Hukum (APH) perlu dilibatkan apabila hasil audit atau pemeriksaan menemukan adanya indikasi tindak pidana maupun penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Bangun Ulang Bukan Berarti Persoalan Selesai

LPHLH menilai pembangunan kembali fasilitas Pamsimas memang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih. Namun, pembangunan ulang tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan evaluasi terhadap penyebab robohnya bangunan sebelumnya.

“Jangan hanya membangun kembali tanpa mengungkap penyebab kegagalannya. Jika akar persoalannya tidak diselesaikan, maka potensi kegagalan serupa dapat kembali terjadi dan masyarakat lagi yang menjadi korban,” ujar Hamzah.

LPHLH juga mendesak Pemerintah Kabupaten Maros membuka hasil evaluasi teknis kepada publik.

Masyarakat, kata mereka, berhak mengetahui penyebab robohnya bangunan, dasar penetapan lokasi pembangunan kembali, pihak yang menanggung biaya pembangunan ulang, serta langkah konkret pemerintah untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Selain itu, LPHLH meminta Inspektorat melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek Pamsimas tersebut.

Jika ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kelalaian dalam pengawasan maupun indikasi kerugian keuangan negara, maka hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kadis PU dan Wabup Maros Tak Beri Tanggapan

Di tengah desakan agar persoalan tersebut dibuka secara transparan, awak media juga telah menginformasikan dan meminta tanggapan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros terkait robohnya bangunan Pamsimas tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan yang diberikan.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Wakil Bupati Maros untuk meminta penjelasan mengenai sikap pemerintah daerah terhadap robohnya fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat tersebut.

Namun, hingga kini Wakil Bupati Maros juga belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media.

Sikap diam tersebut menjadi tanda tanya tersendiri, mengingat persoalan ini menyangkut fasilitas publik dan penggunaan anggaran pemerintah yang semestinya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Publik tentu berharap pemerintah tidak hanya fokus membersihkan puing-puing bangunan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai mengapa bangunan tersebut bisa roboh, bagaimana proses pengawasan dilakukan, berapa nilai anggaran yang telah digunakan, serta siapa yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya kesalahan dalam pelaksanaannya.

“Pamsimas dibangun untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat, bukan menjadi monumen kegagalan pembangunan. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan sekadar membersihkan puing-puing, melainkan kepastian hukum, akuntabilitas penggunaan anggaran negara, dan jaminan bahwa fasilitas tersebut benar-benar dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” tutup Hamzah.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla

    Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar – Kualitas udara di Sulawesi Selatan memburuk dalam beberapa hari terakhir seiring meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Asap yang terbawa angin hingga ke Sulawesi Selatan tidak hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga  mengancam kesehatan masyarakat. “Sebagai kepala negara, kami mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan karhutla […]

  • IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar photo_camera 2

    IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 387
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada […]

  • Pendapatan Langit

    Pendapatan Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena unik dalam dunia akuntansi: grafik konsumsi naik, grafik diskon bertebaran, dan grafik kesabaran kadang turun—terutama saat menjelang buka puasa. Namun di balik riuhnya “war takjil” dan promo “beli dua gratis pahala (eh, maksudnya gratis satu)”, ada satu jenis pendapatan yang jarang dicatat dalam laporan keuangan: Pendapatan Langit. Sebagai dosen akuntansi, saya […]

  • Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah lama menjadi garda depan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam menegakkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menjaga keutuhan bangsa, dan memperkuat identitas kebangsaan. Namun, satu aspek yang selama ini belum tergarap secara maksimal adalah penguatan ekonomi kader dan organisasi. Di bawah kepemimpinan Addin Jauharudin, wajah GP Ansor mulai menunjukkan arah baru: […]

  • Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

expand_less