Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bulan Mei Transportasi Angkutan Udara Gorontalo Lesu

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jumlah pesawat yang berangkat dari Bandara Djalaluddin dan Bandara Panua Pohuwato pada Mei 2025 sebanyak 163 penerbangan atau menurun 9,94 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebanyak 181 penerbangan.

Jumlah pesawat yang datang di kedua bandara tersebut pada Mei 2025 sebanyak 163 penerbangan, atau menurun 9,94 persen dibanding pada April 2025 yang tercatat sebanyak 181 penerbangan.

Perkembangan transportasi angkutan udara disampaikan Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS).

“Jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 mengalami penurunan sebesar 18,48 persen, yaitu dari 14.727 orang pada April 2025 menjadi 12.006 orang pada Mei 2025,” kata Dwi Alwi Astuti, Selasa (1/7/2025).

Dwi Alwi Astuti  juga menyajikan data jumlah penumpang datang menurun 24,24 persen, yaitu dari 14.990 orang pada April 2025 menjadi 11.356 orang pada Mei 2025. Penumpang pesawat yang tercatat dalam Berita Resmi Statistik ini tidak termasuk penumpang transit.

Jumlah pesawat berangkat dan datang pada Januari-Mei 2025 dibandingkan dengan jumlah pesawat berangkat dan datang pada periode yang sama di tahun 2024 mengalami penurunan masing-masing sebesar 6,29 persen dan 5,96 persen.

Jumlah penumpang yang berangkat pada Januari-Mei 2025 menurun 6,33 persen dibandingkan dengan Januari-Mei 2024. Sementara itu, jumlah penumpang datang pada periode Januari-Mei 2025 mengalami penurunan sebesar 7,31 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024.

Selain penumpang juga disampaikan jumlah bagasi yang dimuat melalui bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 menurun 20,69 persen, yaitu dari 143.823 kg pada April 2025 menjadi 114.066 kg pada Mei 2025. Sementara itu, jumlah bagasi yang dibongkar pada Mei 2025 mengalami penurunan sebesar 24,37 persen, yaitu dari 142.474 kg pada April 2025 menjadi 107.758 kg pada Mei 2025.

“Jumlah kargo yang dimuat pada Mei 2025 menurun 3,38 persen, yaitu dari 111.645 kg pada April 2025 menjadi 107.876 kg pada Mei 2025. Di sisi lain, jumlah kargo yang dibongkar pada Mei 2025 mengalami penurunan sebesar 2,60 persen dibandingkan dengan April 2025, yaitu dari 459.886 kg menjadi 447.908 kg,” ungkap Dwi Alwi Astuti.

Sepanjang Januari-Mei 2025 jumlah bagasi yang dimuat mengalami penurunan sebesar 7,68 persen dibandingkan dengan Januari-Mei 2024. Sementara itu, jumlah bagasi yang dibongkar juga menurun 11,05 persen dibandingkan dengan Januari-Mei 2024. Dalam periode yang sama, jumlah kargo yang dimuat dan dibongkar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 20,02 persen dan 14,19 persen.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus jaringan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, Kamis (19/2/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru, dipimpin langsung Kapolda Kalsel didampingi Irwasda, Dir Reskrimum, Dir Lantas, dan Kabid Humas. Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi, menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel, Rosyanto […]

  • Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

    Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sejak pertama kali Asef Bayat menggempur ruang publik melalui pemikiran Post-Islamism: The Changing Faces of Political Islam (2013), negara yang berpenduduk mayoritas Muslim-termasuk Indonesia- tiba-tiba tersentak karena ternyata tubuh Islam  tidak pernah mengalami stagnasi tapi terus memperlihatkan sinyal transformasi. Para kaum Islamis terdidik pun segera banting setir lalu  melayangkan protes tanpa ampun apabila Islam bukanlah […]

  • Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 258
    • 0Komentar

    NU tidak membangun kekuasaan dengan cara merebut pusat. Ia tidak lahir dari istana, parlemen, atau kantor administrasi. NU lahir dari pinggir—dari desa, dari surau kecil, dari pesantren kampung yang jauh dari kota, dari obrolan yang tidak pernah berniat menjadi wacana besar. Karena itu, teori kekuasaan NU sejak awal berlawanan dengan logika kekuasaan modern yang bertumpu […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

  • NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    Bukan rahasia umum bahwa di dalam Nahdlatul Ulama terdapat dua lapisan keanggotaan yang sering disebut sebagai NU struktural dan NU kultural. Yang pertama adalah NU struktural, yaitu mereka yang berada dalam kepengurusan organisasi secara formal. Kelompok ini biasanya menjadi representasi resmi NU dalam berbagai agenda kelembagaan, seperti pertemuan resmi, surat-menyurat, maupun kegiatan organisasi lainnya. NU […]

  • Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Penulis Ahmad Takbir Abadi Setiap momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semestinya bukan sekadar ritual tahunan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang keberhasilan. Ia adalah jeda untuk bercermin, sudah sejauh mana republik ini menunaikan janji kemerdekaannya? Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia telah melewati pergantian rezim, pergantian presiden, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi. Pemimpin […]

expand_less