Direktur PKUMI Temui Dubes RI di Kairo, Perkuat Diplomasi Pendidikan Islam Indonesia–Mesir
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

Direktur PKUMI Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., bersama Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso, jajaran KBRI Kairo, dan 54 peserta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) berfoto bersama di halaman KBRI Kairo, Mesir, dalam rangka kunjungan silaturahmi dan audiensi pada 27 Oktober 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM, KAIRO — Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir, pada 27 Oktober 2026 waktu setempat.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi pendidikan Islam, kaderisasi ulama bertaraf internasional, serta hubungan intelektual antara Indonesia dan Mesir.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Thib Raya menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, beserta jajaran KBRI Kairo. Hadir pula Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abdul Muta’ali, Dr. Muhammad Aras Prabowo selaku Koordinator Divisi Keuangan PKUMI, serta Koordinator Fungsi Penerangan dan Kebudayaan Muhammad Nursalim.
Kunjungan ini berkaitan dengan pendampingan terhadap 54 peserta PKUMI yang sedang mengikuti program short course di Universitas Al-Azhar, Kairo. Para peserta terdiri atas 30 mahasiswa program magister PKU, enam peserta program magister PKUP, dan 18 peserta program doktoral PKU.
Ahmad Thib Raya menegaskan bahwa pendidikan kader ulama tidak sekadar berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga merupakan investasi peradaban untuk mempersiapkan kepemimpinan keagamaan Indonesia pada masa mendatang.
“Kami datang ke Mesir membawa 54 calon ulama untuk menimba ilmu di bumi Al-Azhar,” tegasnya.
Ia secara khusus menitipkan para peserta kepada Duta Besar RI dan jajaran KBRI Kairo agar mendapatkan pendampingan, arahan, serta akses terhadap pelayanan dan perlindungan negara selama menjalani pendidikan di Mesir.
“Kami memandang bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo bukan hanya kantor perwakilan diplomatik negara, melainkan juga rumah besar bagi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Mesir,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Thib Raya, calon ulama masa depan perlu mengintegrasikan kedalaman ilmu agama, kematangan spiritual, moderasi beragama, wawasan global, dan nasionalisme.
Tradisi intelektual Al-Azhar, lanjutnya, memiliki kontribusi historis dalam membentuk karakter ulama Indonesia yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Sejalan dengan hal tersebut, Dubes RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso menekankan pentingnya mahasiswa Indonesia menjaga nama baik bangsa melalui kapasitas akademik, perilaku, dan semangat kebangsaan selama menempuh pendidikan di luar negeri.
“Mahasiswa harus menjadi representasi terbaik Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan di tanah air memiliki kedalaman, keluasan, dan semangat kebangsaan yang kuat,” ujar Kuncoro.
Perkuat Jejaring Akademik Indonesia–Mesir
Selain mendampingi peserta program pendidikan, kunjungan Direktur PKUMI tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang penguatan jejaring akademik, kerja sama pendidikan, pertukaran intelektual, dan diplomasi keagamaan antara Indonesia dan Mesir.
Sinergi PKUMI, KBRI Kairo, dan lingkungan akademik Al-Azhar diharapkan dapat mendukung proses kaderisasi ulama Indonesia yang memiliki penguasaan mendalam terhadap khazanah keislaman sekaligus mampu merespons tantangan peradaban global.
Para calon ulama tersebut diharapkan tidak hanya berperan dalam pengembangan keilmuan dan kehidupan keagamaan di dalam negeri, tetapi juga menjadi jembatan dialog, pertukaran pengetahuan, perdamaian, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Melalui pendidikan dan pengalaman akademik di Mesir, kader ulama masa depan diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar