Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

  • account_circle Zaenuddin Endy
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap

Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; ia menjadi penggerak ideologis, kultural, dan spiritual dalam membangun tradisi keagamaan NU di tengah masyarakat Sidrap yang kala itu masih kuat dengan tradisi lokal, tarekat, hingga pengaruh aliran-aliran modernisme keagamaan.

Pada pertengahan abad ke-20, Sidrap (Sidenreng Rappang) dikenal sebagai wilayah agraris yang sangat kuat menjaga nilai adat, ikatan kekerabatan, dan kewibawaan ulama. Penyebaran paham Aswaja, khususnya dalam bingkai NU, menuntut pendekatan yang bijak, sabar, dan memahami akar tradisi masyarakat setempat. Di titik inilah ketokohan KH. Abd. Muin Yusuf menemukan relevansinya. Latar belakang pendidikan pesantren berbasis kitab kuning dan tarekat menjadikan dakwahnya kaya akan nilai tasamuh (toleransi) dan tawazun (keseimbangan).

Mendirikan NU Sidrap: Dari Masjid ke Organisasi

KH. Abd. Muin Yusuf bukan sekadar ulama biasa. Ia sadar betul bahwa organisasi adalah alat penting dalam menjaga dan merawat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan jejaring luas bersama tokoh-tokoh NU di Makassar, Parepare, Bone, dan Wajo, ia mulai memikirkan pentingnya membangun struktur resmi NU di Sidrap. Pada dekade 1960-an, ia memprakarsai berdirinya NU Cabang Sidrap sebagai wadah konsolidasi kiai kampung, ulama pesantren, dan tokoh agama untuk menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang inklusif dan ramah tradisi.

Selain menguatkan NU secara struktural, KH. Abd. Muin Yusuf juga aktif mengajarkan kitab-kitab klasik seperti Tafsir Jalalain, Fathul Mu’in, Al-Hikam, dan karya-karya Imam Al-Ghazali. Ia rutin menghidupkan pengajian-pengajian di masjid, langgar, hingga pesantren kecil binaannya. Dari sinilah lahir generasi kiai muda yang kelak meneruskan perjuangannya menjaga dakwah Aswaja.

Jejaring Ulama dan Penguatan Aswaja di Sulawesi Selatan

Dalam membangun NU di Sidrap, KH. Abd. Muin Yusuf menjalin hubungan erat dengan ulama-ulama penting NU Sulawesi Selatan. Ia dikenal dekat dengan tokoh-tokoh seperti KH. Muhammad Ramli, KH. Djamaluddin Assegaf, KH. Syaifuddin, dan lainnya yang kala itu menjadi rujukan keilmuan dan organisatoris NU. Jejaring ini bukan sekadar memperkuat dukungan moral, tapi juga memberikan legitimasi kuat bagi NU Sidrap dalam peta pergerakan NU di Sulawesi Selatan.

Warisan terbesarnya bukan semata organisasi, tapi nilai-nilai wasathiyah (moderasi), mahabbah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) yang ia tanamkan dalam kehidupan masyarakat. NU bagi KH. Abd. Muin Yusuf bukan soal kepengurusan, tapi soal menjaga hati umat tetap dalam orbit kecintaan kepada Allah, Rasulullah, dan ulama.

Dari Pesantren hingga Tafsir Bugis: Kiprah Keilmuan yang Langka

KH. Abdul Muin Yusuf lahir di Rappang, 21 Mei 1920. Sejak kecil, ia tekun menuntut ilmu di Inlandsche School, lalu melanjutkan ke Madrasah Ainur Rafieq, dan kemudian memperdalam ilmu agama di Madrasah Arabiyah Islamiyah Sengkang di bawah bimbingan Anregurutta Muhammad As’ad, ulama besar Sulawesi Selatan.

Pada April 1974, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqa di Benteng Sidrap, yang dikenal sebagai pesantren pertama di kabupaten tersebut. Melalui pesantren ini, ia mencetak generasi baru yang kokoh dalam tradisi Aswaja dan berakar kuat pada keislaman rahmatan lil alamin.

Salah satu karya monumental KH. Abd. Muin Yusuf adalah penyusunan tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Bugis berjudul Tafsere Akorang Ma’basa Ogi. Karya ini disusun selama delapan tahun, mencakup 30 juz, dan menjadi karya langka yang menggabungkan keilmuan tafsir klasik dengan pendekatan kultural Bugis. Di sini, ia membuktikan bahwa dakwah dapat berjalan harmonis bersama budaya lokal.

Ungkapan yang terkenal darinya, “accemali‑maliko naekiyaa aja numali” (“ikut arus namun terbawa arus”), mencerminkan kearifannya dalam menghadapi tekanan sosial-politik tanpa kehilangan prinsip keilmuan dan keteguhan dakwah. Ia lebih memilih merawat umat daripada larut dalam pusaran konflik kekuasaan.

Kiai yang Membumi, Dakwah yang Menyejukkan

KH. Abd. Muin Yusuf dikenal sebagai sosok kiai yang dekat dengan masyarakat, lembut dalam tutur kata, dan sederhana dalam menyampaikan pesan agama. Ia tidak berbicara untuk didengar, melainkan untuk dipahami. Ia tidak tampil untuk dipuja, tetapi untuk melayani umat. Tak heran, hingga wafatnya pada 23 Juni 2004, haul beliau masih rutin diperingati oleh ribuan santri dan masyarakat luas.

Jejak KH. Abd. Muin Yusuf membuktikan bahwa NU di Sidrap bukan gerakan dari luar, melainkan tumbuh dari dalam: dari masjid, pesantren, dan dialek Bugis. NU hadir sebagai perpanjangan kearifan lokal, bukan penghapusnya. Ia menjadi penjaga tradisi, perawat sosial, dan perekat bangsa tanpa kehilangan identitas budaya.

Warisan Abadi: Bukan Gedung, tapi Nilai

Warisan KH. Abd. Muin Yusuf bukan sekadar bangunan fisik atau lembaga organisasi, tapi nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, ketekunan, dan keteguhan menjaga kebenaran. Warisan ini hidup dalam ingatan kolektif umat yang rindu akan dakwah yang menyejukkan, ajaran yang membebaskan, dan ilmu yang mencerahkan.

Generasi muda NU Sidrap hari ini memikul tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para Anregurutta. Tugas mereka bukan hanya mempertahankan nama NU, tetapi meneruskan ruh perjuangan: ilmu, akhlak, dan pengabdian. Menelusuri jejak beliau bukan sekadar mengenang sejarah, tapi membaca peta masa depan.

NU Sidrap tak akan besar karena struktur semata, tetapi karena ruh dan nilai yang diwariskan. Itulah suluh dalam gelap, tonggak dalam arus, dan mata air di tengah dahaga zaman.

Penulis: Zaenuddin Endy
(Koordinator Instruktur PKPNU Sulawesi Selatan)

  • Penulis: Zaenuddin Endy
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Perubahan demografi global akibat migrasi pada hakikatnya tidak berdiri sebagai peristiwa sosial yang otonom. Ia merupakan pantulan dari dinamika geopolitik dunia yang terus bergerak dalam irama tarik-menarik kepentingan. Konflik di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz menghadirkan kenyataan bahwa arus manusia lintas batas bukan sekadar fenomena kemanusiaan, melainkan konsekuensi historis dari perebutan pengaruh global […]

  • Trump dan Matinya Amerika

    Trump dan Matinya Amerika

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Kakek berusia 79 tahun itu datang dengan slogan yang terdengar seperti mantra kebangkitan: Make America Great Again. Di podium-podium, dari panggung ke panggung, ia kerap tampil dengan gaya komedian yang angkuh. Ia adalah Donald Trump. Ia sesumbar menjanjikan restorasi kejayaan dan kebesarannya; Amerika akan kembali disegani. Dunia akan kembali tunduk. Pabrik-pabrik akan hidup. Perbatasan akan […]

  • Goodwill Langit

    Goodwill Langit

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Di dunia akuntansi, ada satu istilah yang sering membuat mahasiswa mengernyitkan dahi: goodwill. Ia tidak bisa disentuh, tidak bisa difoto, tetapi nilainya bisa sangat mahal. Goodwill muncul ketika sebuah perusahaan dibeli lebih mahal daripada nilai aset bersihnya. Artinya ada sesuatu yang tak terlihat—reputasi, kepercayaan, atau nama baik—yang dihargai lebih tinggi daripada bangunan, mesin, bahkan kas. […]

  • Sawah dan Masa Depan Sebuah Bangsa

    Sawah dan Masa Depan Sebuah Bangsa

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Membaca Kepemimpinan Dr. Yasir Machmud dalam Perspektif Ibnu Khaldun, Muhammad al-Tahir bin Asyur, dan Nabi Yusuf a.s. “Peradaban tidak lahir dari istana. Ia tumbuh dari tanah yang diolah dengan amanah.” Suatu pagi, ribuan tahun yang lalu, seorang raja Mesir terbangun dengan wajah yang tidak biasa. Malam sebelumnya ia bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan […]

  • Pengawasan KNMP Kalumbatan Kembali Disorot, Kevin Lapendos Desak Pengerjaan Dihentikan Sementara

    Pengawasan KNMP Kalumbatan Kembali Disorot, Kevin Lapendos Desak Pengerjaan Dihentikan Sementara

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persoalan pengawasan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kalumbatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, kembali menjadi sorotan. Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, mendesak agar pengerjaan proyek tersebut dihentikan sementara sampai aspek pengawasan, keamanan area kerja, dan kepatuhan terhadap ketentuan pelaksanaan proyek dapat dievaluasi secara menyeluruh. Desakan tersebut disampaikan Kevin setelah menurut pantauannya, […]

expand_less