Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

  • account_circle Zaenuddin Endy
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap

Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; ia menjadi penggerak ideologis, kultural, dan spiritual dalam membangun tradisi keagamaan NU di tengah masyarakat Sidrap yang kala itu masih kuat dengan tradisi lokal, tarekat, hingga pengaruh aliran-aliran modernisme keagamaan.

Pada pertengahan abad ke-20, Sidrap (Sidenreng Rappang) dikenal sebagai wilayah agraris yang sangat kuat menjaga nilai adat, ikatan kekerabatan, dan kewibawaan ulama. Penyebaran paham Aswaja, khususnya dalam bingkai NU, menuntut pendekatan yang bijak, sabar, dan memahami akar tradisi masyarakat setempat. Di titik inilah ketokohan KH. Abd. Muin Yusuf menemukan relevansinya. Latar belakang pendidikan pesantren berbasis kitab kuning dan tarekat menjadikan dakwahnya kaya akan nilai tasamuh (toleransi) dan tawazun (keseimbangan).

Mendirikan NU Sidrap: Dari Masjid ke Organisasi

KH. Abd. Muin Yusuf bukan sekadar ulama biasa. Ia sadar betul bahwa organisasi adalah alat penting dalam menjaga dan merawat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan jejaring luas bersama tokoh-tokoh NU di Makassar, Parepare, Bone, dan Wajo, ia mulai memikirkan pentingnya membangun struktur resmi NU di Sidrap. Pada dekade 1960-an, ia memprakarsai berdirinya NU Cabang Sidrap sebagai wadah konsolidasi kiai kampung, ulama pesantren, dan tokoh agama untuk menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang inklusif dan ramah tradisi.

Selain menguatkan NU secara struktural, KH. Abd. Muin Yusuf juga aktif mengajarkan kitab-kitab klasik seperti Tafsir Jalalain, Fathul Mu’in, Al-Hikam, dan karya-karya Imam Al-Ghazali. Ia rutin menghidupkan pengajian-pengajian di masjid, langgar, hingga pesantren kecil binaannya. Dari sinilah lahir generasi kiai muda yang kelak meneruskan perjuangannya menjaga dakwah Aswaja.

Jejaring Ulama dan Penguatan Aswaja di Sulawesi Selatan

Dalam membangun NU di Sidrap, KH. Abd. Muin Yusuf menjalin hubungan erat dengan ulama-ulama penting NU Sulawesi Selatan. Ia dikenal dekat dengan tokoh-tokoh seperti KH. Muhammad Ramli, KH. Djamaluddin Assegaf, KH. Syaifuddin, dan lainnya yang kala itu menjadi rujukan keilmuan dan organisatoris NU. Jejaring ini bukan sekadar memperkuat dukungan moral, tapi juga memberikan legitimasi kuat bagi NU Sidrap dalam peta pergerakan NU di Sulawesi Selatan.

Warisan terbesarnya bukan semata organisasi, tapi nilai-nilai wasathiyah (moderasi), mahabbah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) yang ia tanamkan dalam kehidupan masyarakat. NU bagi KH. Abd. Muin Yusuf bukan soal kepengurusan, tapi soal menjaga hati umat tetap dalam orbit kecintaan kepada Allah, Rasulullah, dan ulama.

Dari Pesantren hingga Tafsir Bugis: Kiprah Keilmuan yang Langka

KH. Abdul Muin Yusuf lahir di Rappang, 21 Mei 1920. Sejak kecil, ia tekun menuntut ilmu di Inlandsche School, lalu melanjutkan ke Madrasah Ainur Rafieq, dan kemudian memperdalam ilmu agama di Madrasah Arabiyah Islamiyah Sengkang di bawah bimbingan Anregurutta Muhammad As’ad, ulama besar Sulawesi Selatan.

Pada April 1974, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqa di Benteng Sidrap, yang dikenal sebagai pesantren pertama di kabupaten tersebut. Melalui pesantren ini, ia mencetak generasi baru yang kokoh dalam tradisi Aswaja dan berakar kuat pada keislaman rahmatan lil alamin.

Salah satu karya monumental KH. Abd. Muin Yusuf adalah penyusunan tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Bugis berjudul Tafsere Akorang Ma’basa Ogi. Karya ini disusun selama delapan tahun, mencakup 30 juz, dan menjadi karya langka yang menggabungkan keilmuan tafsir klasik dengan pendekatan kultural Bugis. Di sini, ia membuktikan bahwa dakwah dapat berjalan harmonis bersama budaya lokal.

Ungkapan yang terkenal darinya, “accemali‑maliko naekiyaa aja numali” (“ikut arus namun terbawa arus”), mencerminkan kearifannya dalam menghadapi tekanan sosial-politik tanpa kehilangan prinsip keilmuan dan keteguhan dakwah. Ia lebih memilih merawat umat daripada larut dalam pusaran konflik kekuasaan.

Kiai yang Membumi, Dakwah yang Menyejukkan

KH. Abd. Muin Yusuf dikenal sebagai sosok kiai yang dekat dengan masyarakat, lembut dalam tutur kata, dan sederhana dalam menyampaikan pesan agama. Ia tidak berbicara untuk didengar, melainkan untuk dipahami. Ia tidak tampil untuk dipuja, tetapi untuk melayani umat. Tak heran, hingga wafatnya pada 23 Juni 2004, haul beliau masih rutin diperingati oleh ribuan santri dan masyarakat luas.

Jejak KH. Abd. Muin Yusuf membuktikan bahwa NU di Sidrap bukan gerakan dari luar, melainkan tumbuh dari dalam: dari masjid, pesantren, dan dialek Bugis. NU hadir sebagai perpanjangan kearifan lokal, bukan penghapusnya. Ia menjadi penjaga tradisi, perawat sosial, dan perekat bangsa tanpa kehilangan identitas budaya.

Warisan Abadi: Bukan Gedung, tapi Nilai

Warisan KH. Abd. Muin Yusuf bukan sekadar bangunan fisik atau lembaga organisasi, tapi nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, ketekunan, dan keteguhan menjaga kebenaran. Warisan ini hidup dalam ingatan kolektif umat yang rindu akan dakwah yang menyejukkan, ajaran yang membebaskan, dan ilmu yang mencerahkan.

Generasi muda NU Sidrap hari ini memikul tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para Anregurutta. Tugas mereka bukan hanya mempertahankan nama NU, tetapi meneruskan ruh perjuangan: ilmu, akhlak, dan pengabdian. Menelusuri jejak beliau bukan sekadar mengenang sejarah, tapi membaca peta masa depan.

NU Sidrap tak akan besar karena struktur semata, tetapi karena ruh dan nilai yang diwariskan. Itulah suluh dalam gelap, tonggak dalam arus, dan mata air di tengah dahaga zaman.

Penulis: Zaenuddin Endy
(Koordinator Instruktur PKPNU Sulawesi Selatan)

  • Penulis: Zaenuddin Endy
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo memusnahkan sebanyak 19.754 minuman keras (miras) berbagai jenis, Senin (29/12/2025). Pemusnahan dilakukan di Lapangan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur. Ribuan miras tersebut merupakan hasil penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo, serta hasil razia Polresta […]

  • 64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup […]

  • Tingkat Hunian Lapas Medan Didominasi Narapidana Narkotika

    Tingkat Hunian Lapas Medan Didominasi Narapidana Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Tingkat hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan didominasi oleh narapidana kasus narkotika. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI, sekitar 70 persen warga binaan di Lapas Kelas I Medan merupakan pelaku tindak pidana narkoba. Data tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Panja Pemasyarakatan Komisi XIII […]

  • Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan harapannya agar Ikatan Alumni (IKAL) Lemhannas Republik Indonesia Provinsi Gorontalo dapat menjadi contoh organisasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo periode 2025–2030, Rabu (2/7/2025), Idah menekankan bahwa IKAL memiliki posisi penting […]

  • Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS Play Button

    Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 379
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS. Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita. Salim S Mengga mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa almarhum wafat akibat sakit, tanpa merinci […]

expand_less