Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam berbagai pidato, dokumen perencanaan pembangunan, maupun visi-misi kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), pembangunan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi narasi utama. Frasa seperti “menyiapkan generasi emas”, “mendorong kualitas pendidikan”, atau “membangun SDM unggul” kerap terdengar dalam forum-forum resmi. Namun, jika kita mengarahkan pandangan lebih dekat ke kondisi nyata pendidikan tinggi di daerah ini, pertanyaan kritis pun muncul: apakah semua itu benar-benar diwujudkan? Ataukah hanya menjadi retorika politik yang terus diulang tanpa pijakan konkret?

Belakangan ini, beberapa pemerintah daerah di Indonesia — termasuk di Bolaang Mongondow Raya — tampak berlomba-lomba untuk mendirikan perguruan tinggi negeri atau kampus baru sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan tinggi. Langkah ini sepintas terlihat progresif dan visioner. Namun di balik upaya itu, muncul ironi yang mengganggu: perguruan tinggi lokal yang sudah lama berdiri dan berjuang sendiri justru dibiarkan tanpa dukungan berarti.

Kampus lokal seperti Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dan beberapa STIE, STIKES, maupun akademi lainnya telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan segala keterbatasan. Mereka memiliki mahasiswa, tenaga pengajar, dan jejaring masyarakat yang kuat. Namun, minim perhatian dari pemerintah membuat kualitas layanan pendidikan stagnan. Sementara itu, alih-alih memperkuat dan merevitalisasi kampus-kampus ini, pemerintah justru mengalihkan fokus ke rencana pendirian institusi baru yang membutuhkan anggaran besar dan proses panjang.

Pemerintah daerah semestinya memiliki keberanian untuk merevitalisasi kampus lokal yang sudah ada melalui Penguatan anggaran tahunan, Peningkatan kualitas SDM (dosen dan tenaga kependidikan) ,Modernisasi fasilitas digital dan laboratorium ,Kerja sama dengan kementerian/lembaga untuk konversi status (misalnya dari swasta ke negeri atau vokasi ke universitas negeri berbasis daerah). Dengan langkah ini, perguruan tinggi lokal akan menjadi pilar nyata pembangunan daerah — bukan sekadar simbol atau pelengkap administratif.

Jika tujuan pemerintah adalah menciptakan generasi cerdas dan membangun SDM daerah, maka mengabaikan kampus lokal sama saja dengan mengabaikan akar pembangunan itu sendiri. Mendirikan perguruan tinggi baru bukan solusi utama; yang dibutuhkan adalah komitmen untuk membesarkan dan memberdayakan yang sudah berjuang di tengah keterbatasan.

Realita: Perguruan Tinggi Lokal Masih Tertatih

Bolaang Mongondow Raya yang mencakup lima wilayah administratif — Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Kota Kotamobagu — belum memiliki pusat pendidikan tinggi yang benar-benar mapan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) sebagai salah satu perguruan tinggi lokal masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur, minimnya anggaran operasional, dan kurangnya dukungan pengembangan kualitas dosen serta penelitian.

Beberapa kampus swasta atau vokasi juga mengalami nasib serupa. Mereka hadir dan bertahan bukan karena dukungan struktural dari pemerintah kabupaten/kota, tetapi karena inisiatif swasta dan semangat masyarakat lokal yang tak ingin ketinggalan zaman.

Pemerintah daerah memang memberikan beasiswa, namun jumlahnya terbatas dan distribusinya sering kali tidak transparan. Banyak program unggulan SDM hanya berakhir pada pelatihan-pelatihan seremonial tanpa kelanjutan. Sementara itu, potensi perguruan tinggi lokal untuk menjadi mitra strategis pembangunan daerah nyaris tidak tersentuh. Kampus-kampus ini tidak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, tidak dioptimalkan dalam pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, atau UMKM, dan tidak dibantu untuk membangun jejaring dengan perguruan tinggi nasional.

Jika pemerintah daerah terus membiarkan perguruan tinggi lokal tertinggal, maka wacana tentang “pembangunan SDM” hanya akan menjadi retorika kosong. Dan jika pembangunan SDM dianggap sebagai investasi masa depan, mengapa institusi yang seharusnya menjadi pilar utama — yaitu perguruan tinggi — justru dibiarkan berjalan sendiri tertatih tanpa dukungan maksimal?

Saatnya pemerintah kabupaten/kota di BMR mengambil sikap: memosisikan kampus lokal sebagai mitra utama pembangunan, bukan pelengkap formalitas.

Membangun SDM bukan hanya soal beasiswa atau pelatihan singkat, tapi butuh investasi jangka panjang melalui penguatan institusi pendidikan tinggi lokal. Jika perguruan tinggi terus terpinggirkan, maka wacana pembangunan SDM akan tetap jadi retorika kosong tanpa substansi.

Kita tidak bisa berharap akan lahir generasi hebat jika rumah besar mereka — kampus lokal — terus-menerus diabaikan.

Oleh : Sicilya C. Mokoginta, SE.MM –  (Akademisi di Universitas Dumoga Kotamobagu)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), dengan dihadiri tokoh agama, pejabat pemerintah, dan perwakilan ormas Islam se-Gorontalo. Pengukuhan dipimpin Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya MUI sebagai mitra […]

  • Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) menjadi sorotan setelah pertemuan pimpinan ormas Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Jika sebelumnya MUI menyuarakan keraguan, kini organisasi tersebut menunjukkan sikap yang lebih terbuka dengan sejumlah catatan. Wakil Ketua Umum MUI […]

  • RA Assalam Tenjo Borong Prestasi di Ajang AKSERA 2026

    RA Assalam Tenjo Borong Prestasi di Ajang AKSERA 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – RA Assalam Tenjo kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang AKSERA (Ajang Kreativitas, Seni, Olahraga, dan Agama Anak RA) tingkat Parungpanjang, Rumpin, dan Tenjo. Kegiatan yang berlangsung di Ocean Park BSD pada 27 April 2026 tersebut diikuti oleh 10 RA dengan total sekitar 500 siswa. Ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak usia dini untuk […]

  • Sepanjang 2025 Gorontalo Terima Manfaat Pelayanan Kesehatan BPJS Rp825 Miliar

    Sepanjang 2025 Gorontalo Terima Manfaat Pelayanan Kesehatan BPJS Rp825 Miliar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 234
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.com – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa Provinsi Gorontalo menerima manfaat pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan sebesar Rp825 miliar sepanjang tahun 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp741 miliar. Hal itu disampaikan Anang usai […]

  • Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.20 WITA. Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut baru menempuh jarak sekitar lima kilometer dari ujung landasan pacu sebelum diduga mengalami […]

  • Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk PETI di Madina

    Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk PETI di Madina

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (2/3/2026) pagi. Penindakan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satuan Brimob di dua […]

expand_less