Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam berbagai pidato, dokumen perencanaan pembangunan, maupun visi-misi kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), pembangunan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi narasi utama. Frasa seperti “menyiapkan generasi emas”, “mendorong kualitas pendidikan”, atau “membangun SDM unggul” kerap terdengar dalam forum-forum resmi. Namun, jika kita mengarahkan pandangan lebih dekat ke kondisi nyata pendidikan tinggi di daerah ini, pertanyaan kritis pun muncul: apakah semua itu benar-benar diwujudkan? Ataukah hanya menjadi retorika politik yang terus diulang tanpa pijakan konkret?

Belakangan ini, beberapa pemerintah daerah di Indonesia — termasuk di Bolaang Mongondow Raya — tampak berlomba-lomba untuk mendirikan perguruan tinggi negeri atau kampus baru sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan tinggi. Langkah ini sepintas terlihat progresif dan visioner. Namun di balik upaya itu, muncul ironi yang mengganggu: perguruan tinggi lokal yang sudah lama berdiri dan berjuang sendiri justru dibiarkan tanpa dukungan berarti.

Kampus lokal seperti Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dan beberapa STIE, STIKES, maupun akademi lainnya telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan segala keterbatasan. Mereka memiliki mahasiswa, tenaga pengajar, dan jejaring masyarakat yang kuat. Namun, minim perhatian dari pemerintah membuat kualitas layanan pendidikan stagnan. Sementara itu, alih-alih memperkuat dan merevitalisasi kampus-kampus ini, pemerintah justru mengalihkan fokus ke rencana pendirian institusi baru yang membutuhkan anggaran besar dan proses panjang.

Pemerintah daerah semestinya memiliki keberanian untuk merevitalisasi kampus lokal yang sudah ada melalui Penguatan anggaran tahunan, Peningkatan kualitas SDM (dosen dan tenaga kependidikan) ,Modernisasi fasilitas digital dan laboratorium ,Kerja sama dengan kementerian/lembaga untuk konversi status (misalnya dari swasta ke negeri atau vokasi ke universitas negeri berbasis daerah). Dengan langkah ini, perguruan tinggi lokal akan menjadi pilar nyata pembangunan daerah — bukan sekadar simbol atau pelengkap administratif.

Jika tujuan pemerintah adalah menciptakan generasi cerdas dan membangun SDM daerah, maka mengabaikan kampus lokal sama saja dengan mengabaikan akar pembangunan itu sendiri. Mendirikan perguruan tinggi baru bukan solusi utama; yang dibutuhkan adalah komitmen untuk membesarkan dan memberdayakan yang sudah berjuang di tengah keterbatasan.

Realita: Perguruan Tinggi Lokal Masih Tertatih

Bolaang Mongondow Raya yang mencakup lima wilayah administratif — Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Kota Kotamobagu — belum memiliki pusat pendidikan tinggi yang benar-benar mapan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) sebagai salah satu perguruan tinggi lokal masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur, minimnya anggaran operasional, dan kurangnya dukungan pengembangan kualitas dosen serta penelitian.

Beberapa kampus swasta atau vokasi juga mengalami nasib serupa. Mereka hadir dan bertahan bukan karena dukungan struktural dari pemerintah kabupaten/kota, tetapi karena inisiatif swasta dan semangat masyarakat lokal yang tak ingin ketinggalan zaman.

Pemerintah daerah memang memberikan beasiswa, namun jumlahnya terbatas dan distribusinya sering kali tidak transparan. Banyak program unggulan SDM hanya berakhir pada pelatihan-pelatihan seremonial tanpa kelanjutan. Sementara itu, potensi perguruan tinggi lokal untuk menjadi mitra strategis pembangunan daerah nyaris tidak tersentuh. Kampus-kampus ini tidak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, tidak dioptimalkan dalam pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, atau UMKM, dan tidak dibantu untuk membangun jejaring dengan perguruan tinggi nasional.

Jika pemerintah daerah terus membiarkan perguruan tinggi lokal tertinggal, maka wacana tentang “pembangunan SDM” hanya akan menjadi retorika kosong. Dan jika pembangunan SDM dianggap sebagai investasi masa depan, mengapa institusi yang seharusnya menjadi pilar utama — yaitu perguruan tinggi — justru dibiarkan berjalan sendiri tertatih tanpa dukungan maksimal?

Saatnya pemerintah kabupaten/kota di BMR mengambil sikap: memosisikan kampus lokal sebagai mitra utama pembangunan, bukan pelengkap formalitas.

Membangun SDM bukan hanya soal beasiswa atau pelatihan singkat, tapi butuh investasi jangka panjang melalui penguatan institusi pendidikan tinggi lokal. Jika perguruan tinggi terus terpinggirkan, maka wacana pembangunan SDM akan tetap jadi retorika kosong tanpa substansi.

Kita tidak bisa berharap akan lahir generasi hebat jika rumah besar mereka — kampus lokal — terus-menerus diabaikan.

Oleh : Sicilya C. Mokoginta, SE.MM –  (Akademisi di Universitas Dumoga Kotamobagu)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Kebakaran di Sipatana, Pemkot Gorontalo Salurkan Bantuan untuk Korban photo_camera 2

    Pasca Kebakaran di Sipatana, Pemkot Gorontalo Salurkan Bantuan untuk Korban

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo bergerak cepat membantu warga yang terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Ahad (15/3/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah instansi sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM), serta […]

  • Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk PETI di Madina

    Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk PETI di Madina

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (2/3/2026) pagi. Penindakan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satuan Brimob di dua […]

  • Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Gorontalo untuk Demokrasi menilai gugatan hukum yang dilayangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap majalah Tempo merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers sekaligus ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia. Pandangan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “Pembungkaman Ruang Publik dalam Gugatan Perdata Menteri Pertanian terhadap Tempo” […]

  • Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sejumlah warga Muslim di Depok melaksanakan salat Idulfitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Pelaksanaan ini dilakukan berdasarkan rujukan rukyatul hilal global yang dilaporkan terlihat di Afghanistan. Kegiatan salat Id tersebut berlangsung di lapangan terbuka di depan sebuah restoran dan diikuti oleh jamaah dalam jumlah terbatas. Momen ini juga sempat dibagikan melalui video […]

  • Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 189
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MAROS–Sengketa kepemilikan lahan antara warga dan PT Pertamina di Jalan Pertamina, Kelurahan Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kian memanas dan memicu sorotan publik. Ahli waris menegaskan bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat kilang, pipa, maupun aktivitas produksi Pertamina, Jumat (16/1/2026). Meski demikian, sejumlah oknum TNI terlihat berjaga di lahan yang diklaim sebagai […]

  • Forum Perbenihan Tanaman Pangan Gorontalo: Wujudkan Benih Unggul untuk Peningkatan Produksi Pertanian

    Forum Perbenihan Tanaman Pangan Gorontalo: Wujudkan Benih Unggul untuk Peningkatan Produksi Pertanian

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) melaksanakan Forum Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2025 di Manna Cafe n Bakery Gorontalo, Kamis 23/10/2025 . Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan sinkronisasi antara seluruh pemangku kepentingan di bidang perbenihan, guna menyamakan persepsi dalam mendukung peningkatan produksi dan […]

expand_less