Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 174
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam berbagai pidato, dokumen perencanaan pembangunan, maupun visi-misi kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), pembangunan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi narasi utama. Frasa seperti “menyiapkan generasi emas”, “mendorong kualitas pendidikan”, atau “membangun SDM unggul” kerap terdengar dalam forum-forum resmi. Namun, jika kita mengarahkan pandangan lebih dekat ke kondisi nyata pendidikan tinggi di daerah ini, pertanyaan kritis pun muncul: apakah semua itu benar-benar diwujudkan? Ataukah hanya menjadi retorika politik yang terus diulang tanpa pijakan konkret?

Belakangan ini, beberapa pemerintah daerah di Indonesia — termasuk di Bolaang Mongondow Raya — tampak berlomba-lomba untuk mendirikan perguruan tinggi negeri atau kampus baru sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan tinggi. Langkah ini sepintas terlihat progresif dan visioner. Namun di balik upaya itu, muncul ironi yang mengganggu: perguruan tinggi lokal yang sudah lama berdiri dan berjuang sendiri justru dibiarkan tanpa dukungan berarti.

Kampus lokal seperti Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dan beberapa STIE, STIKES, maupun akademi lainnya telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan segala keterbatasan. Mereka memiliki mahasiswa, tenaga pengajar, dan jejaring masyarakat yang kuat. Namun, minim perhatian dari pemerintah membuat kualitas layanan pendidikan stagnan. Sementara itu, alih-alih memperkuat dan merevitalisasi kampus-kampus ini, pemerintah justru mengalihkan fokus ke rencana pendirian institusi baru yang membutuhkan anggaran besar dan proses panjang.

Pemerintah daerah semestinya memiliki keberanian untuk merevitalisasi kampus lokal yang sudah ada melalui Penguatan anggaran tahunan, Peningkatan kualitas SDM (dosen dan tenaga kependidikan) ,Modernisasi fasilitas digital dan laboratorium ,Kerja sama dengan kementerian/lembaga untuk konversi status (misalnya dari swasta ke negeri atau vokasi ke universitas negeri berbasis daerah). Dengan langkah ini, perguruan tinggi lokal akan menjadi pilar nyata pembangunan daerah — bukan sekadar simbol atau pelengkap administratif.

Jika tujuan pemerintah adalah menciptakan generasi cerdas dan membangun SDM daerah, maka mengabaikan kampus lokal sama saja dengan mengabaikan akar pembangunan itu sendiri. Mendirikan perguruan tinggi baru bukan solusi utama; yang dibutuhkan adalah komitmen untuk membesarkan dan memberdayakan yang sudah berjuang di tengah keterbatasan.

Realita: Perguruan Tinggi Lokal Masih Tertatih

Bolaang Mongondow Raya yang mencakup lima wilayah administratif — Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Kota Kotamobagu — belum memiliki pusat pendidikan tinggi yang benar-benar mapan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) sebagai salah satu perguruan tinggi lokal masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur, minimnya anggaran operasional, dan kurangnya dukungan pengembangan kualitas dosen serta penelitian.

Beberapa kampus swasta atau vokasi juga mengalami nasib serupa. Mereka hadir dan bertahan bukan karena dukungan struktural dari pemerintah kabupaten/kota, tetapi karena inisiatif swasta dan semangat masyarakat lokal yang tak ingin ketinggalan zaman.

Pemerintah daerah memang memberikan beasiswa, namun jumlahnya terbatas dan distribusinya sering kali tidak transparan. Banyak program unggulan SDM hanya berakhir pada pelatihan-pelatihan seremonial tanpa kelanjutan. Sementara itu, potensi perguruan tinggi lokal untuk menjadi mitra strategis pembangunan daerah nyaris tidak tersentuh. Kampus-kampus ini tidak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, tidak dioptimalkan dalam pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, atau UMKM, dan tidak dibantu untuk membangun jejaring dengan perguruan tinggi nasional.

Jika pemerintah daerah terus membiarkan perguruan tinggi lokal tertinggal, maka wacana tentang “pembangunan SDM” hanya akan menjadi retorika kosong. Dan jika pembangunan SDM dianggap sebagai investasi masa depan, mengapa institusi yang seharusnya menjadi pilar utama — yaitu perguruan tinggi — justru dibiarkan berjalan sendiri tertatih tanpa dukungan maksimal?

Saatnya pemerintah kabupaten/kota di BMR mengambil sikap: memosisikan kampus lokal sebagai mitra utama pembangunan, bukan pelengkap formalitas.

Membangun SDM bukan hanya soal beasiswa atau pelatihan singkat, tapi butuh investasi jangka panjang melalui penguatan institusi pendidikan tinggi lokal. Jika perguruan tinggi terus terpinggirkan, maka wacana pembangunan SDM akan tetap jadi retorika kosong tanpa substansi.

Kita tidak bisa berharap akan lahir generasi hebat jika rumah besar mereka — kampus lokal — terus-menerus diabaikan.

Oleh : Sicilya C. Mokoginta, SE.MM –  (Akademisi di Universitas Dumoga Kotamobagu)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Kota Timur Keluhkan Variasi Menu MBG, DPRD Kota Gorontalo Siap Lakukan Sidak

    Warga Kota Timur Keluhkan Variasi Menu MBG, DPRD Kota Gorontalo Siap Lakukan Sidak

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, menuai keluhan dari warga. Seorang warga, Sintia Bumulo, menyoroti variasi menu yang dinilai kurang beragam dan cenderung monoton. Menurut Sintia, program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa tersebut seharusnya dibarengi dengan perencanaan menu yang lebih variatif dan bergizi seimbang. Ia menilai […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar photo_camera 2

    IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 380
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada […]

  • Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Di gang sempit permukiman padat penduduk, praktik pinjam-meminjam uang masih berlangsung seperti biasa. Bunga mencekik, tempo singkat, dan penagihan yang membuat jantung berdebar. Bedanya, kini semua itu terjadi di bawah payung hukum pidana yang baru. Sejak 2 Januari 2026, Indonesia resmi meninggalkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana warisan kolonial. KUHP dan KUHAP versi terbaru mulai berlaku, […]

  • Klarifikasi SPBU Pertamina Patung Kuda Maros: Operator Disanksi, Insiden Jadi Pembelajaran Bersama

    Klarifikasi SPBU Pertamina Patung Kuda Maros: Operator Disanksi, Insiden Jadi Pembelajaran Bersama

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menyusul pemberitaan terkait dugaan praktik tidak wajar dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina kawasan Patung Kuda, dekat Pantai Tak Berombak (PTB), Kabupaten Maros, pihak pengawas SPBU akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Peristiwa yang sebelumnya dilaporkan terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 11.30 WITA itu sempat menimbulkan kecurigaan dari seorang konsumen […]

  • DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menetapkan Abdullah Kadir Diko, S.Pt. sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pohuwato masa khidmat 2026–2031. Penetapan tersebut menandai estafet kepemimpinan DPC PKB Pohuwato dari ketua sebelumnya, Idris Kadji. Abdullah Kadir Diko merupakan salah satu kader PKB yang telah lama berkiprah di dunia politik, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi […]

expand_less