Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 335
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar Rapat Syuriyah dan Tanfidziyah diperluas dengan menghadirkan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Gorontalo. Pertemuan ini berlangsung pada Ahad, 30 November 2025, bertempat di Kantor PWNU Gorontalo Jalan Samratulangi, Kota Gorontalo.

Rapat tertutup tersebut digelar untuk membahas dinamika dan polemik yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam forum internal itu, para peserta menilai bahwa kondisi yang berkembang saat ini membutuhkan perhatian serius dan sikap tegas dari seluruh struktur NU di daerah, termasuk PWNU Gorontalo.

Kepada awak media ini, Abdul Kadir Lawero selaku Wakil Sekretaris PWNU Gorontalo mengatakan, bahwa rapat tersebut belum memutuskan sikap terkait polemik PBNU.

“Belum ada sikap. Rapat tadi, baru mengusulkan beberapa pandangan untuk kemudian disepakati bersama. Baru sebatas poin-poin dan akan disepakati nanti”, ungkpanya melalui sambungan telepon.

Sementara, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo KH. Abdullah Aniq Nawawi menjelaskan, bahwa pada intinya forum menyepakati perlunya Nahdlatul Ulama Gorontalo mengambil sikap yang jelas demi menjaga keberlangsungan, marwah, dan kemaslahatan Jam’iyyah.

“Jadi, PWNU Gorontalo menegaskan bahwa sikap resmi organisasi tidak akan disampaikan secara tergesa-gesa”, terangnya.

Namun kata Gus Aniq sapaan akrab melanjutkan, bahwa PWNU Gorontalo berencana mengumumkan sikap resmi tersebut secara terbuka pada Rabu, 3 Desember 2025, melalui agenda Lailatul Ijtima’ yang akan digelar dengan mengundang seluruh Badan Otonom dan Lembaga NU se-Gorontalo.

“Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini diharapkan menjadi ruang musyawarah bersama sekaligus sarana penyampaian sikap PWNU Gorontalo secara kolektif, terbuka, dan mengedepankan nilai-nilai kebijaksanaan dalam tradisi Nahdlatul Ulama”, tutupnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlal Ulama didera konflik. Rais Aam PBNU KH. Miftakhul Akhyar menyatakan bahwa Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf tak lagi menjabat dan tak berhak menggunakan atribut Nahdlatul Ulama sejak tanggal 26 Oktober 2025.

Pemberhentian Yahya tersebut melalui Rapat Syuriyah PBNU dan dituangkan dalam risalah Rapat yang dipimpinan dan ditanda tangani Rais Aam PBNU selaku pimpinan tertinggi dalam struktur PBNU.

Akan tetapi, Yahya keberatan atas pemberhentian sepihak tanpa melalui mekanisme yakni Tabayyun dan Sidang Tahkim sebagai wadah untuk mengoreksi apakah benar ia bersalah.

Yahya menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU karena dinilai bertentangan dengan Peraturan Perkumpuan NU.

“Saya tegaskan, bahwa saya tidak akan mundur. Saya hanya bisa diberhentikan lewat Muktmar sebab saya adalah mandat muktamar itu sendiri”, tegas Yahya usai pertemuan di Surbaya bersama PWNU se-Indonesia baru-baru ini.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Dalam kamus kehidupan sehari-hari, kata sabar sering diperlakukan seperti obat mujarab untuk segala luka sosial. Ia terdengar menenangkan, penuh kebijaksanaan, bahkan dianggap sebagai jawaban paling aman atas berbagai persoalan hidup. Namun di balik itu, ada kekeliruan yang diam-diam terus dipelihara: kita terlalu sering mencampuradukkan antara kesabaran dan kepasrahan. Padahal keduanya lahir dari ruang batin yang […]

  • Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 356
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu. […]

  • UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui publikasi internasional yang berhasil diraih oleh mahasiswa dalam forum akademik bereputasi global. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa mahasiswa Akuntansi UNUSIA telah mampu bersaing dalam lanskap ilmiah internasional sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan akademik yang sistematis, terukur, dan visioner. Ketua Program Studi Akuntansi […]

  • Khutbah Jumat: Islam sebagai Rahmat, Antara Ajaran dan Perwujudan

    Khutbah Jumat: Islam sebagai Rahmat, Antara Ajaran dan Perwujudan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Di tengah dunia yang semakin bising oleh teknologi, manusia justru kian akrab dengan kesunyian yang ganjil. Segalanya menjadi lebih cepat, lebih dekat, dan lebih canggih—namun hati manusia tidak serta-merta menjadi lebih tenang. Di balik layar yang terang, banyak jiwa diam-diam meredup. Di tengah limpahan informasi, manusia justru kehilangan arah. Fenomena ini bukan sekadar gejala psikologis, […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 572
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghargai dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian guru, Wali Kota Adhan Dambea resmi menetapkan kebijakan perubahan jam kerja khusus bagi guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan strategis ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 April 2026 dan menyasar seluruh tenaga pendidik berstatus […]

  • Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan, kita melihat berbagai flyer, poster dan baliho, bertengger di sudut-sudut kota. Papan-papan iklan itu menampilkan wajah dari para elit yang tersenyum sumringah, mengenakan setelan jas atau baju koko, sarung, bahkan lengkap latar belakang partai politik yang memayungi mereka. Di tengah papan-papan iklan itu, tertulis ucapan menyambut Ramadan. Namun setelah dipikir-pikir, […]

expand_less