Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang di lingkungannya. Ia dikenal sebagai pribadi yang jujur, berani, dan memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan.

Ketika kabar tentang seorang nabi baru di Makkah sampai kepadanya, Abu Dzar tidak menunggu lama. Ia mengutus saudaranya untuk mencari informasi. Setelah mendengar berita tentang ajaran Nabi Muhammad SAW, ia memutuskan datang sendiri ke Makkah untuk memastikan kebenaran berita itu. Perjalanannya penuh risiko. Pada masa itu kaum Quraisy sangat keras terhadap siapa pun yang menunjukkan simpati kepada Nabi. Abu Dzar datang secara diam-diam dan tinggal beberapa hari tanpa berani menanyakan langsung tentang Nabi di depan umum.

Pertemuan dengan Nabi akhirnya terjadi melalui bantuan Ali bin Abi Thalib r.a. Setelah berbicara dengan Nabi dan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, Abu Dzar segera menyatakan keislamannya. Ia termasuk orang yang sangat awal menerima Islam. Namun keberanian Abu Dzar tampak sejak awal. Nabi menyarankan agar ia merahasiakan keislamannya karena situasi di Makkah masih berbahaya. Tetapi Abu Dzar justru pergi ke sekitar Ka’bah dan menyatakan keislamannya di hadapan kaum Quraisy. Ia dipukuli hingga hampir pingsan. Peristiwa itu menunjukkan karakter Abu Dzar: berani dan tidak mudah berkompromi dengan tekanan sosial.

Setelah hijrah ke Madinah, Abu Dzar menjadi bagian dari komunitas sahabat yang hidup sangat sederhana di sekitar Masjid Nabawi. Di masjid itu terdapat sebuah serambi beratap yang dikenal sebagai Suffah. Di tempat inilah tinggal sekelompok sahabat yang tidak memiliki rumah atau penghasilan tetap. Mereka dikenal sebagai Ahlu Suffah. Jumlah mereka tidak selalu sama. Kadang sekitar beberapa puluh orang, kadang mencapai lebih dari tujuh puluh orang.

Para Ahlu Suffah hidup dalam kesederhanaan. Mereka tidur di lantai masjid atau di serambi tersebut. Makanan mereka sering kali hanya beberapa butir kurma atau susu yang dibagikan oleh para sahabat yang memiliki kemampuan lebih. Kadang mereka menahan lapar sepanjang hari. Namun kehidupan di Suffah bukan sekadar simbol kemiskinan. Tempat itu menjadi ruang belajar yang sangat dekat dengan Nabi. Mereka mendengar langsung ajaran Nabi, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan menyaksikan bagaimana Islam dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Abu Dzar sering dikaitkan dengan kelompok ini karena gaya hidupnya yang sangat sederhana dan kedekatannya dengan nilai-nilai yang hidup di Suffah. Ia tidak tertarik pada kekayaan atau jabatan. Dalam banyak riwayat, Abu Dzar dikenal sebagai sahabat yang keras dalam mengkritik penumpukan harta. Ia sering mengingatkan ayat Al-Qur’an yang mengecam orang yang menimbun emas dan perak tanpa menggunakannya untuk kepentingan masyarakat.

Karakter Abu Dzar membuatnya sering dianggap sebagai simbol kehidupan zuhud dalam sejarah Islam. Ia tidak hanya hidup sederhana secara pribadi, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada kekayaan dan kemewahan. Sikap ini membuat namanya sering disebut ketika para ulama membicarakan asal-usul tradisi asketisme dalam Islam.

Kehidupan Ahl al-Suffah sendiri memberi gambaran penting tentang fase awal masyarakat Muslim. Mereka adalah kelompok yang tidak memiliki kekuatan ekonomi, tetapi memiliki kedekatan spiritual yang sangat kuat dengan Nabi. Dari serambi sederhana di Masjid Nabawi itu lahir banyak perawi hadis dan sahabat yang kemudian menyebarkan ajaran Islam ke berbagai wilayah.

Kisah Abu Dzar dan para Ahl al-Suffah menunjukkan sisi lain dari sejarah Islam. Selain dakwah, peperangan dan ekspansi, ada kehidupan sederhana di serambi masjid yang diisi oleh orang-orang yang belajar langsung dari Nabi. Dari ruang kecil itu lahir tradisi pengetahuan, kesalehan, dan kesederhanaan yang kemudian menjadi bagian penting dari warisan spiritual Islam yang kita kenal dengan nama tasawuf.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangkas Birokrasi, Bupati Sofyan Puhi Limpahkan Kewenangan ke Camat

    Pangkas Birokrasi, Bupati Sofyan Puhi Limpahkan Kewenangan ke Camat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 197
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengambil langkah tegas dalam upaya memangkas rantai birokrasi dengan melimpahkan sebagian kewenangan Bupati kepada para Camat. Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (13/1/2026). Bupati Sofyan menegaskan, pelimpahan kewenangan ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus menghadirkan pemerintahan […]

  • Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuai beragam tanggapan dari kalangan akademisi dan pelaku pasar. Salah satu kritik datang dari intelektual Nahdlatul Ulama sekaligus ekonom, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, yang menilai dinamika tersebut memunculkan kekhawatiran terkait independensi lembaga moneter. Dalam tulisan opininya yang berjudul; “Pasar Masuk Angin” tayang di […]

  • Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keluhan warga Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, terkait padamnya lampu penerangan jalan akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H.A. Maskur Abbas, SE,.M.Si., bersama Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, menunjukkan respons sigap dengan langsung melakukan penggantian lima […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Adhan Dambea melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banthayo Lo Yiladia dan dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama […]

  • Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Bahtsul Masail yang melibatkan tiga wilayah, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) pada Ahad, 23 Februari 2025 besok. Acara yang digagas oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Gorontalo ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mengintegrasikan diskusi ilmiah antar wilayah di kawasan Sulawesi. Ketua LBM PWNU […]

  • “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Samsi Pomalingo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Lagi-lagi belakangan ini media sosial kita khususnya Facebook, dipenuhi dengan berbagai postingan yang mengekspresikan penolakan terhadap keberadaan kelompok LGBT di Gorontalo. Banyak pengguna yang mengangkat isu seperti “Tolak LGBT”, “Selamatkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah dari Kelompok LGBT”, dan “Hilangkan kaum LGBT dari Bumi Gorontalo”. Fenomena ini mencerminkan adanya gelombang penolakan yang kuat terhadap keberadaan LGBT […]

expand_less