Adjustment Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 74
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Itulah sebabnya banyak orang yang di luar Ramadhan shalatnya kadang seperti laporan keuangan perusahaan kecil: ada, tapi jarang diaudit. Begitu masuk Ramadhan, tiba-tiba masjid penuh. Bahkan shaf yang biasanya longgar mendadak padat seperti antrean audit pajak.
Seorang kiai NU pernah bercanda, “Ramadhan itu bulan di mana umat Islam mendadak jadi rajin seperti mahasiswa yang skripsinya mau sidang.”
Humor ini sebenarnya menyimpan kebenaran akuntansi spiritual yang dalam. Ketika deadline semakin dekat—dalam hal ini Idul Fitri—manusia mulai melakukan banyak penyesuaian: memperbanyak sedekah, memperbaiki ibadah, bahkan mendadak menjadi dermawan.
Kalau di dunia bisnis ada istilah accrual adjustment, maka di Ramadhan ada yang bisa disebut “accrual pahala”. Amal kecil yang biasanya bernilai biasa saja tiba-tiba nilainya dilipatgandakan. Dalam hadis disebutkan bahwa pahala bisa berlipat hingga berkali-kali lipat. Secara akuntansi ini menarik, karena berarti rate of return spiritual di bulan Ramadhan adalah yang tertinggi sepanjang tahun.
Bayangkan jika logika ini diterapkan di dunia bisnis. Investor pasti akan berebut masuk ke “pasar amal Ramadhan”. Modalnya kecil, return-nya luar biasa.
Tapi seperti dalam akuntansi, penyesuaian tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga mengoreksi kesalahan pencatatan. Dalam kehidupan manusia, kesalahan itu sering berbentuk dosa kecil, kelalaian, atau sikap egois yang tidak kita sadari.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar