Anak Dibatasi Medsos, Tapi Konten Dewasa Tetap Bebas? Ini Kata Majelis Ulama Indonesia
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 43
- print Cetak

Ilustrasi seorang remaja yang mengakses konten dewasa melalui ponsel di ruang pribadi, mencerminkan mudahnya akses internet serta minimnya pengawasan dan literasi digital di kalangan anak muda.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aplikasi dengan fitur privasi tinggi memungkinkan pengguna mengakses konten secara tersembunyi tanpa pengawasan.
Tak hanya faktor teknis, aspek psikologis juga turut memengaruhi. Dalam beberapa kasus, konsumsi konten dewasa digunakan sebagai pelarian dari stres, tekanan hidup, hingga rasa kesepian.
Hal ini menjadikan konten tersebut sebagai bentuk hiburan instan bagi sebagian orang.
Pengamat menilai, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan pemblokiran semata.
Diperlukan langkah yang lebih komprehensif, mulai dari penguatan edukasi seksual, peningkatan literasi digital, hingga penegakan regulasi yang lebih efektif.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, diharapkan Indonesia mampu menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan edukatif, khususnya bagi generasi muda di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar