Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak

Petugas antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran anti-Amerika Serikat yang berunjuk rasa di Karachi, Pakistan, menyusul kabar dugaan serangan AS terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Bentrokan antara demonstran anti-Amerika Serikat dan pasukan keamanan pecah di Karachi, Pakistan, menyusul kabar dugaan serangan AS yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Aksi massa yang awalnya berupa unjuk rasa solidaritas terhadap Iran berubah ricuh ketika aparat berupaya membubarkan kerumunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan mengejar demonstran di jalanan kota terbesar Pakistan tersebut.
Menurut laporan sejumlah media internasional, sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas dan sekitar 120 lainnya mengalami luka-luka dalam rangkaian bentrokan tersebut. Korban terdiri dari demonstran maupun anggota pasukan keamanan, meski rincian resmi masih terus diverifikasi.
Otoritas setempat menyatakan tindakan pembubaran dilakukan setelah massa dinilai mulai bertindak anarkis dan mengancam fasilitas diplomatik asing, termasuk area sekitar konsulat Amerika Serikat. Namun sejumlah saksi mata menyebut penggunaan kekuatan oleh aparat berlangsung keras dan memicu kepanikan luas.
Gelombang protes ini dipicu kemarahan atas dugaan keterlibatan Washington dalam serangan terhadap Iran, yang memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. Pemerintah Pakistan sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait posisi diplomatiknya atas eskalasi tersebut.
Di media sosial, reaksi publik terbelah. Sebagian pihak menuding demonstran sebagai kelompok radikal yang membahayakan keamanan publik, sementara lainnya menilai aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas politik terhadap Iran dan kritik terhadap kebijakan luar negeri AS.
Karachi, yang selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi Pakistan, kerap menjadi lokasi demonstrasi besar terkait isu geopolitik regional. Hingga kini, aparat keamanan masih disiagakan untuk mencegah meluasnya kerusuhan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar