Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 216
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Tuduhan bahwa jajanan es kue jadul di wilayah Kemayoran terbuat dari bahan spons akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah sempat menimbulkan kegaduhan publik akibat video viral, aparat TNI-Polri yang terlibat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagaimana diunggah akun Instagram @fakta.indo dan dikutip nulondalo.com, Selasa (27/1).

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan dan tuduhan akibat video yang sempat beredar luas di media sosial di wilayah Kemayoran,” ujar petugas.

Dugaan di Lapangan, Vonis di Media Sosial

Kasus ini bermula dari laporan warga yang mengaku khawatir terhadap keamanan jajanan es kue yang dijual di lingkungan mereka. Dalam video yang kemudian viral, aparat terlihat menguji es kue tersebut dengan cara ditekan dan dibakar. Berdasarkan uji visual dan tekstur semata, mereka menyimpulkan bahwa jajanan itu diduga mengandung bahan berbahaya seperti spons.

Kesimpulan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu keresahan masyarakat, sekaligus berdampak pada pedagang kecil yang menjadi objek pemeriksaan.

Aparat berdalih, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas kekhawatiran warga.

“Niat kami semata-mata untuk mengedukasi agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman,” kata Bhabinkamtibmas.

Hasil Laboratorium Bicara Lain

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium justru berkata sebaliknya. Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah menegaskan bahwa berdasarkan informasi dari laboratorium kepolisian, es kue tersebut dinyatakan layak konsumsi.

Ia juga memastikan tidak ada laporan korban keracunan maupun keluhan medis akibat mengonsumsi jajanan tersebut.

“Sementara ini yang terduga sudah kami kembalikan ke tempatnya. Dari keterangan Lokesh Polres, informasinya layak dimakan. Sampai sekarang tidak ada pelapor, korban, atau dugaan keracunan,” ujar Agung.

Pelajaran dari Kasus Es Kue

Kasus ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan bagaimana dugaan sepihak, ketika disertai kuasa dan disebarluaskan melalui media sosial, dapat dengan cepat berubah menjadi vonis sosial. Di sisi lain, klarifikasi berbasis ilmiah justru datang belakangan, setelah reputasi pedagang terlanjur dipertaruhkan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian aparat dalam mengambil tindakan di ruang publik, serta perlunya mengedepankan prosedur dan bukti ilmiah sebelum menyampaikan kesimpulan yang berpotensi merugikan masyarakat kecil.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan serta penjagaan oleh berbagai instansi dan institusi di Kabupaten Maros terus ditingkatkan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros yang menekankan pengamanan serta ketertiban umum selama momentum Nataru. Di tingkat desa, Kepala Desa Mattirotasi, Ust. Andi […]

  • Dikejar Notifikasi

    Dikejar Notifikasi

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Di zaman sekarang, manusia tidak lagi dikejar macan, tapi dikejar notifikasi. Dulu orang bangun subuh karena azan, sekarang karena pesan WhatsApp bertuliskan: “Segera lunasi pinjaman Anda!” Inilah zaman ketika rezeki datang lewat transfer, tapi musibah juga ikut nyempil lewat aplikasi bernama pinjaman online, atau yang lebih akrab disebut: pinjol. Awalnya pinjol katanya solusi. Cepat, mudah, […]

  • Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin Play Button

    Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Ust. Rionadi Doe menjelaskan kewajiban mengganti (qadha) ibadah yang pernah ditinggalkan dalam pengajian Kitab Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali yang digelar di Masjid Nurul Haq, Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Selasa malam seusai shalat Isya. Kajian ini juga ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Nutizen Televisi. Dalam penyampaiannya, Ust. Rionadi menegaskan […]

  • Menari dalam Belantara Simulacra

    Menari dalam Belantara Simulacra

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Lebaran, seperti biasa, datang bukan hanya membawa ketupat dan peluk maaf. Ia datang membawa gelombang kegembiraan yang melompat-lompat dari dapur ibu sampai ke beranda digital. Di kampung-kampung kecil yang debunya masih hangat oleh langkah kaki anak-anak, hingga ke rumah-rumah mewah yang tak pernah tidur oleh lampu-lampu sorot interior—suasana keriangan tumpah ruah. Tahun ini, kegembiraan itu […]

  • Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Fanridhal Engo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Bayangkan Jika Anda Adalah Seorang Waria Atau Bagian Dari Komunitas LGBT. Ya, saya tahu mungkin terdengar janggal untuk dibayangkan. Namun, saya mengajak Anda sejenak menanggalkan posisi normatif Anda, dan merenungkan situasi ini dengan empati. Apa yang Anda rasakan? Marah, resah, atau merasa didiskriminasi oleh dunia yang tampak semakin modern, namun masih sangat konservatif terhadap keberadaan […]

  • Panja Dibentuk, DPR Kawal Ketat Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    Panja Dibentuk, DPR Kawal Ketat Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan komitmen kuat lembaganya untuk mengawal secara serius penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Sebagai bentuk keseriusan, Komisi III DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus guna mendalami kasus tersebut. Panja ini nantinya akan bekerja […]

expand_less