Dari Kairo untuk Indonesia: FEB UNUSIA dan IKAKAS Mesir Merajut Jembatan Ilmu Lintas Negara
- account_circle Faisal Husuna
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak

Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., bersama Ketua IKAKAS Mesir, Muh. Nurul Muqaffi, serta jajaran pengurus dan pimpinan program studi FEB UNUSIA usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan dua Implementation Arrangement (IA) di Sekretariat IKAKAS Mesir, Kairo, Sabtu (31/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bagi FEB UNUSIA, Mesir bukan hanya tempat mahasiswa Indonesia menimba ilmu. Negeri yang memiliki sejarah panjang perkembangan peradaban Islam ini juga menyimpan potensi besar untuk pengembangan penelitian, ekonomi syariah, literasi keuangan, dan penguatan jejaring intelektual internasional.
Di sisi lain, IKAKAS-Mesir memiliki posisi strategis sebagai wadah silaturahmi alumni dan keluarga As’adiyah yang berada di Mesir. Keberadaan komunitas diaspora ini dapat menjadi penghubung antara pengalaman akademik mahasiswa Indonesia di luar negeri dengan kebutuhan pengembangan pendidikan di Tanah Air.
Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., memandang bahwa internasionalisasi perguruan tinggi harus dibangun melalui kerja nyata. Baginya, kerja sama antarnegara tidak semestinya berhenti pada seremoni dan dokumen administratif, tetapi harus melahirkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa maupun masyarakat.
“Internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada penandatanganan dokumen. Kerja sama harus diterjemahkan menjadi penguatan kompetensi mahasiswa, kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata,” tegas Aras.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi membutuhkan ruang kolaborasi yang lebih luas. Kampus tidak lagi cukup membangun kualitas akademik hanya melalui aktivitas di dalam ruang perkuliahan.
Pengalaman lintas budaya, pertukaran gagasan, dan keterlibatan dalam persoalan masyarakat internasional menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Diaspora sebagai Jembatan Pengetahuan
Bagi Muh. Nurul Muqaffi, Ketua IKAKAS Mesir, kemitraan ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan diaspora pelajar Indonesia dengan lembaga pendidikan nasional.
Diaspora tidak hanya menjadi komunitas warga Indonesia yang tinggal dan belajar di luar negeri. Mereka juga memiliki pengalaman sosial, budaya, dan akademik yang dapat dibagikan untuk memperkaya perspektif generasi muda di Indonesia.
- Penulis: Faisal Husuna
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar