Dari Kairo untuk Indonesia: FEB UNUSIA dan IKAKAS Mesir Merajut Jembatan Ilmu Lintas Negara
- account_circle Faisal Husuna
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak

Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., bersama Ketua IKAKAS Mesir, Muh. Nurul Muqaffi, serta jajaran pengurus dan pimpinan program studi FEB UNUSIA usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan dua Implementation Arrangement (IA) di Sekretariat IKAKAS Mesir, Kairo, Sabtu (31/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Mahasiswa Indonesia di luar negeri membutuhkan pemahaman tata kelola keuangan, akuntabilitas, dan transaksi internasional. Kolaborasi ini menjadi ruang penguatan kompetensi akuntansi dalam konteks global,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I., melihat Mesir sebagai ruang potensial untuk memperluas cakrawala kajian ekonomi syariah.
Tradisi keilmuan Islam yang berkembang di Mesir memberikan peluang bagi pertukaran pemikiran mengenai hubungan antara nilai-nilai keislaman dan praktik ekonomi kontemporer.
“Mesir memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan kajian ekonomi syariah yang mengintegrasikan nilai keislaman, praktik ekonomi, dan tantangan global,” ungkapnya.
Pertemuan dua perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya diskursus ekonomi syariah, terutama dalam merespons perubahan ekonomi global yang semakin kompleks.
Dari Kesepakatan Menuju Pengabdian Nyata
Salah satu hal menarik dari kemitraan FEB UNUSIA dan IKAKAS Mesir adalah rencana implementasi awal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa Indonesia di Kairo, khususnya dalam menghadapi tantangan adaptasi sosial budaya masyarakat Mesir, tata kelola keuangan, dan transaksi internasional.
Tema tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus dibatasi oleh wilayah geografis tempat perguruan tinggi berada. Persoalan yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri juga merupakan bagian dari ruang pengabdian akademik yang perlu mendapatkan perhatian.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kemampuan praktis untuk menjalani kehidupan lintas budaya dengan lebih baik.
Dengan durasi kemitraan selama tiga tahun, FEB UNUSIA dan IKAKAS Mesir memiliki kesempatan membangun agenda kolaborasi secara bertahap, mulai dari penguatan kapasitas mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.
Pada akhirnya, penandatanganan PKS dan dua Implementation Arrangement tersebut bukan sekadar tentang dua lembaga yang sepakat bekerja sama. Lebih dari itu, ada pesan bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara dan pengalaman diaspora dapat menjadi bagian penting dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
Dari Kairo, sebuah ikhtiar kolaborasi dirajut. Harapannya, jembatan yang dibangun melalui kerja sama ini tidak hanya menghubungkan dua institusi, tetapi juga mempertemukan generasi muda Indonesia dengan cakrawala pengetahuan yang lebih luas.
- Penulis: Faisal Husuna
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar