Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dekan FEB UNUSIA Ingatkan Risiko Sosial Perluasan Pajak Digital, Pemerintah Diminta Jaga Kepercayaan Publik

  • account_circle Abdul Fajar
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – Rencana perluasan pemungutan pajak digital melalui sistem pembayaran perbankan dan teknologi finansial perlu dikaji secara cermat.

Pemerintah tidak hanya dituntut menghitung potensi peningkatan penerimaan negara, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, stabilitas sosial, serta tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., mengatakan kebijakan fiskal harus memperhatikan distribusi beban ekonomi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

“Negara tidak boleh hanya menghitung berapa besar penerimaan yang dapat dipungut. Pemerintah juga harus menghitung siapa yang menanggung beban, bagaimana dampaknya terhadap daya beli, dan sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat dari pajak yang dibayarkan,” ujar Aras dalam keterangannya.

Ia menegaskan, kebijakan Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) berdasarkan PMK Nomor 49 Tahun 2026 perlu dipahami secara tepat. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai pengenaan pajak baru terhadap setiap transfer antar-rekening.

Aras mengingatkan, ketidakjelasan komunikasi pemerintah mengenai kebijakan perpajakan digital berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Bahkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

Menurutnya, penerapan kebijakan tersebut juga perlu mempertimbangkan situasi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Sementara itu, survei Poltracking Indonesia pada Oktober 2026 mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebesar 64,8 persen, sedangkan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berada di angka 55,3 persen.

“Selisih antara kepercayaan dan kepuasan publik merupakan sinyal yang perlu diperhatikan. Kepercayaan masyarakat bukan sumber daya yang tidak terbatas. Kebijakan yang tidak sensitif terhadap kondisi sosial dapat memperlebar jarak antara negara dan rakyat,” tegasnya.

Aras juga mengaitkan pentingnya sensitivitas kebijakan ekonomi dengan dinamika sosial-politik yang berkembang di Indonesia. Ia menyinggung gelombang demonstrasi pada Agustus–September 2025 serta aksi mahasiswa pada Oktober 2026 yang mengangkat persoalan biaya hidup, penggunaan anggaran, dan tata kelola pemerintahan.

Meski aksi-aksi tersebut tidak berkaitan langsung dengan kebijakan pajak digital, menurutnya, dinamika tersebut menjadi pengingat bahwa partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses perumusan kebijakan ekonomi.

“Pemerintah harus memahami bahwa stabilitas sosial dan stabilitas ekonomi saling berkaitan. Ketika masyarakat mempertanyakan keadilan kebijakan, jawabannya bukan sekadar penjelasan administratif, melainkan pembuktian manfaat dan akuntabilitas,” katanya.

Lebih lanjut, dari perspektif akuntabilitas substantif, Aras mendorong pemerintah memperkuat sejumlah aspek dalam pelaksanaan kebijakan perpajakan digital. Di antaranya transparansi objek pajak, perlindungan data nasabah, pencegahan pemungutan pajak ganda, serta evaluasi dampak kebijakan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, digitalisasi perpajakan semestinya tidak hanya meningkatkan efektivitas penerimaan negara, tetapi juga memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Jangan sampai negara semakin canggih dalam memungut pajak, tetapi tidak semakin transparan dalam mempertanggungjawabkan penggunaannya. Keberhasilan fiskal harus berjalan bersama keadilan ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan legitimasi sosial,” pungkasnya.

  • Penulis: Abdul Fajar
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Bone Bolango Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    Pemkab Bone Bolango Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana di Aceh dan Sumatera ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Melalui penggalangan dana yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta aparatur pemerintah desa, Pemkab Bone Bolango berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan pada apel kerja perdana tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Bone Bolango, Jumat (2/1/2026). Aksi […]

  • Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

    Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 dalam rangkaian kegiatan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi besar partai untuk menghadapi kontestasi politik 2029. Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang juga menjabat Ketua […]

  • Video Diduga Libatkan Oknum Aleg Kabgor Viral, PKB Siapkan Sanksi Tegas

    Video Diduga Libatkan Oknum Aleg Kabgor Viral, PKB Siapkan Sanksi Tegas

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang diduga melibatkan oknum anggota legislatif Kabupaten Gorontalo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali beredar dan viral di media sosial pada Februari 2026. Video tersebut disebut-sebut merupakan rekaman lama yang diunggah ulang hingga memicu sorotan publik. Dalam cuplikan yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga anggota DPRD Kabupaten Gorontalo tengah melakukan […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 204
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan yang berlangsung di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025). Seminar ini memaparkan dua kajian strategis, yakni “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo” serta “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi […]

  • Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

    Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 101
    • 0Komentar

      Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas penyadapan getah pinus di wilayah Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, menuai sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dugaan penyadapan di luar titik koordinat yang telah ditentukan disebut perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Sorotan tersebut disampaikan Abdul Malik dari LSM KIPFA RI Kabupaten Maros. Ia menduga […]

  • Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 139
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Penanaman Mangrove di kawasan pesisir Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove. Penanaman dilaksanakan melalui sinergi dengan […]

expand_less