Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Deviden Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 437
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Coba bayangkan kalau malaikat benar-benar menggunakan standar akuntansi seperti kita. Mungkin ada PSAK: Pernyataan Standar Akuntansi Kebaikan. Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK), tertulis: “Sedekah sebesar Rp100.000 dinilai sebesar Rp1.000.000 karena dilakukan dengan ikhlas.” Tapi di baris lain: “Sedekah Rp1.000.000 didiskon menjadi Rp10.000 karena disertai pamer di media sosial.” Nah, di sinilah letak humor sekaligus kritiknya: manusia sering sibuk memperbesar angka, tapi lupa memperbaiki kualitas.

Ramadhan seharusnya menjadi momentum revaluasi aset spiritual. Kalau perusahaan melakukan revaluasi aset tetap, kita pun perlu menilai ulang aset hati: keikhlasan, kesabaran, dan empati. Jangan-jangan selama ini aset kita sudah impairment (penurunan nilai), tapi tidak pernah diakui. Kita merasa kaya pahala, padahal laporan kita belum diaudit oleh nurani.

Dalam tradisi pesantren, ada guyonan: “Orang yang paling sibuk di Ramadhan adalah yang paling takut bangkrut di akhirat.” Ini bukan tanpa dasar. Kita seperti investor yang panik di akhir kuartal, buru-buru mengejar target. Bedanya, di Ramadhan ini targetnya bukan laba dunia, tapi deviden langit yang dijanjikan berlipat ganda.

Namun di tengah semangat itu, kita juga perlu waspada terhadap “creative accounting spiritual”. Misalnya, menunda bayar zakat tapi rajin unggah foto buka puasa bersama. Atau memperbanyak ibadah yang terlihat, tapi mengabaikan yang tersembunyi. Dalam istilah akuntansi, ini seperti memoles laporan agar terlihat sehat, padahal arus kasnya bermasalah.

Humor ala Gus Dur mengingatkan kita bahwa agama itu bukan hanya soal kesalehan formal, tapi juga kemanusiaan. Kalau kita rajin ibadah tapi masih mudah marah di jalan, mungkin laporan kita perlu direvisi. Kalau kita dermawan di masjid tapi pelit pada keluarga, mungkin ada misclassification dalam akun kita.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dukungan internasional dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam acara penyerahan bantuan oleh Branch Singapore Aid kepada 150 keluarga berisiko stunting di Kota Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, pilihan semacam ini lebih selaras dengan realitas sosial. Keragaman latar belakang budaya, kepentingan daerah, dan orientasi ideologis wajar tercermin dalam keragaman pilihan politik. Jika sistem terlalu keras menyaring partai melalui ambang batas nasional, aspirasi minoritas berisiko kehilangan saluran formalnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlebar jarak antara rakyat dan […]

  • Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi isu yang sangat krusial untuk didiskusikan, apalagi peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi program unggulan Gubernur Provinsi Gorontalo dengan dalih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan provinsi Gorontalo, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang akan dilakukan melalui program pemberian beasiswa terhadap putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar […]

  • I’tikaf: Kontemplasi dan Reorientasi Diri

    I’tikaf: Kontemplasi dan Reorientasi Diri

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Kesadaran untuk melakukan i’tikaf bukanlah tanpa dasar. Syariat Islam telah mengaturnya dengan sangat indah dalam sumber hukum primer, yakni Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 187, Allah SWT berfirman: وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ Wa antum ‘ākifūna fil-masājid… Artinya: “…sedang kamu beriktikaf dalam masjid…” Ayat ini menegaskan bahwa masjid adalah ruang sakral yang dipilih […]

  • Warga Paguyaman dan Paguyaman Pantai Juga Dapat Bantuan

    Warga Paguyaman dan Paguyaman Pantai Juga Dapat Bantuan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) juga telah dinikmati warga Kecamatan Paguyaman dan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. Penyaluran bantuan ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah. Idah Syahidah menjelaskan kuota penerima BLP3G di tahun ini mengalami penyesuaian signifikan. Hal ini imbas dari efisiensi anggaran seluruh pemerintah daerah termasuk Provinsi Gorontalo. “Kalu tahun-tahun sebelumnya penerima bantuan […]

  • Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    “Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Ketika beliau pergi, saya baru sadar, dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut saat itu juga. Saya tidak tahu apa isinya, tetapi saya merasa tidak memiliki hak terhadap amplop itu,” kata Raja Juli Antoni. Menurut Menhut, keputusan untuk segera […]

expand_less