Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.comDewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti serius lemahnya pengawasan internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menilai ketidaktegasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menjadi salah satu faktor utama menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja Reformasi Polri di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, wacana reformasi Polri selama ini kerap terjebak pada perombakan struktur organisasi, padahal secara kelembagaan struktur Polri sudah sangat lengkap, baik dari sisi pengawasan internal maupun eksternal.

“Struktur Polri itu sebenarnya sudah sangat lengkap. Yang menjadi persoalan justru pada kultur dan efektivitas pengawasan internalnya,” ujar Martin.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa penguatan Divisi Propam harus menjadi prioritas utama dalam agenda reformasi Polri. Propam, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai penjaga marwah dan integritas institusi.

Ia mengungkapkan, banyak kasus pelanggaran yang terjadi di daerah berkembang tanpa kendali karena lemahnya peran Propam dalam menindak anggota yang bermasalah sejak awal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Banyak kasus di daerah yang berkembang liar dan akhirnya merusak citra Polri. Ini karena Propam tidak tegas sejak awal,” tegasnya.

Martin menilai, tanpa pengawasan internal yang kuat dan berwibawa, upaya reformasi Polri hanya akan berhenti pada tataran slogan dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Kalau Propamnya tegas, masyarakat akan melihat bahwa Polri benar-benar membersihkan internalnya. Dari situ kepercayaan publik bisa tumbuh kembali,” katanya.

Ia pun mendorong adanya formulasi baru dalam memperkuat kewenangan dan independensi Propam agar mampu bertindak cepat, transparan, dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.

“Reformasi Polri bukan soal ganti struktur, tapi membersihkan kultur dan menegakkan disiplin dari dalam,” pungkas Martin.

Sebelumnya,Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan institusi kepolisian yang bersih, tangguh, unggul, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa Polri harus berpihak kepada rakyat kecil serta melindungi mereka yang paling lemah dan tertindas.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

“Karena itulah, negara dan bangsa kita memerlukan suatu kepolisian yang tangguh, kepolisian yang unggul, kepolisian yang bersih, kepolisian yang dicintai rakyat, kepolisian rakyat, selalu di tengah-tengah rakyat, selalu membela rakyat, selalu melindungi rakyat, terutama mereka-mereka yang paling lemah, yang paling tertindas, dan yang paling miskin,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan, keberadaan Polri bukan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai institusi negara yang menjadi sandaran rasa aman dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Pernyataan Prabowo tersebut sekaligus menjadi penegasan arah reformasi kepolisian yang berorientasi pada integritas, profesionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum melalui keteladanan dan penegakan disiplin internal.

Pesan Presiden ini dinilai sejalan dengan tuntutan publik agar Polri terus berbenah, tidak hanya dari sisi kinerja, tetapi juga dari aspek moral dan etika, sehingga benar-benar menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai rakyat.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Pengelolaan Sampah di TPA Talumelito dengan Sistem Terintegrasi dan Berkelanjutan di Provinsi Gorontalo”, yang berlangsung di TPS3R Proklim Bulla, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan ketua tim riset , Prof. Dr.Sukirman Rahim, S.Pd, […]

  • Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kerusakan terumbu karang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut, Salah satunya di dasar laut yang berada di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Barrier Reef (karang penghalang) yang berada disana sudah menjadi patahan karang mati yang kehilangan fungsinya sebagai rumah bagi ribuan biota laut. Kerusakan ini akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan […]

  • Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Bagi kita, penggemar sepak bola Indonesia, wajah Timnas Indonesia kini tampak berbeda. Dulu, kita mengenal pemain-pemain yang tumbuh besar di sini, dengan karakter dan ciri khas lokal yang tak bisa dilepaskan. Namun kini, hampir setiap pemain Timnas yang tampil memiliki tubuh tegap, kulit putih, dan seolah membawa cita rasa Eropa, terutama Belanda. Mereka bukanlah anak-anak […]

  • NU Gorontalo Bersatu Tolak Simbol dan Gagasan Khilafah oleh Eks-HTI

    NU Gorontalo Bersatu Tolak Simbol dan Gagasan Khilafah oleh Eks-HTI

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Gerakan para eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Gorontalo dinilai telah memanfaat momentum Isu Palestina untuk mengkampanyekan pendirian Negara Islam. Gerakan politisasi isu Palestina oleh eks HTI  juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di Gorontalo sendiri  ratusan orang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina menggelar aksi damai peduli Palestina. Pasalnya aksi tersebut dinilai memanfaatkan isu Palestina untuk […]

  • Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Beberapa sungai meluap, longsor terjadi di berbagai titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital mengalami kerusakan. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa […]

  • Ketua BP2NU Gorontalo: Mahasiswa KKN Harus Jadi Fasilitator Perubahan Sosial

    Ketua BP2NU Gorontalo: Mahasiswa KKN Harus Jadi Fasilitator Perubahan Sosial

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Ketua Badan Pelaksana Pengelola Universitas Nahdlatul Ulama (BP2NU) Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Partisipatori Action Riset (PAR) Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) tahun ini. Dalam sambutannya pada acara pembukaan KKN-PAR, Ibrahim Sore menyampaikan bahwa model partisipatori ini menempatkan mahasiswa […]

expand_less