Breaking News
light_mode
Trending Tags

Goodwill Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menariknya, dalam standar akuntansi modern, goodwill tidak boleh diamortisasi sembarangan. Ia harus diuji melalui impairment test. Kalau reputasi perusahaan turun, nilai goodwill juga harus diturunkan. Nah, dalam kehidupan sosial kita, hal yang sama juga berlaku.

Seseorang bisa saja rajin ibadah, aktif di masjid, bahkan menjadi panitia buka puasa. Tetapi kalau setelah Ramadhan ia kembali menjadi tukang fitnah di grup WhatsApp keluarga, kemungkinan besar goodwill spiritualnya mengalami impairment.

Orang NU biasanya menertawakan hal seperti ini dengan santai. Ada cerita di pesantren. Seorang santri sangat rajin shalat malam selama Ramadhan. Kyainya memuji, “MasyaAllah, istiqamah sekali.” Namun setelah Ramadhan selesai, santri itu kembali tidur pulas setiap malam.

Kyai itu hanya tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa. Yang penting langit sudah tahu wajahmu. Jangan sampai setelah dikenal, kamu malah menghilang.” Humor seperti ini mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar ritual musiman, tetapi investasi reputasi di hadapan Tuhan.

Dalam dunia bisnis, reputasi adalah segalanya. Perusahaan dengan reputasi baik bisa menjual produk lebih mahal karena pelanggan percaya. Itulah sebabnya goodwill sering menjadi aset terbesar dalam akuisisi perusahaan.

Dalam kehidupan spiritual, hal yang sama juga terjadi. Orang yang dikenal jujur akan dipercaya mengelola amanah. Orang yang dikenal dermawan akan selalu didoakan orang lain.
Orang yang dikenal rendah hati akan memiliki banyak sahabat. Semua itu tidak tercatat dalam laporan keuangan, tetapi dampaknya sangat nyata.

Gus Dur pernah berkata dengan gaya khasnya, “Tuhan tidak perlu dibela.” Yang perlu dijaga adalah akhlak manusia. Kalau diterjemahkan ke bahasa akuntansi, mungkin maksudnya sederhana: jangan sibuk mencatat amal orang lain, sementara buku besar akhlak kita sendiri berantakan. Ramadhan sebenarnya adalah periode closing sementara bagi laporan amal manusia.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu. Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kapasitas dan jejaring komunikasi publik pemerintah agar makin adaptif, profesional, dan kolaboratif di tengah derasnya transformasi digital. Upaya itu diwujudkan melalui tiga kegiatan strategis yang digelar serentak di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), yakni Indonesia.go.id (IGID) Menyapa, Forum Media Monitoring (FoMo), dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Konten Pemerintah. Ketiga […]

  • Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya menekan angka stunting di Provinsi Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari persoalan perkawinan anak. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Perkawinan Anak dan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Dalam sambutannya, […]

  • Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

    Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Jean Baudrillard memberi kacamata yang tajam untuk membaca situasi ini. Dalam logika simulacra, realitas tidak lagi diukur dari apa yang sungguh terjadi, melainkan dari bagaimana ia ditampilkan. Kebijakan publik berubah menjadi pertunjukan. Yang penting bukan lagi apakah program bekerja, tetapi apakah ia terlihat bekerja. Klarifikasi berfungsi sebagai simulasi keberhasilan—menutup kegagalan dengan citra, mengganti kenyataan dengan […]

  • Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau […]

expand_less