Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Goodwill Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menariknya, dalam standar akuntansi modern, goodwill tidak boleh diamortisasi sembarangan. Ia harus diuji melalui impairment test. Kalau reputasi perusahaan turun, nilai goodwill juga harus diturunkan. Nah, dalam kehidupan sosial kita, hal yang sama juga berlaku.

Seseorang bisa saja rajin ibadah, aktif di masjid, bahkan menjadi panitia buka puasa. Tetapi kalau setelah Ramadhan ia kembali menjadi tukang fitnah di grup WhatsApp keluarga, kemungkinan besar goodwill spiritualnya mengalami impairment.

Orang NU biasanya menertawakan hal seperti ini dengan santai. Ada cerita di pesantren. Seorang santri sangat rajin shalat malam selama Ramadhan. Kyainya memuji, “MasyaAllah, istiqamah sekali.” Namun setelah Ramadhan selesai, santri itu kembali tidur pulas setiap malam.

Kyai itu hanya tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa. Yang penting langit sudah tahu wajahmu. Jangan sampai setelah dikenal, kamu malah menghilang.” Humor seperti ini mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar ritual musiman, tetapi investasi reputasi di hadapan Tuhan.

Dalam dunia bisnis, reputasi adalah segalanya. Perusahaan dengan reputasi baik bisa menjual produk lebih mahal karena pelanggan percaya. Itulah sebabnya goodwill sering menjadi aset terbesar dalam akuisisi perusahaan.

Dalam kehidupan spiritual, hal yang sama juga terjadi. Orang yang dikenal jujur akan dipercaya mengelola amanah. Orang yang dikenal dermawan akan selalu didoakan orang lain.
Orang yang dikenal rendah hati akan memiliki banyak sahabat. Semua itu tidak tercatat dalam laporan keuangan, tetapi dampaknya sangat nyata.

Gus Dur pernah berkata dengan gaya khasnya, “Tuhan tidak perlu dibela.” Yang perlu dijaga adalah akhlak manusia. Kalau diterjemahkan ke bahasa akuntansi, mungkin maksudnya sederhana: jangan sibuk mencatat amal orang lain, sementara buku besar akhlak kita sendiri berantakan. Ramadhan sebenarnya adalah periode closing sementara bagi laporan amal manusia.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 237
    • 0Komentar

    NU tidak membangun kekuasaan dengan cara merebut pusat. Ia tidak lahir dari istana, parlemen, atau kantor administrasi. NU lahir dari pinggir—dari desa, dari surau kecil, dari pesantren kampung yang jauh dari kota, dari obrolan yang tidak pernah berniat menjadi wacana besar. Karena itu, teori kekuasaan NU sejak awal berlawanan dengan logika kekuasaan modern yang bertumpu […]

  • Pendaftaran Calon Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dibuka 

    Pendaftaran Calon Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dibuka 

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Tengah Ke-I secara resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2028. Proses pendaftaran ini menjadi bagian penting dari rangkaian menuju Musyawarah Daerah (MUSDA) BPD HIPMI Papua Tengah yang akan memilih figur pemimpin untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi daerah. Sebagai […]

  • Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gorontalo meresmikan kepengurusan baru periode 2022–2027. Advokat Arif Mahfudin Ibrahim, S.H., M.H., secara resmi mengemban tugas sebagai Ketua DPC setelah dilantik dalam sebuah upacara yang dipenuhi kekhidmatan di Hotel Aston, Kota Gorontalo, pada Selasa (02/12/2025). Momentum pelantikan ini merupakan perayaan regenerasi profesi hukum di […]

  • Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga mencuri paket milik kurir viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan terekam kamera CCTV milik warga. Video rekaman itu diunggah akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa (3/2/2026). Dalam tayangan tersebut, terduga pelaku terlihat berjalan santai […]

  • NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Dalam banyak kasus, nahdliyyin kultural justru menunjukkan keikhlasan yang sangat kuat dalam menjaga tradisi NU. Hal ini karena keterlibatan mereka tidak terikat oleh masa khidmat kepengurusan dan tidak pula didorong oleh target-target pribadi tertentu. Mereka ber-NU karena kecintaan terhadap tradisi dan nilai yang diwariskan oleh para ulama. Namun di sinilah muncul persoalan. Banyak nahdliyyin kultural […]

  • Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara. Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho […]

expand_less