Goodwill Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 144
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/ istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selama sebelas bulan sebelumnya, mungkin kita terlalu sibuk mengejar laba dunia: target kerja, kenaikan jabatan, investasi, dan berbagai proyek kehidupan. Tidak ada yang salah dengan itu. Akuntansi juga tidak melarang orang mencari keuntungan.
Namun Ramadhan mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak hanya memiliki laporan laba rugi, tetapi juga laporan nilai kemanusiaan. Di sinilah konsep Goodwill Langit menjadi menarik. Ia tidak bisa dihitung dengan rumus Excel. Ia tidak muncul di laporan tahunan perusahaan. Ia juga tidak bisa dimanipulasi melalui rekayasa akuntansi.
Goodwill Langit muncul dari hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele: membantu tetangga, menahan amarah, memberi makan orang yang lapar, atau sekadar membuat orang lain tersenyum.
Orang NU punya filosofi sederhana: urip iku urup—hidup itu harus memberi cahaya. Dalam bahasa akuntansi, mungkin itu berarti nilai manusia tidak diukur dari aset yang dimiliki, tetapi dari manfaat yang diberikan. Dan Ramadhan adalah musim terbaik untuk memperbesar nilai itu.
Sebab dalam “sistem akuntansi langit,” ada satu aturan yang sangat menarik: setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Coba bayangkan kalau aturan ini berlaku di perusahaan. Setiap rupiah yang diinvestasikan langsung dilipatgandakan puluhan kali. Pasti semua orang akan menjadi investor.
Namun Tuhan memberikan “insentif investasi” seperti ini justru pada amal kebaikan. Itulah sebabnya orang bijak tidak hanya menabung uang, tetapi juga menabung goodwill spiritual.
Karena pada akhirnya, ketika laporan hidup manusia benar-benar ditutup, mungkin yang paling bernilai bukanlah rumah, mobil, atau saldo rekening. Melainkan sesuatu yang tidak terlihat—tetapi sangat mahal di hadapan Tuhan: Goodwill Langit.
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar