Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Goodwill Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 319
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selama sebelas bulan sebelumnya, mungkin kita terlalu sibuk mengejar laba dunia: target kerja, kenaikan jabatan, investasi, dan berbagai proyek kehidupan. Tidak ada yang salah dengan itu. Akuntansi juga tidak melarang orang mencari keuntungan.

Namun Ramadhan mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak hanya memiliki laporan laba rugi, tetapi juga laporan nilai kemanusiaan. Di sinilah konsep Goodwill Langit menjadi menarik. Ia tidak bisa dihitung dengan rumus Excel. Ia tidak muncul di laporan tahunan perusahaan. Ia juga tidak bisa dimanipulasi melalui rekayasa akuntansi.

Goodwill Langit muncul dari hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele: membantu tetangga, menahan amarah, memberi makan orang yang lapar, atau sekadar membuat orang lain tersenyum.

Orang NU punya filosofi sederhana: urip iku urup—hidup itu harus memberi cahaya. Dalam bahasa akuntansi, mungkin itu berarti nilai manusia tidak diukur dari aset yang dimiliki, tetapi dari manfaat yang diberikan. Dan Ramadhan adalah musim terbaik untuk memperbesar nilai itu.

Sebab dalam “sistem akuntansi langit,” ada satu aturan yang sangat menarik: setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Coba bayangkan kalau aturan ini berlaku di perusahaan. Setiap rupiah yang diinvestasikan langsung dilipatgandakan puluhan kali. Pasti semua orang akan menjadi investor.

Namun Tuhan memberikan “insentif investasi” seperti ini justru pada amal kebaikan. Itulah sebabnya orang bijak tidak hanya menabung uang, tetapi juga menabung goodwill spiritual.

Karena pada akhirnya, ketika laporan hidup manusia benar-benar ditutup, mungkin yang paling bernilai bukanlah rumah, mobil, atau saldo rekening. Melainkan sesuatu yang tidak terlihat—tetapi sangat mahal di hadapan Tuhan: Goodwill Langit.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaringan Gusdurian Ajak Gen-Z Merefleksikan Pancasila Lewat Kuliah Umum

    Jaringan Gusdurian Ajak Gen-Z Merefleksikan Pancasila Lewat Kuliah Umum

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Sarjoko
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta- Pergulatan antara Pancasila, agama, dan negara terjadi sepanjang sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Situasi ini dimulai sejak perumusan Pancasila menjelang proklamasi kemerdekaan hingga bagaimana negara berperan dalam memberikan tafsir terhadap ideologi ini. Salah satu perdebatan awal adalah tentang pilihan Indonesia menjadi negara agama dan negara sekuler yang membuat kelompok religius dan nasionalis mengalami ketegangan. […]

  • Bawaslu Kota Gorontalo Perkuat Kapasitas Panwascam Hadapi Tahapan Verifikasi Faktual

    Bawaslu Kota Gorontalo Perkuat Kapasitas Panwascam Hadapi Tahapan Verifikasi Faktual

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bawaslu Kota Gorontalo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Gorontalo dalam rangka mempersiapkan pengawasan tahapan Verifikasi Faktual (Verfak) dukungan calon perseorangan pada Pemilihan Serentak 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Yulia pada Sabtu–Minggu, 15–16 Juni 2024. Anggota Bawaslu Kota Gorontalo, Herlina Antu, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini bertujuan agar […]

  • Dianggap Lalai Atasi Pencemaran Sungai, IMCI Layangkan Peringatan Darurat ke Bupati dan DLH Kabupaten Cirebon

    Dianggap Lalai Atasi Pencemaran Sungai, IMCI Layangkan Peringatan Darurat ke Bupati dan DLH Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Ikatan Mahasiswa Cirebon Indonesia (IMCI) melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), atas kegagalan bertahun-tahun dalam mengatasi pencemaran limbah industri batu alam di aliran sungai yang berhulu di Dukupuntang dan dikenal luas sebagai Sungai Jamblang. Sekretaris Umum IMCI, Barri Niko, menegaskan bahwa pencemaran […]

  • GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    “Kami di Sulawesi Selatan tegak lurus mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat,” ujar Ridwan. Terkait proses hukum yang berjalan, Ridwan menjelaskan bahwa langkah organisasi sudah sangat jelas. PP GP Ansor telah memberikan mandat penuh kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP GP Ansor untuk melakukan pendampingan secara profesional. Penunjukan LBH ini dipandang sebagai bentuk […]

  • Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Mei 2025 di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.714 orang atau menurun 36,88 persen dibandingkan dengan keadaan pada April 2025 yang tercatat sebanyak 5.884 orang. Sementara jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Mei 2025 sebanyak 3.036 orang, menurun 60,47 persen dibanding April 2025 yang sejumlah 7.680 orang. Jumlah barang […]

  • Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Kampus hari ini juga semakin dekat dengan logika korporasi. Banyak perguruan tinggi dikelola dengan ukuran-ukuran manajerial: target jumlah mahasiswa, efisiensi anggaran, produktivitas publikasi, ranking internasional, akreditasi, dan citra kelembagaan. Semua hal itu tidak salah pada dirinya sendiri. Masalahnya muncul ketika manusia yang bekerja di dalam sistem dianggap sekadar instrumen pencapai target. Dosen dihitung dari jumlah […]

expand_less