Breaking News
light_mode
Trending Tags

GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassar, nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan serta organisasi kepemudaan (OKP) pegiat demokrasi menggelar Bincang Demokrasi #1 pada Jumat, 31 Januari 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Bawaslu Sulsel dan menjadi ruang diskusi awal dalam mengawal demokrasi di tengah tantangan era digital.

Bincang demokrasi perdana tersebut mengangkat tema “Transformasi Demokrasi Era Digital: Peran dan Tantangan Gen Z”, yang menyoroti perubahan wajah demokrasi akibat perkembangan teknologi serta posisi strategis generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Alamsyah, S.H. (Komisioner Bawaslu Sulsel), Megawati (Penggerak GUSDURian Makassar), dan Dr. Muh. Fachri Said, S.H., M.H. (Akademisi Fakultas Hukum UMI). Diskusi dipandu secara interaktif dan kritis dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.

Kegiatan ini dihadiri oleh penggerak inti dan penggerak muda Komunitas GUSDURian Makassar, perwakilan IPNU Sulsel, sahabat Lapar Sulsel, serta kader PMII Makassar.

Koordinator GUSDURian Makassar, Fathurrahman Marzuki, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengawal proses demokrasi yang dinilai semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu.

“Gus Dur selama hidupnya adalah sosok yang sangat tegas dan konsisten melawan segala bentuk pelemahan demokrasi. Spirit itu yang harus terus kita hidupkan,” ujar Fathurrahman.

Ia menambahkan, meskipun demokrasi Indonesia belum sempurna, upaya koreksi dan pengawalan harus terus dilakukan agar demokrasi tetap berjalan sesuai nilai-nilai dasarnya.

“Kegiatan bincang demokrasi ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk keseriusan kami menjaga demokrasi agar tetap berada dalam relnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan bahwa tantangan demokrasi di era digital bukan lagi soal jarak, melainkan literasi dan etika.

“Di era serba digital ini, kemampuan literasi dan etika menjadi kunci utama. Anak-anak muda, khususnya perempuan, harus terus mengasah intelektual agar mampu memegang kendali proses demokrasi di masa depan,” ujarnya.

Kedepan, Bincang Demokrasi ini direncanakan akan terus berlanjut melalui kolaborasi antara GUSDURian Makassar, Bawaslu Sulsel, serta berbagai lembaga dan OKP pegiat demokrasi lainnya sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Pada edisi sebelumnya, saya menulis Abdullah ibn Umm Maktum sebagai partner muadzin Bilal ibn Rabah. Keduanya adalah muadzin yang ditunjuk Nabi untuk pelaksanaan salat di Madinah. Dari sekitar Masjid Nabawi, suara azan mereka menjadi penanda waktu bagi kehidupan kaum Muslim di kota itu. Pasca peristiwa Fathul Makkah, Nabi Kembali ke Mekkah dan membangun Mekkah dengan […]

  • Puluhan Ulama Perempuan Isi Pengajian Ramadan yang digagas KUPI

    Puluhan Ulama Perempuan Isi Pengajian Ramadan yang digagas KUPI

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) baru saja meluncurkan (launching) program Ngaji KUPI Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025. Acara pembukaan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh puluhan ulama perempuan dan lembaga jejaring KUPI. Pertemuan dipandu langsung oleh penulis dan pegiat isu gender, Kalis Mardiasih. Melalui rangkaian pengajian yang digelar […]

  • Pemkab Maros Berlakukan WFA Terbatas bagi ASN Selama Libur Nataru 2025

    Pemkab Maros Berlakukan WFA Terbatas bagi ASN Selama Libur Nataru 2025

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros memberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Desember 2025, dengan catatan penerapannya bersifat selektif dan tidak mengganggu pelayanan publik. Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa tidak seluruh […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Menarik memang mengelaborasi gerakan mahasiswa sebagai agen of change atau sebagai agen of control. Sudah menjadi tradisi yang terwariskan sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, bahwa mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok elit pelajar akan selalu garang ketika berhadapan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populis. Pada momen-momen tertentu, pemandangan yang sudah lazim akan terlihat di setiap kantor pemerintah, […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 214
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

expand_less