GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 67
- print Cetak

Suasana Bincang Demokrasi #1 yang digelar Komunitas GUSDURian Makassar bersama Bawaslu Sulawesi Selatan di Aula Bawaslu Sulsel, Jumat (31/1/2026), dengan tema Transformasi Demokrasi Era Digital: Peran dan Tantangan Gen Z, dihadiri pegiat demokrasi, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa dari berbagai elemen masyarakat sipil.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassar, nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan serta organisasi kepemudaan (OKP) pegiat demokrasi menggelar Bincang Demokrasi #1 pada Jumat, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Bawaslu Sulsel dan menjadi ruang diskusi awal dalam mengawal demokrasi di tengah tantangan era digital.
Bincang demokrasi perdana tersebut mengangkat tema “Transformasi Demokrasi Era Digital: Peran dan Tantangan Gen Z”, yang menyoroti perubahan wajah demokrasi akibat perkembangan teknologi serta posisi strategis generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Alamsyah, S.H. (Komisioner Bawaslu Sulsel), Megawati (Penggerak GUSDURian Makassar), dan Dr. Muh. Fachri Said, S.H., M.H. (Akademisi Fakultas Hukum UMI). Diskusi dipandu secara interaktif dan kritis dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.
Kegiatan ini dihadiri oleh penggerak inti dan penggerak muda Komunitas GUSDURian Makassar, perwakilan IPNU Sulsel, sahabat Lapar Sulsel, serta kader PMII Makassar.
Koordinator GUSDURian Makassar, Fathurrahman Marzuki, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengawal proses demokrasi yang dinilai semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu.
“Gus Dur selama hidupnya adalah sosok yang sangat tegas dan konsisten melawan segala bentuk pelemahan demokrasi. Spirit itu yang harus terus kita hidupkan,” ujar Fathurrahman.
Ia menambahkan, meskipun demokrasi Indonesia belum sempurna, upaya koreksi dan pengawalan harus terus dilakukan agar demokrasi tetap berjalan sesuai nilai-nilai dasarnya.
“Kegiatan bincang demokrasi ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk keseriusan kami menjaga demokrasi agar tetap berada dalam relnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan bahwa tantangan demokrasi di era digital bukan lagi soal jarak, melainkan literasi dan etika.
“Di era serba digital ini, kemampuan literasi dan etika menjadi kunci utama. Anak-anak muda, khususnya perempuan, harus terus mengasah intelektual agar mampu memegang kendali proses demokrasi di masa depan,” ujarnya.
Kedepan, Bincang Demokrasi ini direncanakan akan terus berlanjut melalui kolaborasi antara GUSDURian Makassar, Bawaslu Sulsel, serta berbagai lembaga dan OKP pegiat demokrasi lainnya sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar