Islah PBNU Tercapai, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month Kamis, 25 Des 2025
- visibility 61
- print Cetak

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Rekonsiliasi tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru setelah tercapainya islah antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Rekonsiliasi tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Pertemuan yang diprakarsai para Masyayikh dan Mustasyar PBNU itu berlangsung khidmat dan mempertemukan kedua pimpinan tertinggi PBNU dalam satu forum. Islah ini sekaligus mengakhiri konflik internal yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Sebagai hasil utama pertemuan, kedua belah pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama sebagai solusi terbaik bagi jam’iyah. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut merupakan langkah menyejukkan dan mencerminkan semangat persaudaraan di tubuh NU.
Musyawarah ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo. Para Masyayikh menilai sengketa yang dipicu oleh keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam, yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui jalan islah dan muktamar yang sah serta melibatkan seluruh pihak.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang berlangsung intens namun tetap menjunjung tinggi nilai ukhuwah nahdliyah. Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dalam pertemuan ini, di antaranya Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, serta para kiai sepuh yang berperan sebagai penengah.
Dengan tercapainya islah ini, kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 tetap berjalan sebagaimana mestinya, yakni di bawah Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf. Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk panitia bersama guna mempersiapkan pelaksanaan muktamar tersebut.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar