Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

  • account_circle Sutanti Idris
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering kali terlambat dipikirkan, yaitu: kapan sebenarnya kita harus mulai merencanakan kuliah anak? Sebagian besar keluarga baru mulai memikirkan jurusan, universitas, hingga biaya pendidikan ketika anak sudah duduk di bangku SMA. Padahal, pada fase tersebut waktu untuk mempersiapkan semuanya sudah jauh lebih sempit. Akibatnya, banyak keputusan diambil secara tergesa-gesa karena terbatasnya waktu, kesiapan akademik, maupun kondisi finansial.

Menurut saya, riset pendidikan justru harus dimulai sejak anak berada di bangku sekolah dasar. Tentu bukan untuk membebani anak dengan target akademik yang berlebihan atau memaksanya menentukan masa depan sejak dini. Sebaliknya, riset ini menjadi bekal bagi orang tua untuk memahami arah perjalanan pendidikan anak sehingga setiap langkah yang diambil memiliki tujuan yang jelas. Anak tetap berhak menikmati masa kecilnya, bermain, bereksplorasi, bersosialisasi, dan belajar dengan bahagia. Namun, orang tua perlu mulai menyusun peta perjalanan menuju masa depan anak.

Saya sering mengibaratkan perjalanan pendidikan seperti seseorang yang mengikuti lomba maraton. Seorang pelari yang berpengalaman tidak akan mengeluarkan seluruh tenaganya di kilometer pertama. Ia mengatur ritme, menjaga stamina, memperhitungkan kebutuhan energi, dan memastikan dirinya mampu mencapai garis akhir dengan kondisi terbaik. Pendidikan anak pun demikian. Jika sejak awal orang tua sudah memahami tujuan akhirnya, maka proses menuju tujuan tersebut akan terasa lebih ringan, terarah, dan tidak penuh kepanikan di penghujung perjalanan.

Membicarakan cita-cita anak sejak usia sekolah dasar bukan berarti memaksa mereka memilih profesi secara permanen. Justru, hal itu menjadi ruang eksplorasi agar anak mengenal berbagai pilihan masa depan. Ketika seorang anak bercita-cita menjadi dokter, guru, akuntan, arsitek, pengusaha, atau profesi lainnya, orang tua memiliki kesempatan untuk mulai melakukan riset mengenai jalur pendidikan yang diperlukan, kemampuan yang harus dipersiapkan, universitas yang sesuai, hingga estimasi biaya yang harus direncanakan. Dengan demikian, orang tua tidak hanya mendukung mimpi anak melalui kata-kata, tetapi juga melalui persiapan yang nyata.

Kesadaran mengenai besarnya biaya pendidikan tinggi juga menjadi alasan mengapa perencanaan sejak dini sangat penting. Saat orang tua mengetahui bahwa biaya kuliah di perguruan tinggi berkualitas dapat mencapai ratusan juta rupiah, mereka akan lebih bijak dalam mengatur keuangan keluarga. Menabung sedikit demi sedikit sejak anak masih duduk di bangku SD tentu jauh lebih ringan dibandingkan harus mencari dana besar dalam waktu singkat ketika anak lulus SMA. Perencanaan yang matang juga memberikan ruang bagi keluarga untuk mempertimbangkan berbagai alternatif, seperti beasiswa, investasi pendidikan, maupun pengembangan kompetensi yang mendukung masa depan anak.

Namun, riset pendidikan sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang biaya kuliah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana orang tua memanfaatkan masa tumbuh kembang anak, terutama pada periode yang dikenal sebagai golden age. Pada masa inilah perkembangan otak berlangsung sangat pesat sehingga karakter, kebiasaan belajar, kemampuan berkomunikasi, kecerdasan emosional, hingga nilai-nilai kehidupan mulai terbentuk. Tidak ada sekolah, semahal apa pun biayanya, yang mampu menggantikan sepenuhnya peran orang tua dalam fase penting tersebut.

Pandangan ini juga memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa keluarga merupakan penyelenggara pendidikan informal yang diakui sebagai pendidikan pertama bagi anak. Selain itu, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk mengasuh, mendidik, melindungi, serta mengembangkan potensi anak sesuai dengan bakat, kemampuan, dan minatnya. Artinya, negara pun mengakui bahwa rumah adalah sekolah pertama, sedangkan orang tua adalah guru utama dalam kehidupan anak.

Berbagai penelitian internasional semakin memperkuat pandangan tersebut. Salah satunya adalah penelitian dari Harvard Center on the Developing Child yang menjelaskan bahwa perkembangan otak anak sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi antara anak dan orang tua melalui konsep serve and return. Interaksi sederhana seperti mengajak anak berdialog, membacakan buku, mendengarkan cerita mereka, memberikan pelukan, serta merespons pertanyaan dengan penuh perhatian terbukti membantu membangun kemampuan berpikir, mengelola emosi, dan membentuk rasa percaya diri anak.

Karena itu, sekolah yang mahal tidak selalu menjadi jaminan keberhasilan apabila orang tua tidak terlibat aktif dalam proses pendidikan di rumah. Sebaliknya, banyak anak yang berasal dari sekolah sederhana justru mampu meraih prestasi luar biasa karena mendapatkan pendampingan yang hangat, konsisten, dan penuh kasih sayang dari keluarganya. Sekolah memang memiliki peran penting sebagai mitra pendidikan, tetapi fondasi karakter dan semangat belajar tetap dibangun di dalam keluarga.

Pada akhirnya, riset pendidikan bukan sekadar mencari sekolah terbaik, melainkan menyusun perjalanan hidup anak secara menyeluruh. Mulai dari mengenali potensi, membangun karakter, mengembangkan kompetensi, menyiapkan kemampuan akademik, hingga merancang strategi pembiayaan pendidikan tinggi. Semua proses tersebut membutuhkan waktu yang panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Masa depan anak bukan dibentuk oleh satu keputusan besar yang diambil ketika mereka lulus SMA, melainkan oleh ribuan keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini. Karena itu, mari mulai berpikir lebih jauh sejak anak berada di bangku sekolah dasar. Biarkan mereka menikmati masa kecilnya dengan penuh kebahagiaan, sementara orang tua bekerja di balik layar menyiapkan jalan menuju impian mereka. Sebab pendidikan bukanlah perlombaan lari cepat, melainkan maraton panjang yang membutuhkan visi, kesabaran, dan perencanaan yang matang agar mimpi anak tidak kehabisan tenaga sebelum mencapai garis akhir.

Penulis : Founder Aoife Social

  • Penulis: Sutanti Idris

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bendera HTI Berkibar di Aksi Bela Palestina, Dewan Ahli ISNU Gorontalo: Bentuk Pelanggaran Hukum

    Bendera HTI Berkibar di Aksi Bela Palestina, Dewan Ahli ISNU Gorontalo: Bentuk Pelanggaran Hukum

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Nulondalo – Di beberapa kota di Indonesia pada hari Minggu, 2 Februari 2025 aksi Bela Palestina digelar serentak. Dalam aksi-aksi tersebut massa aksi turut mengibarkan bendera dengan tulisan Arab berwarna putih dan hitam yang lekat dengan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kelompok yang sudah dinyatakan terlarang di Indonesia sejak 2017. Dewan Ahli Pengurus Wilayah Ikatan […]

  • Kepala BNPB Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Manado, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

    Kepala BNPB Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Manado, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Manado, Jumat (3/4/2026). Dalam kunjungannya, Suharyanto meninjau kerusakan bangunan di kawasan Gedung KONI-Hall B serta permukiman warga guna memastikan langkah penanganan darurat telah berjalan optimal. Ia juga berdialog langsung dengan warga terdampak untuk mendengar kesaksian terkait detik-detik gempa […]

  • Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk KH Manarul Hidayah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang memutuskan mundur dari jabatannya. “Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar […]

  • Akuntansi Langit

    Akuntansi Langit

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan dua jenis laporan keuangan: laporan keuangan dunia dan laporan keuangan langit. Yang pertama disusun dengan standar PSAK, direviu auditor, lalu dipresentasikan dengan PowerPoint penuh grafik naik-turun. Yang kedua? Disusun tanpa Excel, tanpa auditor eksternal, tapi konon auditornya langsung Malaikat. Dan yang paling menegangkan, opini yang keluar bukan WTP, melainkan “diterima” atau “perlu […]

  • Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

    Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemberitaan yang dimuat oleh Viraltimes.id terkait kondisi jembatan penghubung antara Desa Mattirotasi dan Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menuai tanggapan tegas dari pihak Karang Taruna Desa Majannang. SAKTI, selaku Formatur Ketua Karang Taruna Desa Majannang, secara resmi membantah keras isi pemberitaan tersebut, khususnya klaim yang menyebutkan bahwa telah terjadi beberapa insiden warga […]

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar istighosa dan Doa dengan tema “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia“ dalam rangka melaksanakan instuksi pengurus pusat (PP)Ansor . kegiatan ini berlangsung pada Minggu (31 /8/2025), bertempat di Masjid At Takwa, Kel Bulotada Timur, Kec. Sipatana . Ketua PC GP Ansor Kota Gorontalo, Ustadz Yajib Alhabsi, […]

expand_less