Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila
- account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 95
- print Cetak

Yusril Ihza Mahendra, Advokat, Akademisi dan Politisi Indonesia. Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dan dari sana, kita belajar satu hal penting: bahwa kebesaran seorang tokoh tidak selalu tampak dari seberapa keras ia bersuara, tetapi dari seberapa jauh ia mampu menjaga arah—dengan tenang, dengan sabar, dan dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan.
Pada akhirnya, sosok Yusril Ihza Mahendra menunjukkan bahwa Islam dan Pancasila tidak perlu dipertentangkan, tetapi dapat dirajut dalam satu harmoni yang saling menguatkan. Melalui gagasan dan praktik politiknya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai Islam bisa hidup dalam demokrasi tanpa harus menanggalkan kebangsaan.
Dan, keteguhannya menjaga jalan tengah menjadi pelajaran penting bagi kita, bahwa membangun bangsa membutuhkan keseimbangan: antara iman dan konstitusi, antara idealisme dan realitas.
- Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Saat ini belum ada komentar