Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 112
- print Cetak

Petugas Basarnas mengevakuasi sebagian penumpang kapal yang tenggelam di Perairan Muna, Sulawesi Tenggara, Minggu (1/2/2026). Para korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke darat meski proses penyelamatan dilakukan di tengah kondisi ombak dan cuaca yang kurang bersahabat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Kapal penumpang rute Raha–Maligano tenggelam di Perairan Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (1/2/2026), setelah mengalami mati mesin dan diterjang gelombang saat mendekati Pelabuhan Maligano. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Kendari mengevakuasi total 32 orang yang berada di atas kapal, terdiri dari 28 penumpang dan 4 anak buah kapal (ABK).
“Dalam keadaan selamat,” ujar Kepala KPP Kota Kendari, Amiruddin, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.
Amiruddin menjelaskan, laporan kejadian kapal tenggelam diterima dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Muna pada pukul 17.51 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 18.06 Wita.
Dalam proses evakuasi, tim SAR menghadapi kondisi cuaca berawan yang berpotensi hujan, dengan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam dari arah utara serta tinggi gelombang berkisar antara 0,75 hingga 1 meter.
“Pada pukul 20.05 Wita kami menerima informasi dari tim di lapangan bahwa seluruh korban, sebanyak 32 orang, telah berhasil dievakuasi dan berada dalam kondisi selamat di darat,” ungkap Amiruddin.
Ia menambahkan, kapal tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Laiino menuju Pelabuhan Maligano. Saat berangkat, kondisi cuaca dilaporkan masih dalam keadaan baik.
“Namun ketika mendekati Pelabuhan Maligano, kapal mengalami mati mesin dan kemudian dihantam gelombang hingga terbalik dan tenggelam,” jelasnya.
Hingga saat ini, Basarnas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab pasti kerusakan mesin kapal masih dalam penelusuran lebih lanjut.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar