Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan
- account_circle Sakti
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 99
- print Cetak

foto: bapak lurah Hasdar L.,SE penyerahan bantuan kemasyarakat kelurahan baju bodoa. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com, Maros— Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan warganya. Pada tanggal 2 sampai 4 Desember 2025, pemerintah kelurahan menyalurkan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada masyarakat yang benar–benar membutuhkan. Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang kemudian disalurkan secara langsung oleh pemerintah kelurahan.
Total bantuan yang diterima Kelurahan Baju Bodoa sebanyak 452 paket, dan seluruhnya dibagikan ke tiga lingkungan, yaitu Lingkungan Kassi Kebo, Lingkungan Betang, dan Lingkungan Masembo. Proses distribusi berjalan tertib dan transparan, melibatkan ketua RT/RW serta aparatur kelurahan untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
Lurah Baju Bodoa, Hasdar L.,SE, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya kelurahan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama mereka yang masuk kategori rentan.
“Kami di Kelurahan Baju Bodoa terus berupaya hadir untuk masyarakat. Bantuan ini kami pastikan diberikan kepada warga yang betul-betul membutuhkan. Ini bagian dari komitmen kami untuk membantu sekaligus membangun kesejahteraan warga,” ujar Hasdar L.,SE.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kelurahan selalu berusaha menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Sosial agar program-program bantuan dapat berjalan lancar dan bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan pangan ini mendapat apresiasi dari warga, yang merasa terbantu di tengah meningkatnya kebutuhan pokok. Warga berharap program serupa dapat terus berlanjut demi meringankan beban masyarakat kecil.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar