Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar menyampaikan pandangannya pada kegiatan Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional serta meningkatkan ikhtiar spiritual di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Anwar usai menghadiri kegiatan silaturahmi antara Presiden dan para kiai serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.
Menurutnya, politik bebas dan aktif merupakan strategi penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika global, dengan tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai negara tanpa menciptakan permusuhan.
“Oleh karena itu, saya kira kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tetapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini,” ujar Anwar.
Ia juga menyoroti situasi internasional yang saat ini diwarnai berbagai konflik dan ketegangan di sejumlah kawasan dunia. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi memberikan dampak luas terhadap stabilitas global.
Karena itu, Anwar menekankan pentingnya kewaspadaan sekaligus upaya bersama untuk menjaga keselamatan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
“Yang paling penting sekali buat kita adalah bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, rakyat kita, serta umat kita. Itu yang paling pokok,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anwar menegaskan bahwa momentum kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan aparat negara perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan global.
Ia menyebut pentingnya kolaborasi antara para ulama dan umara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, serta dukungan dari aparat pertahanan dan keamanan, termasuk Tentara Nasional Indonesia yang dipimpin Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, Anwar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan meningkatkan kedekatan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa, terutama di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, ikhtiar spiritual menjadi bagian penting dalam memohon perlindungan bagi bangsa dan negara agar terhindar dari berbagai musibah yang saat ini melanda sejumlah wilayah dunia.
“Lebih-lebih pada bulan Ramadan, jangan sampai musibah yang terjadi di berbagai tempat yang ujungnya adalah kesengsaraan yang tidak berhenti itu terjadi di sini. Sangat penting bagi kita sekalian untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon keselamatan bagi pemimpin, rakyat, dan negara kita,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Anwar menegaskan bahwa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, bangsa Indonesia perlu terus merapatkan barisan dan menjaga persatuan. Dengan kebersamaan serta doa, ia berharap Indonesia senantiasa mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar