Mahasantri Khatamun Nabiyyin Tebar Dakwah Ramadan Melalui Program SDKN di Palu
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

Mahasantri mubalighah Khatamun Nabiyyin saat memberikan pembelajaran tahsin dan tahfiz Al-Qur’an kepada siswa dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan di MI Al-Khairat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di Kota Palu misalnya, para mubalighah menjalankan berbagai kegiatan dakwah yang berfokus pada pembinaan generasi muda melalui jalur pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengisi program pesantren kilat atau sanlat di MI Al-Khairat selama tiga hari. Dalam kegiatan tersebut, para mubalighah memberikan pembelajaran tahsin Al-Qur’an dan tahmil Al-Qur’an kepada para peserta yang berasal dari siswa kelas 4, 5, dan 6. Suasana belajar berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, karena para siswa tidak hanya belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna-makna Al-Qur’an.
Salah satu peserta sanlat mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa pembelajaran yang diberikan para mubalighah terasa menyenangkan dan mudah dipahami. “Kami sangat senang karena tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga diberi motivasi agar lebih mencintai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu siswa peserta sanlat.
Selain itu, para mubalighah juga berpartisipasi dalam kegiatan sanlat yang diselenggarakan di SASKAL Al-Hasyimi. Dalam kegiatan ini, para mubalighah diberi kesempatan untuk menyampaikan kultum setelah salat subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama para peserta. Momen ini menjadi salah satu pengalaman spiritual yang mempererat hubungan antara para mubalighah dengan para peserta, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghidupkan suasana Ramadan.
Pimpinan lembaga pendidikan yang dikunjungi juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Aktivitas dakwah para mubalighah tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan di masjid atau lembaga pendidikan dasar. Mereka juga turut berkontribusi dalam dunia pendidikan formal dengan menjadi pengajar di SMA Al-Azhar Mandiri Palu. Di sekolah tersebut, para mubalighah dipercaya untuk mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Sosiologi. Dalam proses pembelajaran, mereka tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan keluarganya, sehingga para siswa dapat memahami pentingnya ilmu pengetahuan yang disertai dengan pembentukan karakter.





- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar