MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan saat acara pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam.
Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara pengukuhan Pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
“Kami sebagai kekuatan umat Islam tentu menyambut baik ide dan gagasan ini,” ujar Nusron yang juga Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa.
Acara pengukuhan tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, para Menteri Kabinet Merah Putih, serta puluhan ribu jamaah yang memadati Masjid Istiqlal.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar 4.000 meter persegi di Bundaran HI untuk pembangunan gedung bagi MUI dan sejumlah lembaga umat Islam.
“Selamat kepada Pengurus MUI yang baru dikukuhkan. Seluruh umat Indonesia menanti pengabdianmu,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pusat aktivitas lembaga-lembaga Islam di jantung ibu kota.
Menurutnya, kawasan Bundaran HI tidak hanya diisi hotel dan pusat perbelanjaan, tetapi juga perlu menghadirkan gedung yang diperuntukkan bagi kepentingan umat.
“Bundaran HI tidak hanya ada hotel mewah dan mal mewah, tapi ada gedung yang diperuntukkan untuk lembaga umat Islam,” tegasnya.
Nusron Wahid menambahkan, berdasarkan desain yang disusun Kementerian Agama, gedung tersebut direncanakan memiliki sekitar 40 lantai.
Gedung itu nantinya akan ditempati berbagai lembaga, seperti MUI, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dewan Masjid Indonesia, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam.
Menurut Nusron, pembangunan gedung ini bertujuan mengonsolidasikan kekuatan umat Islam. Ia menilai, sebagai mayoritas penduduk, potensi umat Islam dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa jika dikelola dengan baik.
Terkait anggaran pembangunan, Nusron menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Agama KH Nasaruddin Umar.
Selain rencana pembangunan gedung, Presiden Prabowo juga mengungkapkan rencana pembentukan lembaga pengelolaan dana umat.
Ia menyebut, dana umat yang dikelola berbagai lembaga selama ini diperkirakan mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun.
Pada kesempatan itu, Prabowo mengajak ulama, umara, dan seluruh umat Islam untuk bersatu demi kemajuan bangsa. “Ulama dan umara bersatu, kita akan melihat kebangkitan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar