Pasar Modal Bergejolak, DPR Soroti Mundurnya Dirut BEI
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 64
- print Cetak

Ilustrasi suasana pasar modal Indonesia di tengah gejolak IHSG. Tekanan pasar saham yang memicu trading halt dua hari berturut-turut berujung pada pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Gejolak pasar modal yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut berujung pada pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Langkah tersebut mendapat sorotan sekaligus apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, menilai keputusan Iman Rachman mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap kenegarawanan di tengah tekanan pasar yang berdampak luas terhadap kepercayaan publik.
“Ini adalah wujud tanggung jawab. Saya betul-betul menghormati sikap gentle Pak Iman dalam menyikapi gejolak pasar yang terjadi,” ujar politisi yang akrab disapa Cak Udin itu dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Menurut Cak Udin, IHSG merupakan indikator utama kesehatan pasar modal dan ekonomi nasional. Pergerakannya tidak hanya memengaruhi investor domestik, tetapi juga mencerminkan tingkat kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Karena itu, stabilitas dan kredibilitas BEI harus dijaga secara serius.
Ia juga berharap sosok pengganti Iman Rachman mampu membawa kepemimpinan yang lebih kuat, profesional, dan berintegritas, serta mampu membaca dinamika ekonomi global agar peristiwa trading halt berkepanjangan tidak kembali terulang.
“Bursa efek adalah wajah perekonomian Indonesia di mata dunia. Ke depan dibutuhkan figur yang komunikatif dan mampu menjaga stabilitas pasar,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.
Sebelumnya, Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar saham yang tertekan dalam dua hari terakhir, meski pada perdagangan Jumat pagi IHSG sempat menunjukkan penguatan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta.
Untuk sementara, posisi Direktur Utama BEI akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) sesuai ketentuan yang berlaku hingga proses penetapan pimpinan definitif dilakukan.
Berdasarkan data BEI, IHSG pada Jumat pagi menguat 0,91 persen atau naik 74,66 poin ke level 8.306,86 hingga pukul 09.03 WIB. Meski demikian, tekanan jual investor asing masih membayangi pergerakan indeks.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menyebutkan bahwa secara akumulatif sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi 4,80 persen, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terlemah di kawasan ASEAN.
“Tekanan utama berasal dari aksi jual investor asing yang mencapai Rp4,63 triliun. Walaupun sempat rebound setelah anjlok tajam dan terkena trading halt, sentimen pasar masih cukup berat,” jelasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar