Pemkot Gorontalo Larang Petasan Saat Malam Tahun Baru 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 139
- print Cetak

Walikota Gorontalo Adhan Dambea menyampaikan arahan terkait pelarangan petasan pada pergantian tahun/FOTO: Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo secara resmi melarang penggunaan petasan saat perayaan malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Larangan tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Adhan saat diwawancarai pewarta usai apel malam pada kegiatan wisata akhir tahun yang digelar Pemkot Gorontalo di Pantai Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Sabtu (27/12/2025).
“Petasan dilarang sepenuhnya karena berpotensi membahayakan keselamatan orang lain, terutama jika digunakan di jalan umum dan kawasan ramai,” tegas Adhan.
Menurutnya, masyarakat hanya diperbolehkan menyalakan kembang api dalam merayakan malam pergantian tahun. Ia menegaskan, perayaan tahun baru harus berlangsung aman dan tertib tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat lainnya.
“Sudah kami umumkan melalui edaran, masyarakat dilarang menyalakan petasan. Kembang api boleh, petasan dilarang,” ujarnya.
Adhan menekankan, larangan tersebut bukan sekadar imbauan. Jika masih ditemukan pelanggaran, Pemkot Gorontalo akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan.
“Kalau masih ada yang menyalakan petasan, apalagi di jalan umum, itu bisa membahayakan orang lain. Kita akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Gorontalo juga tidak mengeluarkan izin penjualan petasan. Kepolisian telah menegaskan tidak ada izin bagi pedagang yang menjual petasan menjelang maupun saat malam tahun baru.
“Polisi sudah tegaskan, tidak ada izin penjualan petasan, kecuali kembang api,” jelas Adhan.
Pemkot Gorontalo berharap masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan tertib dan penuh empati.
“Jangan ada hura-hura. Saudara-saudara kita di Sumatera masih berduka. Mari tunjukkan solidaritas dan empati,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar