Pemprov Sulsel Genjot Preservasi Jalan Paket 3 Senilai Rp478,1 Miliar, Ruas Strategis di Pinrang Dikebut
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 80
- print Cetak

Untuk ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang, proyek ini ditargetkan rampung sesuai kontrak pada Desember 2026. Doc. Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menggenjot penanganan preservasi jalan melalui Paket 3 dengan total anggaran mencapai Rp478,1 miliar. Program ini mencakup penanganan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan pada sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
Salah satu ruas yang saat ini tengah dikerjakan berada di Kabupaten Pinrang, yakni ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang dengan panjang 19 kilometer. Ruas ini menjadi jalur strategis lintas wilayah yang menghubungkan Sulawesi Barat, Makassar, hingga Tana Toraja.
Kepala Pelaksana Proyek Paket 3 PT Bumi Karsa, Faisal Hamka, mengatakan bahwa pekerjaan di lapangan telah memasuki sejumlah tahapan penting, mulai dari penyiapan badan jalan hingga rekonstruksi.
“Pekerjaan yang sementara berjalan meliputi penyiapan badan jalan, perbaikan badan jalan, rekonstruksi kelas A (primer), pengaspalan di beberapa segmen, pembangunan talud, pasangan batu untuk saluran ngendong atau drainase kecil, saluran samping, serta pekerjaan bahu jalan selebar 1,5 meter dengan rigid beton kiri dan kanan,” ujar Faisal Hamka, Sabtu (11/1/2025).
Ia menambahkan, pekerjaan di ruas lainnya juga terus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang, proyek preservasi juga mencakup ruas Batas Enrekang–Kabere sepanjang 4,56 kilometer yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Untuk ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang, proyek ini ditargetkan rampung sesuai kontrak pada Desember 2026. Namun demikian, pihak pelaksana menargetkan percepatan penyelesaian, sehingga jalan tersebut dapat difungsikan lebih awal pada April 2026.
Dampak pembangunan infrastruktur ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kepala Dusun Bonne, Desa Sipatuo, Kabupaten Pinrang, Mustamin, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme warga atas perbaikan jalan yang telah lama dinantikan.
“Kami sangat senang sekali, Pak. Sudah sekian lama jalan ini rusak. Kasihan, kendaraan sering antre panjang di jalan. Sekarang masyarakat sangat antusias,” ujarnya.
Menurut Mustamin, ruas tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi antarwilayah, sehingga keberadaannya sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional.
“Kami masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterima kasih atas perbaikan dan pembangunan kembali jalan ini oleh Pemprov Sulsel,” katanya.
Ia juga mengenang kunjungan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu, di mana warga menyampaikan langsung berbagai aspirasi pembangunan.
“Waktu Pak Gubernur berkunjung ke sini, kami sampaikan persoalan pembangunan, termasuk jalan, persawahan, dan pengairan. Alhamdulillah sekarang sudah terbukti. Terima kasih, Bapak Gubernur,” tutup Mustamin.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar