Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Petuah yang Disangka Mantra

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 537
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pandangan serupa juga ditemukan pada masyarakat Kajang, yang memaknai tanah sebagai angrongta (Ibu). Bagi mereka, tanah adalah asal muasal manusia, sehingga harus dikelola dengan penuh kearifan. Cara pandang ini dikenal sebagai relational epistemology: melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai sahabat atau teman hidup yang harus dihormati.

Esensi petuah leluhur Mandar di atas jelas mengisyaratkan bahwa mengabaikan alam sebagai bagian dari kehidupan adalah cara pandang yang keliru. Ketika manusia memutus hubungan dengan alam, konsekuensinya segera tampak: banjir yang meluluhlantakkan pemukiman, kebakaran hutan yang menghanguskan kehidupan, hingga tanah longsor yang merenggut nyawa.

Semua itu menjadi peringatan bahwa alam bukan sekadar latar, melainkan penopang utama keberlangsungan hidup. Olehnya itu, di tengah ancaman krisis pangan dan iklim, pesan ini terasa semakin relevan. Produksi pangan harus meningkat dua kali lipat hingga tahun 2050 untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus bertambah. Jika tidak, krisis pangan akan benar-benar terjadi dan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Di dunia modern yang sering memisahkan manusia dari alam, petuah ini hadir sebagai pengingat: kita adalah bagian dari alam, dan alam adalah bagian dari kita. Mengabaikannya berarti mengaburkan jati diri, sementara merawatnya adalah menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Pada akhirnya, petuah yang disangka matra tersebut, bukan sekadar kata-kata klasik yang mistis. Ia adalah filosofi hidup yang menegaskan keterhubungan manusia dengan alam, masyarakat, dan dirinya sendiri.

Penulis : Korwil GUSDURian Sulampapua/ Wapimred nulondalodotcom

  • Penulis: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo dan BEI Resmikan Galeri Investasi Syariah

    PWNU Gorontalo dan BEI Resmikan Galeri Investasi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menandatangani nota kesepahaman dan mencanangkan Galeri Investasi Syariah BEI–PWNU Gorontalo. Galeri tersebut akan berada di lantai II, Kantor PWNU Gorontalo Jl. Samratulangi, Kelurahan Limba UQ, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Penandatanganan berlangsung di kantor PWNU Gorontalo dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan […]

  • Mengapa Saya Menjagokan Brazil dan Portugal Sebagai Juara Piala Dunia 2026

    Mengapa Saya Menjagokan Brazil dan Portugal Sebagai Juara Piala Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Memprediksi juara Piala Dunia bukan sesuatu yang mudah dan beresiko, tentu saja. Sepak bola terlalu kaya dengan kejutan untuk dipastikan hasil akhirnya. Beresiko karena beberapa tim sepakbola telah memiliki penggemar fanatik yang siap menolak prediksi yang tidak memperhitungkan timnya. Saat ini, saya sedang mengembangkan satu metode yang saya sebut matematika sosial. Saya sudah menulisnya di web BDK […]

  • Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Abdul Kadir Lawero
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau. Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa […]

  • Isra Mi’raj Bukan Sekadar Kisah Mukjizat, Ini Pesan Gus Aniq Nawawi Play Button

    Isra Mi’raj Bukan Sekadar Kisah Mukjizat, Ini Pesan Gus Aniq Nawawi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 500
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata dimaknai sebagai kisah mukjizat perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, Isra Mi’raj menyimpan pesan mendalam tentang iman, proses perjuangan, dan makna tawakal dalam kehidupan umat Islam. Pesan tersebut disampaikan KH Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq dalam […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 193
    • 0Komentar

    “Air sumur hanya dipakai untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk minum dan memasak kami harus beli air. Harganya Rp2.500 per jeriken. Sebulan bisa habis sekitar Rp500 ribu. Kami jalan lebih dari satu kilometer pakai gerobak sampai tiga kali sehari. Airnya agak asin, tapi mau bagaimana lagi,” ungkapnya. Data Pemerintah Kabupaten Maros mencatat sedikitnya enam kecamatan […]

  • Semarak HUT ke-80 RI di SD Negeri 40 Kota Ternate Penuh Warna dan Antusiasme

    Semarak HUT ke-80 RI di SD Negeri 40 Kota Ternate Penuh Warna dan Antusiasme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, SD Negeri 40 Kota Ternate menggelar rangkaian lomba yang memadukan nuansa kebudayaan dan semangat kebersamaan. Dua kegiatan utama yang digelar adalah lomba tarian daerah pada 5–7 Agustus 2025 dan lomba gerak jalan yang menjadi penutup pada 9 Agustus 2025. Kepala SD Negeri 40 Kota Ternate […]

expand_less