Breaking News
light_mode
Trending Tags

Petuah yang Disangka Mantra

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 363
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pandangan serupa juga ditemukan pada masyarakat Kajang, yang memaknai tanah sebagai angrongta (Ibu). Bagi mereka, tanah adalah asal muasal manusia, sehingga harus dikelola dengan penuh kearifan. Cara pandang ini dikenal sebagai relational epistemology: melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai sahabat atau teman hidup yang harus dihormati.

Esensi petuah leluhur Mandar di atas jelas mengisyaratkan bahwa mengabaikan alam sebagai bagian dari kehidupan adalah cara pandang yang keliru. Ketika manusia memutus hubungan dengan alam, konsekuensinya segera tampak: banjir yang meluluhlantakkan pemukiman, kebakaran hutan yang menghanguskan kehidupan, hingga tanah longsor yang merenggut nyawa.

Semua itu menjadi peringatan bahwa alam bukan sekadar latar, melainkan penopang utama keberlangsungan hidup. Olehnya itu, di tengah ancaman krisis pangan dan iklim, pesan ini terasa semakin relevan. Produksi pangan harus meningkat dua kali lipat hingga tahun 2050 untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus bertambah. Jika tidak, krisis pangan akan benar-benar terjadi dan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Di dunia modern yang sering memisahkan manusia dari alam, petuah ini hadir sebagai pengingat: kita adalah bagian dari alam, dan alam adalah bagian dari kita. Mengabaikannya berarti mengaburkan jati diri, sementara merawatnya adalah menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Pada akhirnya, petuah yang disangka matra tersebut, bukan sekadar kata-kata klasik yang mistis. Ia adalah filosofi hidup yang menegaskan keterhubungan manusia dengan alam, masyarakat, dan dirinya sendiri.

Penulis : Korwil GUSDURian Sulampapua/ Wapimred nulondalodotcom

  • Penulis: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaat Ahmadiyah dan Ilusi Negeri Moderasi Beragama

    Jemaat Ahmadiyah dan Ilusi Negeri Moderasi Beragama

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Aneh bin ajaib. Kira-kira itu paling tepat untuk ditegaskan bagi bangsa yang katanya negeri penuh toleransi. Semua agama (6 agama), aliran kepercayaan dan pandangan keyakinan ada di negeri ini, beragam suku bangsa merupakan aneka kekayaan bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di seantero dunia. Tapi sayangnya toleransi yang terbangun dalam diri sebagian masyarakat Muslim […]

  • Tragedi Laut di Pangkep: Kapal Tujuan Pulau Sarappo Terbalik, Tiga Nyawa Melayang

    Tragedi Laut di Pangkep: Kapal Tujuan Pulau Sarappo Terbalik, Tiga Nyawa Melayang

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Dalam peristiwa ini, tiga orang penumpang dinyatakan meninggal dunia, masing-masing Imran selaku Koordinator Tim LKC Sulsel, Fitri Mubarak yang menjabat Camat Liukang Tupabbiring, serta Bidan Darma, tenaga kesehatan yang bertugas di Pulau Sarappo. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut. Proses evakuasi telah dilakukan, sedangkan penyebab […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • Puluhan Ulama Perempuan Isi Pengajian Ramadan yang digagas KUPI

    Puluhan Ulama Perempuan Isi Pengajian Ramadan yang digagas KUPI

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    “Alimat berfokus pada penguatan perspektif muslimah. Kami mengajak semua orang untuk memahami bagaimana feminisme Islam dalam kerangka keluarga Islam Indoneisa. Kita akan bertemu setiap Sabtu,” paparnya. Sedangkan dua lembaga penyangga lainnya, yaitu Jaringan GUSDURian dan AMAN Indonesia juga mempunyai agenda Ramadan yang cukup berbeda. Jaringan GUSDURian berencana mengadakan Pesantren Gerakan yang akan mengkaji pemikiran Gus […]

  • Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Gorontalo melakukan re-assesment reviu kelas terhadap delapan rumah sakit yang tersebar di wilayah provinsi tersebut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan delapan direktur rumah sakit terkait penyesuaian kelas rumah sakit tahun 2025. Pelaksanaan re-assesment ini disampaikan oleh Kepala […]

  • KH Zulfa Mustofa: NU Sedang Menata Diri, Bukan Berkonflik

    KH Zulfa Mustofa: NU Sedang Menata Diri, Bukan Berkonflik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah riuhnya perbincangan di media sosial mengenai kondisi internal Nahdlatul Ulama (NU), Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Rapat Pleno PBNU kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa, memilih untuk meluruskan keadaan dengan nada yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa NU tidak sedang berada dalam pusaran konflik, melainkan tengah menjalani proses penegakan […]

expand_less