Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Puasa Ruhani: Madrasah Pengendalian Diri

  • account_circle Ilham Sopu 
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 115
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, keberhasilan puasa tidak dapat diukur hanya dari seberapa lama seseorang menahan lapar dan dahaga. Ukuran keberhasilannya justru terlihat pada perubahan sikap dan perilaku. Apakah setelah berpuasa seseorang menjadi lebih jujur? Apakah lisannya lebih terjaga dari dusta dan fitnah? Apakah hatinya lebih bersih dari iri dan dengki? Jika semua itu tidak berubah, maka puasa yang dijalankan mungkin baru menyentuh dimensi lahiriah, belum mencapai kedalaman ruhani.

Al-Qur’an sendiri telah menegaskan tujuan puasa dalam firman Allah pada QS. Al-Baqarah ayat 183: “la‘allakum tattaqūn”, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa. Takwa di sini bukan sekadar konsep teologis, melainkan kesadaran moral yang hidup dalam diri seseorang. Ia adalah kesadaran bahwa Allah selalu hadir dalam setiap aspek kehidupan manusia.

Kesadaran inilah yang menjadikan seseorang tetap jujur meskipun tidak ada yang mengawasi, tetap adil meskipun memiliki kekuasaan untuk berbuat sebaliknya, dan tetap menjaga diri dari keburukan meskipun memiliki kesempatan untuk melakukannya. Puasa melatih manusia untuk membangun integritas batin semacam ini.

Di sisi lain, puasa juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Lapar dan dahaga yang dirasakan selama berpuasa bukan sekadar pengalaman fisik, tetapi juga pengalaman empatik. Ia membantu manusia merasakan, meskipun hanya sejenak, penderitaan mereka yang hidup dalam kekurangan. Dari pengalaman ini lahir kepekaan sosial, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, Ramadhan seharusnya tidak hanya melahirkan manusia yang rajin beribadah secara ritual, tetapi juga manusia yang lebih peduli terhadap keadilan sosial. Puasa yang benar bukan hanya memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.

Pada akhirnya, Ramadhan adalah sebuah perjalanan ruhani. Ia adalah kesempatan bagi manusia untuk membersihkan hatinya, menata kembali orientasi hidupnya, dan memperbaiki kualitas kemanusiaannya. Puasa mengajarkan bahwa manusia tidak harus selalu mengikuti setiap dorongan dalam dirinya. Ia memiliki kemampuan untuk menahan diri, untuk memilih yang benar, dan untuk menjaga martabatnya sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah.

Jika puasa dijalankan dengan kesadaran seperti ini, maka Ramadhan tidak sekadar menjadi bulan ritual tahunan. Ia menjadi madrasah kehidupan yang membentuk manusia yang lebih jujur, lebih rendah hati, dan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, terhadap sesama, dan terhadap Tuhan. Di situlah puasa menemukan makna terdalamnya: bukan hanya menahan diri dari yang membatalkan puasa, tetapi menahan diri dari segala sesuatu yang merusak kemanusiaan.

(Bumi Pambusuang, 22 Pebruari 2026)

  • Penulis: Ilham Sopu 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menhub RI Tinjau langsung Lokasi ATR 42-500, Beri Apresiasi Langsung untuk Tim SAR

    Menhub RI Tinjau langsung Lokasi ATR 42-500, Beri Apresiasi Langsung untuk Tim SAR

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Pemerintah pusat memberikan apresiasi tinggi kepada Basarnas dan seluruh Tim SAR gabungan atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, saat meninjau posko […]

  • Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan Play Button

    Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Rajab selalu datang dengan sunyi yang disengaja. Ia tidak meminta sorak, hanya ruang untuk merenung. Di bulan inilah sebuah budaya tentang kematian bayi di Toraja yang belum tumbuh gigi dan “dipulangkan” ke pohon mengajak kita menimbang ulang makna hidup, iman, dan kemanusiaan. Rajab adalah bulan yang tidak riuh. Ia berdiri tenang di antara kalender hijriah, […]

  • Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Dalam pembahasan RUU Masyarakat Adat, Baleg DPR RI menemukan bahwa konflik yang melibatkan masyarakat adat masih banyak terjadi, terutama terkait penguasaan lahan, wilayah adat, perkebunan, pertambangan, serta pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Selain persoalan ruang hidup, Daniel juga menyoroti masih maraknya kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang berjuang mempertahankan hak-haknya. Menurutnya, masyarakat adat sejatinya sedang memperjuangkan […]

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • Nihayatul Wafiroh Resmikan Kantor Baru DPW PKB Gorontalo

    Nihayatul Wafiroh Resmikan Kantor Baru DPW PKB Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menghadiri peresmian Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gorontalo, Selasa (12/8/2025). Acara berlangsung di kantor baru PKB di Jalan KH. Adam Zakaria, Dembe II, Kota Gorontalo. Dalam sambutannya, Nihayatul menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPW PKB atas peresmian sekretariat baru. Ia berharap ke depan […]

expand_less