Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Puasa Ruhani: Madrasah Pengendalian Diri

  • account_circle Ilham Sopu 
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, keberhasilan puasa tidak dapat diukur hanya dari seberapa lama seseorang menahan lapar dan dahaga. Ukuran keberhasilannya justru terlihat pada perubahan sikap dan perilaku. Apakah setelah berpuasa seseorang menjadi lebih jujur? Apakah lisannya lebih terjaga dari dusta dan fitnah? Apakah hatinya lebih bersih dari iri dan dengki? Jika semua itu tidak berubah, maka puasa yang dijalankan mungkin baru menyentuh dimensi lahiriah, belum mencapai kedalaman ruhani.

Al-Qur’an sendiri telah menegaskan tujuan puasa dalam firman Allah pada QS. Al-Baqarah ayat 183: “la‘allakum tattaqūn”, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa. Takwa di sini bukan sekadar konsep teologis, melainkan kesadaran moral yang hidup dalam diri seseorang. Ia adalah kesadaran bahwa Allah selalu hadir dalam setiap aspek kehidupan manusia.

Kesadaran inilah yang menjadikan seseorang tetap jujur meskipun tidak ada yang mengawasi, tetap adil meskipun memiliki kekuasaan untuk berbuat sebaliknya, dan tetap menjaga diri dari keburukan meskipun memiliki kesempatan untuk melakukannya. Puasa melatih manusia untuk membangun integritas batin semacam ini.

Di sisi lain, puasa juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Lapar dan dahaga yang dirasakan selama berpuasa bukan sekadar pengalaman fisik, tetapi juga pengalaman empatik. Ia membantu manusia merasakan, meskipun hanya sejenak, penderitaan mereka yang hidup dalam kekurangan. Dari pengalaman ini lahir kepekaan sosial, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, Ramadhan seharusnya tidak hanya melahirkan manusia yang rajin beribadah secara ritual, tetapi juga manusia yang lebih peduli terhadap keadilan sosial. Puasa yang benar bukan hanya memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.

Pada akhirnya, Ramadhan adalah sebuah perjalanan ruhani. Ia adalah kesempatan bagi manusia untuk membersihkan hatinya, menata kembali orientasi hidupnya, dan memperbaiki kualitas kemanusiaannya. Puasa mengajarkan bahwa manusia tidak harus selalu mengikuti setiap dorongan dalam dirinya. Ia memiliki kemampuan untuk menahan diri, untuk memilih yang benar, dan untuk menjaga martabatnya sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah.

Jika puasa dijalankan dengan kesadaran seperti ini, maka Ramadhan tidak sekadar menjadi bulan ritual tahunan. Ia menjadi madrasah kehidupan yang membentuk manusia yang lebih jujur, lebih rendah hati, dan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, terhadap sesama, dan terhadap Tuhan. Di situlah puasa menemukan makna terdalamnya: bukan hanya menahan diri dari yang membatalkan puasa, tetapi menahan diri dari segala sesuatu yang merusak kemanusiaan.

(Bumi Pambusuang, 22 Pebruari 2026)

  • Penulis: Ilham Sopu 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Iwan Miu
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dihuni oleh ribuan desa pesisir yang tersebar dari barat hingga timur nusantara. Desa-desa pesisir tidak hanya berperan sebagai penyangga ekologi, tetapi juga merupakan lumbung sumber daya alam, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, di balik potensi besar tersebut, desa pesisir menghadapi berbagai tantangan […]

  • Anggaran BLP3G Rp2,5 M, 80 Persen Sudah Disalurkan

    Anggaran BLP3G Rp2,5 M, 80 Persen Sudah Disalurkan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Dalam rangka memberikan perlindungan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial pada tahun anggaran 2025 memprogramkan bantuan sosial barang yang diberikan kepada keluarga dalam bentuk Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G). Pemberian bantuan bahan pangan yang telah memasuki tahun ke-4 sejak 2021 silam ini, menjangkau 76 kecamatan, 652 desa dan kelurahan di 5 Kabupaten […]

  • Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Savic menilai serangan ini sebagai indikasi kebangkitan kembali premanisme politik yang pernah mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan dari seluruh masyarakat, terutama tokoh-tokoh publik. “Oleh karena itu, semua warga, khususnya tokoh-tokoh masyarakat, mesti sadar, bangun, dan waspada terhadap gejala ini,” tegasnya. Selain itu, Savic menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab […]

  • Bukber oleh Funco Tanipu

    Bukber oleh Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Asal muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern. Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story media […]

  • Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Safaruddin juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran serius, termasuk tidak dilaksanakannya perintah hakim dalam perkara tersebut. Ia menilai tindakan itu berpotensi masuk dalam ranah pidana. “Ada ketentuan soal tidak menaati perintah hakim. Ini tidak bisa dianggap ringan dan harus ditindaklanjuti,” katanya. Selain itu, ia mengkritisi lemahnya pengawasan internal di tubuh kejaksaan. Banyaknya laporan masyarakat ke Komisi […]

  • Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya. Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. […]

expand_less