Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI sekaligus Pengawas Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, berfoto bersama para juara usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/7/2026). MTQ ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 dalam upaya memperkuat kapasitas imam masjid sebagai pemimpin umat dan duta perdamaian.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sabilul Alif juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Helmi Halimatul Udhmah selaku Pengawas Dewan Hakim, seluruh dewan hakim, panitia, dan semua pihak yang telah mengawal pelaksanaan MTQ secara profesional sehingga mampu melahirkan imam-imam terbaik yang diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Bagian dari Gerakan Nasional Menuju IGIC 2026
Sebelum MTQ digelar, rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten diawali dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dihadiri sekitar 5.000 jamaah, serta Seminar Keimaman yang diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas imam masjid, penyuluh agama, akademisi, mahasiswa, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Agama RI dan Gubernur Banten sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran imam dan masjid dalam membangun kehidupan beragama yang damai, moderat, dan harmonis.
Menurut Sabilul Alif, kegiatan di Banten merupakan bagian dari gerakan nasional menuju penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, sebuah forum internasional yang akan mempertemukan imam besar, ulama, dan tokoh agama dari berbagai negara guna memperkuat kolaborasi membangun perdamaian dunia melalui pendekatan religious diplomacy.
“Alhamdulillah, rangkaian Bridging IGIC telah sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan kini di Provinsi Banten. Selanjutnya kegiatan ini akan berlanjut di beberapa provinsi lainnya sebagai upaya memperluas partisipasi para imam, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta membangun semangat kebersamaan menuju penyelenggaraan IGIC 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat diplomasi keagamaan dunia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman.
Melalui International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya di tingkat internasional sebagai pelopor dialog antarbangsa, penguatan moderasi beragama, dan pembangunan perdamaian dunia yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
“IGIC bukan sekadar konferensi internasional, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia. Dari Indonesia, kita ingin mengirimkan pesan bahwa agama adalah sumber persaudaraan, harmoni, dan solusi bagi kemanusiaan,” tutup Sabilul Alif.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar