Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik
- account_circle Suaib Pr
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak

Suasan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi “Ketupat-2026” di Hotel Harper Makassar, Kamis 5 Maret 2026. Dok. Humas Kemenag Sulsel
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, Makassar– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan kesiapan program Ramah Pemudik dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi “Ketupat-2026” di Hotel Harper Makassar, Kamis 5 Maret 2026.
Rakor tersebut dibuka Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan dihadiri unsur Forkopimda, Pangdam XIV Hasanuddin, serta pejabat lintas instansi.
Dalam Rakor tersebut, Ali Yafid menegaskan, tradisi mudik harus berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan. Karena itu, Kemenag mengambil peran dengan menyiapkan layanan khusus bagi pemudik.
“Kami memaksimalkan masjid sebagai tempat istirahat sekaligus layanan bagi para musafir. Ini bagian dari pengabdian masyarakat dan ladang amal saleh,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemenag Sulsel, sebanyak 492 masjid siap melayani pemudik. Masjid tersebut akan dipasang spanduk penanda “Ramah Pemudik” dan menyediakan fasilitas 24 jam, mulai dari ruang ibadah, area istirahat, toilet bersih, air wudu, pengisian daya gawai, hingga makanan ringan dan pusat informasi.
“Program ini juga berlaku saat arus balik,” kata Ali Yafid.
Selain masjid, madrasah dan KUA yang berada di jalur utama mudik juga disiagakan untuk memberi layanan serupa. “Semoga program ini membantu pemudik beribadah dan beristirahat dengan tenang hingga tiba di kampung halaman,” harap Ali Yafid.

Kakanwil kelahiran Bone ini juga menyampaikan potensi perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H, antara 20 atau 21 Maret 2026, berdasarkan pemantauan BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulsel. Namun keputusan final tetap menunggu sidang isbat Kemenag RI pada 19 Maret di Jakarta.
Kendati demikian, menurutnya, umat sudah dewasa menyikapi perbedaan. “Yang utama adalah ukhuwah dan persaudaraan. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan nyaman, khususnya di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
- Penulis: Suaib Pr
- Editor: Suaib Pr

Saat ini belum ada komentar