Breaking News
light_mode
Trending Tags

Senja di Panti Waluya: Luka Anak Bangsa dan Rumah bagi Mereka yang Pernah Dibuang

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siang itu, Jakarta enggan berkompromi. Matahari menyengat tanpa ampun, membakar aspal dan menyilaukan pandangan. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, rombongan peserta Temu Nasional Gusdurian 2025 melangkah pelan, menyusuri lorong-lorong sejarah yang tak tercatat dalam buku pelajaran.

Peserta TUNAS GUSDURian 2025 saat berpose bersama di depan panti Panti Jompo Waluya Sejati Abadi

Tujuan mereka bukan gedung megah atau aula ber-AC, melainkan sebuah bangunan sederhana di Jalan Kramat V Jakarta Pusat: Panti Jompo Waluya Sejati Abadi. Bangunan itu berdiri tenang, nyaris tak mencolok. Namun di balik dindingnya, tersimpan luka-luka anak bangsa yang belum sepenuhnya sembuh.

Di sana, sekitar lima 15 lansia menjalani hari-hari senja mereka. Mereka bukan sekadar penghuni panti, tetapi saksi hidup dari babak tergelap republik ini: korban politik 1965, yang pernah disingkirkan tanpa proses hukum, tanpa pembelaan, tanpa suara.

Pak Wardoyo, salah seorang penghuni, menyambut rombongan dengan senyum yang tak lagi menyimpan dendam. Pria kelahiran 1940 ini pernah ditahan selama sebelas tahun di Pulau Buru. Di hadapan para pengunjung, ia menuturkan kisah pilunya kehilangan keluarga yang membuatnya nyaris kehilangan harapan.

Namun di usia senja, ia memilih berdamai dengan masa lalunya yang kelam. “Kami dianggap sampah, tapi kami tetap ingin hidup, meski sebagai sampah. Karena suatu saat, sampah bisa jadi emas,” katanya lirih namun penuh makna.

Wardoyo bukan satu-satunya. Ada Pak Iksa Putra Tegu Budi, yang di usia sepuluh tahun dibuang ke Pulau Buru bersama delapan adiknya. Putra pendiri Semen Gresik ini dipaksa menyusul ayahnya yang lebih dulu menjadi tahanan politik.

Di pulau itu, ia hidup dengan jatah makan hanya 10 kilogram beras. Ketika meminta tambahan singkong, ia justru disiksa tentara karena ketahuan makan singkong. “Gigi saya rempong, gara-gara itu,” ujarnya sambil tersenyum getir.

Ada pula Pak Lukas Timuso, penyintas yang berjasa menyelamatkan naskah Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Kala itu, naskah masih ditulis di kertas semen. Lukas menyelundupkan lembar demi lembar agar sejarah tetap hidup.

Menurut pengakuan mereka, para penghuni panti bukanlah pejuang ideologi. Mereka adalah korban dari perang dingin dan kebiadaban politik yang tak mengenal belas kasihan. Sebagian besar dulunya adalah wartawan, guru, dan warga biasa yang menjalani hidup dengan damai yang kemudian dituduh sebagai anggota Gerwani.

Padahal mereka hanya mendukung Soekarno, bukan komunisme. Tapi sejarah tak memberi ruang untuk klarifikasi. Mungkin karena itu, bagi mereka, panti ini bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah ruang pemulihan, tempat kenangan dirawat dan luka-luka dijahit dengan benang solidaritas.

Di balik kelahirannya, terdapat nama besar KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia meresmikan panti ini pada 8 Februari 2004. Kendati saat itu kondisi kesehatan Gus Dur sudah mulai menurun, namun semangat kemanusiaannya tetap menyala. Ia datang sendiri, tanpa protokol, tanpa sorotan kamera. Hanya membawa satu hal: cinta pada keadilan.

Pembangunan panti bermula dari keluhan Ibu Sulami Djojoprawiro, tokoh Gerwani, kepada Gus Dur. Ia ingin tempat berkumpul bagi perempuan korban 65 dan korban politik lainnya. Gus Dur menyanggupi, mengusahakan hibah tanah atas bantuan bapak Taufiq Kiemas dan lahirlah panti ini. Dan dari sinilah sejarah yang dibungkam mulai berbicara kembali, lirih, namun tegas.

Kini, para penghuni panti tak lagi memperjuangkan ideologi. Mereka memperjuangkan hidup. Mereka menolak dendam, memilih rekonsiliasi. “Rekonsiliasi hanya bisa terjadi jika ada keterbukaan dan dendam ditiadakan,” ujar salah satu penghuni.

Panti Jompo Waluya Sejati Abadi adalah monumen hidup. Ia tidak hanya berdiri dari batu dan semen, tetapi juga dari keberanian, ketabahan, dan harapan. Di sana, luka anak bangsa tak lagi disembunyikan. Ia dituturkan, dirawat, dan dijadikan pelajaran agar generasi mendatang tak mengulang kekeliruan yang sama.

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US.433.761

    Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US$11.433.761

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Nilai ekspor Mei 2025 Provinsi Gorontalo sebesar US$11.433.761. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 123,25 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5.121.461. “Ekspor melalui pelabuhan atau bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 adalah sebesar US$2.901.823 dengan komoditas Gula/Kembang Gula (HS 17) dan komoditas Pelet Kayu (HS 44),” kata Dwi Alwi Astuti […]

  • PKC PMII Gorontalo Bersama PWNU dan PMI Gelar Donor Darah Jelang HUT RI ke-80

    PKC PMII Gorontalo Bersama PWNU dan PMI Gelar Donor Darah Jelang HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gorontalo bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo menggelar aksi donor darah di Kantor PWNU Gorontalo, Sabtu (16/8/2025). Ketua PKC PMII Gorontalo, Windy Olivia Dawa, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar […]

  • Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Nulondalo.com –  Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pembangunan Gorontalo Islamic Centre bertujuan mendorong pertumbuhan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga kemasyarakatan. Gusnar mengatakan, pembangunan berskala besar tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan ruang wilayah Kota Gorontalo agar tidak semakin padat. “Yang terpenting dalam pembangunan ini adalah pengembangan wilayah agar bisa tumbuh lebih […]

  • Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

    Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Dua orang nelayan tradisional menempuh lebih dari 200 kilometer pada pertengahan Februari 2025 melalui jalur laut. Mereka berangkat dari kampung halamannya Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo menuju Desa Tolondadu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, untuk berburu ikan tuna. Dua nelayan tradisional tersebut bernama Aten Rauf 53 tahun dan […]

  • Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Provinsi Gorontalo resmi menetapkan calon terpilih dan calon cadangan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo untuk periode 2026–2029. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-68 yang digelar Senin (29/12/2025). Tujuh nama ditetapkan sebagai komisioner terpilih KPID 2026–2029, yakni: Suci Priyanti Kartika Sari Abdulrazak Babuntai Hasanuddin Djadin Jitro Paputungan Fahrudin F. […]

  • Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Dalam upaya mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan pangan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Launching & Talkshow Agrinext Center yang diselenggarakan oleh Bidang Pertanian dan Pangan KOPRI PB PMII. Agenda kolaborasi diselenggarakan di perpustakaan Nasional RI, 20 Juni 2025. Kegiatan bertema “Akselerasi Peran Petani […]

expand_less