Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Setan Diikat, Fraud Berlanjut?

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 506
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan adalah bulan transparansi spiritual. Kita diajak jujur, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Puasa itu unik: yang tahu kita benar-benar puasa atau tidak, hanya kita dan Allah. Ini seperti sistem self-assessment dalam perpajakan. Negara percaya kita jujur melaporkan. Tuhan pun “percaya” kita jujur berpuasa. Pertanyaannya: apakah kita layak dipercaya?

Sebagai bangsa yang religius, kita sering bangga dengan simbol-simbol. Spanduk Ramadhan megah, kajian ramai, konten dakwah viral. Tapi dalam praktik tata kelola, kita masih sering tergelincir. Seolah-olah akhlak berhenti di mimbar, tidak turun ke meja rapat.

Maka judul tulisan ini bukan tudingan, tapi refleksi. Jangan-jangan yang belum diikat adalah keserakahan kita. Jangan-jangan yang belum dipenjara adalah ego kita. Jangan-jangan yang perlu dibelenggu bukan makhluk gaib, tapi celah-celah dalam sistem dan dalam hati.

Ramadhan mengajarkan muraqabah, merasa diawasi Allah. Dalam audit modern, ini seperti continuous monitoring. Bukan hanya diaudit di akhir tahun, tapi setiap saat sadar bahwa setiap transaksi ada konsekuensi. Kalau kesadaran ini hidup, maka integritas tidak perlu ditunggu ketika auditor datang.

Humor ala NU mengajarkan kita untuk menertawakan diri sendiri sebelum menertawakan orang lain. Maka mari kita tertawa kecil: mungkin selama ini kita terlalu sibuk memastikan setan terikat, tapi lupa memastikan sistem kita tidak bocor. Terlalu sibuk ceramah tentang kejujuran, tapi enggan menyederhanakan prosedur yang membuka peluang manipulasi.

Akhirnya, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi menahan diri dari mengkhianati amanah. Kalau setelah Ramadhan laporan keuangan kita lebih rapi, lebih transparan, dan lebih jujur, berarti puasanya lulus uji materialitas. Tapi kalau fraud tetap jalan, mungkin yang diikat baru setannya, belum egonya.

Semoga Ramadhan tahun ini bukan hanya mengurangi kolesterol, tapi juga mengurangi moral hazard. Karena pada akhirnya, yang paling berat bukan mengikat setan, melainkan mengikat diri sendiri pada nilai kejujuran. Dan itu, sebagaimana kata para kiai, adalah jihad yang paling sunyi, tapi paling menentukan.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arena Judi Sabung Ayam Srengat Blitar Beroperasi Bebas, Warga Resah dan Tuntut Tindakan Tegas

    Arena Judi Sabung Ayam Srengat Blitar Beroperasi Bebas, Warga Resah dan Tuntut Tindakan Tegas

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BLITAR – Warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, hidup dalam keresahan yang memuncak. Arena judi sabung ayam kembali beroperasi secara terang-terangan di tengah pemukiman padat penduduk. Aktivitas haram ini berlangsung setiap hari tanpa aparat kepolisian melakukan razia atau penggerebekan, Senin (22/6/2026). Para penjudi dan penonton memadati arena milik pengelola tertentu sejak pagi hingga […]

  • Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Selain itu, Indonesia dan Belarus juga menyepakati Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama Republik Indonesia–Republik Belarus Tahun 2026–2030. Dokumen ini menjadi pedoman bagi kedua negara dalam memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis selama lima tahun ke depan. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang […]

  • MUI Keluarkan Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

    MUI Keluarkan Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiyah berisi tujuh poin mengenai pentingnya menjaga kedaulatan negara dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia. Tausiyah tersebut tertuang dalam surat bernomor Kep-30/DP-MUI/III/2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam pernyataannya, MUI menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan […]

  • Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    NUlONDALO.COM – MANANGGU – Pelaksanaan kegiatan Meludan Jaton di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Jawa Tondano (Jaton), yang ditandai dengan terkumpulnya sekitar 80-an ambeng sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga tradisi leluhur. Korda KKIJ Kabupaten Boalemo, Suleman Asmu, mengatakan pelaksanaan kegiatan tahun […]

  • Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Sebenarnya, pemerintah Belanda pernah berupaya untuk memperluas ajaran Kristen pada abad-abad selanjutnya. Pertama dilakukan dengan mendirikan sekolah pemerintah untuk Kristen pada tahun 1866. Sekolah-sekolah ini memiliki siswa 156 di pusat Kota Gorontalo dengan staf pengajarnya adalah guru-guru dari Minahasa dan Gorontalo. Sayangnya, Riedel menulis “pendidikan ini [Kristen] seringkali terhambat oleh ketidakpedulian orang tua dan kurangnya […]

  • Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan […]

expand_less