Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Setan Diikat, Fraud Berlanjut?

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 508
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan sejatinya adalah momentum audit diri. Dalam audit, ada istilah substantive test dan test of control. Banyak dari kita rajin melakukan “test of control” pada orang lain, mengawasi bawahan, mencurigai rekan kerja, memeriksa nota kecil sampai ke receh. Tapi lupa melakukan substantive test pada diri sendiri: apakah saya sudah jujur? Apakah saya sudah amanah?

Lucunya, setiap Ramadhan, masjid penuh. Shaf rapat. Doa panjang. Tapi laporan pertanggungjawaban kegiatan masih sering telat. Ada yang lebih rajin tarawih daripada menyusun rekonsiliasi bank. Ini bukan soal ibadahnya kurang, tapi integrasi antara ibadah dan integritas yang belum klop.

Dalam tradisi Nahdliyin, ada prinsip tawazun (keseimbangan). Seimbang antara habluminallah dan habluminannas. Seimbang antara spiritualitas dan profesionalitas. Jangan sampai puasa menahan lapar, tapi tidak menahan godaan mark-up anggaran. Jangan sampai tilawah lancar, tapi pengadaan barang tetap “terselip” fee siluman.

Sebagian orang berdalih, “Ini cuma praktik kecil, semua juga begitu.” Nah, ini yang dalam Fraud Triangle disebut rationalization. Rasionalisasi itu seperti sambal: sedikit terasa nikmat, kebanyakan bikin sakit perut moral. Ramadhan mestinya mengajari kita bahwa yang kecil-kecil itu justru menentukan kualitas. Bukankah pahala juga dihitung dari yang kecil tapi ikhlas?

Ada yang berkata, “Setan diikat, tapi manusia kan tetap punya nafsu.” Betul. Dalam perspektif tasawuf, musuh terbesar bukan setan eksternal, tapi nafsu internal. Dalam bahasa akuntansi, risiko terbesar bukan hanya pada external threat, tapi internal control weakness. Kalau sistem pengendalian internal lemah, walaupun tidak ada setan pun, fraud bisa tetap jalan. Bahkan bisa jalan lebih cepat, karena tidak perlu kambing hitam.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musrenbang Baji Pa’mai: Perkuat Pertanian dan Layanan Publik Lewat Jalan Tani dan Kantor Lurah

    Musrenbang Baji Pa’mai: Perkuat Pertanian dan Layanan Publik Lewat Jalan Tani dan Kantor Lurah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kelurahan Baji Pa’mai, Kecamatan Maros Baru, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Pemerataan Pembangunan Wilayah, Konektivitas dan Infrastruktur yang Terintegrasi dan Adaptif.” Penekanan utama pada pembangunan jalan tani dan pembangunan kantor lurah sebagai prioritas di tengah […]

  • Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring Play Button

    Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan. Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional. Pengalaman memimpin […]

  • UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui publikasi internasional yang berhasil diraih oleh mahasiswa dalam forum akademik bereputasi global. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa mahasiswa Akuntansi UNUSIA telah mampu bersaing dalam lanskap ilmiah internasional sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan akademik yang sistematis, terukur, dan visioner. Ketua Program Studi Akuntansi […]

  • Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Tim riset Internasional Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi khususnya grup peneliti Net Zero 2.5 sukses menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”  di aula Prof. Abdul Sammadkadir, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Indonesia–Australia yang difasilitasi oleh Australia–Indonesia Centre (AIC). Melalui forum […]

  • Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Cendekiawan dan budayawan Yudi Latif menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan nasional yang dinilainya semakin kehilangan arah peradaban. Dalam tulisannya berjudul “Sengkarut Dunia Pendidikan” yang dimuat di Kompas pada Kamis (21/5/2026), Yudi menilai problem utama pendidikan Indonesia terletak pada kesenjangan antara apa yang disuarakan pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dipilih. Menurutnya, […]

  • Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    “Itu adalah gejala. Gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan paling dasar sebagai manusia, yaitu memahami diri sendiri,” tegasnya. Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Rerie juga mengkritisi sistem pendidikan nasional yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata, seperti nilai dan peringkat, tanpa memperhatikan kesehatan mental serta kematangan emosi peserta didik. “Jika […]

expand_less