Studi Ungkap “Jam Kematian Sel”: Ukuran Nukleolus Bisa Prediksi Penuaan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

Ilustrasi proses penuaan sel yang menunjukkan perubahan ukuran nukleolus di dalam inti sel. Nukleolus yang semakin membesar berkaitan dengan meningkatnya ketidakstabilan DNA dan menandai mendekatnya akhir masa hidup sel.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam eksperimen tersebut, peneliti merekayasa sel ragi agar ukuran nukleolus tetap kecil sepanjang hidup sel.
“Keuntungan dari sistem kami adalah kami dapat mengisolasi ukuran nukleolus dari semua efek lain dari strategi anti-penuaan,” kata peneliti J. Ignacio Gutierrez.
Hasilnya menunjukkan bahwa sel dengan nukleolus kecil mampu melakukan lebih banyak pembelahan sebelum mencapai akhir masa hidupnya.
Ambang Kritis Sebelum Sel Mati
Penelitian juga menemukan bahwa nukleolus tidak membesar secara bertahap. Sebaliknya, ukurannya melewati satu ambang kritis, sebelum akhirnya membesar secara drastis.
Setelah ambang tersebut terlampaui, sel rata-rata hanya mampu bertahan sekitar lima kali pembelahan lagi sebelum berhenti berfungsi.
Pada tahap ini, batas nukleolus menjadi lebih permeabel sehingga protein asing dapat masuk ke dalamnya. Kebocoran tersebut menghilangkan perlindungan selektif pada rDNA dan memicu ketidakstabilan genom yang mempercepat kematian sel.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar