Survei BI: Penjualan Ritel Mulai Pulih pada Mei 2026, Makassar dan Manado Tumbuh Positif
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak

Grafik perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) menunjukkan kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan mencapai indeks 225,0 atau terkontraksi 3,2 persen (yoy), membaik dibandingkan April 2026 yang terkontraksi 3,7 persen (yoy). (Sumber: Bank Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Secara bulanan (month to month/mtm), kinerja penjualan ritel juga diperkirakan membaik. Setelah mengalami kontraksi sebesar 11,6 persen pada April 2026, penurunan pada Mei diperkirakan hanya sebesar 0,9 persen.
Bank Indonesia menyebut perbaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, dan Iduladha.
Secara spasial, sejumlah kota diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan penjualan secara tahunan. Banjarmasin menjadi kota dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,7 persen, disusul Jakarta 11,6 persen dan Medan 2,7 persen.
Sementara itu, Surabaya masih mengalami kontraksi, meski kondisinya membaik dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi bulanan, mayoritas kota diperkirakan mengalami peningkatan penjualan, terutama Semarang (termasuk Purwokerto), Makassar, dan Manado yang kembali mencatat pertumbuhan positif setelah sebelumnya berada di zona kontraksi.
Untuk beberapa bulan mendatang, pelaku usaha ritel juga menunjukkan optimisme terhadap prospek penjualan. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juli 2026 yang meningkat menjadi 138,3 dan Oktober 2026 menjadi 149,4.
Menurut responden survei, peningkatan penjualan pada Juli diperkirakan didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru, sedangkan peningkatan pada Oktober dipengaruhi persiapan menjelang Hari Raya Natal.
Sementara itu, dari sisi harga, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan relatif stabil. Namun, pada enam bulan mendatang tekanan harga diprediksi meningkat seiring kenaikan harga bahan baku.
Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia sendiri dilakukan setiap bulan terhadap sekitar 700 responden di 10 kota di Indonesia. Survei ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai perkembangan konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Survei sebelumnya, Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga.
Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 123,0, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 122,9.
Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,4.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terjaga di level optimis sebesar 129,6, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 130,4.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar